Monday, February 27, 2023

Kepercayaan dan Pengkhianatan

 Bismillahirrahmanirrahim

Ketika kita menitipkan sebuah kepercayaan atau amanah kepada seseorang, tentunya kita berharap kepercayaan dan amanah itu dijaga dengan baik oleh orang yang kita titipkan amanah. Apa jadinya ketika amanah atau kepercayaan itu dikhianati, semua orang yang mengalami hal itu pasti merasa kecewa dan sakit hati.

Hari ini saya mendengarkan sebuah curhatan dari seseorang yang merasa sangat kecewa dengan orang yang diamanahinya. Kita sebut saja seseorang itu dengan panggilan Pak Aman. Beberapa pekan lalu istri Pak Aman bercerita kepada saya tentang anaknya yang ingin pindah sekolah karena sakit-sakitan dan sering dibuli di sekolahnya.

Saya mendengarkan ceritanya dengan sangat miris. Anaknya laki-laki, SMA kelas awal. Bu Aman menceritakan anaknya sambil menanyakan pendapat saya. Karena cerita pembulian ini terdengar sudah sangat parah, tentu saja saya menyarankan untuk segera memindahkan anaknya ke sekolah lain. Walau sebenarnya 'tanggung' karena sudah akan kenaikan kelas. Tapi daripada anaknya semakin tertekan dan menderita, jadi lebih baik dipindahkan saja. Begitu pendapat saya. 

Tadi, saya bertemu dengan Pak Aman, saya bertanya tentang keadaan anaknya. Pak Aman pun bercerita pada saya kondisi anaknya yang mengalami trauma berat. Baik trauma fisik mau pun psikis. Subhanallah wa naudzubillah... ternyata pembulian yang dialami anak Pak Aman lebih parah dari yang saya dengar sebelumnya. Pembulian yang dialaminya selain pemukulan fisik juga pelecehan sexual oleh teman seangkatannya. 

Anak Pak Aman yang sangat pendiam itu tak pernah menceritakan kejahatan temannya itu pada orang tuanya. Kalau pun dia bercerita, hanya sebagian kecil saja. Hal ini baru terungkap setelah sang anak ditanya oleh adik ibunya. Mungkin karena merasa lebih dekat dengan adik ibunya, akhirnya anak itu pun mau bercerita. 

Bersyukur anak itu sudah dipindahkan dari sekolah yang membuatnya trauma bertemu dengan orang lain. Pak Aman sebenarnya sudah beberapa kali menanyakan hal ini pada pihak sekolah, tapi pihak sekolah mengatakan mereka tidak bisa menindaklanjuti karena tidak ada bukti. 

Sebagai orang yang juga mempunyai anak, tentu saya juga geram mendengar cerita Pak Aman. Kita orangtua sudah menitipkan anak kita kepada sebuah institusi yang bernama sekolah. Harapan kita tentu sangat besar bahwa anak kita akan dijaga dengan sebaik-baiknya sampai anak ini menyelesaikan pendidikannya. Tapi kenyataannya, anak kita hancur secara mental akibat kelalaian sekolah.

Saya menanyakan kepada pak Aman, apa beliau membawa kasus ini ke polisi. Beliau mengatakan bahwa akan membawa kasus ini ke polisi. Karena saat ini anaknya benar-benar terlihat sangat menyedihkan dengan traumanya. Apalagi saat ini menurut dokter bahwa kemampuan psikis anaknya setara dengan anak usia 5 tahun. Padahal usianya saat ini adalah 15 tahun. 

Yang lebih membuat lebih miris, ternyata pelaku ini dikeluarkan dari sekolahnya yang sebelum ini karena alasan yang sama. Entah kenapa sekolah ini menerima anak yang sudah jelas melakukan kekerasan fisik dan psikis dan seksual seperti ini. 

Saya sepakat dengan Pak Aman. Anak yang membuli memang harus dihukum. Saya tidak tahu bagaimana nanti pengadilan menghukum anak itu. Saya berpikir, jika anak itu dibiarkan bebas, bisa saja dia akan melakukan pembulian lagi kepada anak lain. Semoga Allah memberi kesabaran kepada anak Pak Aman, Pak Aman dan Bu Aman. Semoga anaknya itu segera pulih dari luka fisik dan batinnya. Semoga anak itu bisa tersenyum kembali dan traumanya bisa hilang. aamiin...

Semoga Allah menjauhkan kita dan anak-anak kita dari pelaku atau menjadi korban pembulian seperti ini. aamiin...

Mungkin ada banyak lagi amanah-amanah lain yang sering dikhianati oleh penerima amanah. Tapi yakinlah, ada banyak hikmah yang bisa diambil dari setiap musibah. Untuk para pengkhianat amanah, semoga Allah berikan hidayah pada kalian, bahwa amanah itu adalah perjanjian yang sangat besar di sisi Allah. Karena kalian bukan saja menerima amanah dari seseorang atau manusia, tapi Allah menjadi saksi juga dari amanah yang kalian terima.  




Tuesday, February 21, 2023

Janji

Bismillahirrahmanirrahim

:: Janji ::

Semoga selalu sehat ya sahabat... 
Sahabat… kita sepakat ya kalau janji adalah hutang. Bahkan Rasulullah SAW mengingatkan pada kita agar jangan mengingkari janji. Beliau mengatakan orang yang mengingkari janji adalah salah satu ciri dari orang munafik. Naudzubillah… semoga Allah jauhkan kita dari hal ini. 

Insyaallah kurang lebih 30 hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Semoga semua janji yang sudah kita buat untuk diri sendiri dengan Allah sebagai saksinya sejak Ramadhan lalu, sudahkah ditepati. Aamiin...

Misalnya janji pada diri untuk menghapal Al Quran setidaknya hapal 2 juz tahun ini. Semoga kita sudah berhasil menunaikan janji itu ya sahabat. Jika belum, ayo segera tunaikan menjelang Ramadhan ini.

Atau mungkin ada janji lainnya dengan orang-orang terdekat. Seperti mengunjungi kerabat, sahabat, anak, suami/istri, kakak, adik, ponakan, guru atau lainnya. 

Percayalah, setelah menunaikan janji, Insyallah hati akan menjadi lapang. Dengan demikian kita pun akan tenang menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh semangat. 

Tentunya terus berharap pada Allah untuk memudahkan kita menunaikan janji tersebut. Semoga Allah memberkahi kita di bulan Rajab, Sya'ban dan Ramadhan. aamiin...

Ohya, jika ada janji saya yang belum ditunaikan pada sahabat di sini, tolong diingatkan ya... ^_^

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ 

Artinya: Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadan, (HR Ahmad No 2346).

#notetomyself #onedayoneayat




Monday, February 13, 2023

Seberat Apa pun Masalahmu, Ingatlah Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

 Bismillahirrahmanirrahim...

Sahabatku, Allah memberimu ujian, karena Allah tahu kamu mampu menghadapinya. Karena Allah tahu kamu pasti kuat. Jadi hilangkan pikiranmu untuk menghilang dari dunia ini ya sahabat. 

Ketika kau bertanya padaku apakah ada bunuh diri yang tidak berdosa, sungguh aku amat sangat tak percaya mendengar kata itu keluar dari bibirmu. Sahabat, kau tentu tahu Allah dan RasulNya melarang itu. Aku yakin, kalimat yang kau ucapkan itu pasti keluar dari bibirmu tanpa kau sengaja mengatakannya. Aku harus meyakini itu bahwa kau sedang di bawah tekanan masalahmu sehingga kau tak sadar mengucapkan itu.

Sahabatku, aku dan teman-teman kita yang lain sangat menyayangimu. Apalagi Allah Sang Pencipta. Tentu saja DIA lebih menyayangimu sebagai hambaNya. Allah Maha Penyayang. DIA memberikan kita kehidupan agar kita beribadah padaNya. DIA berikan kita ujian agar kita mendekat padaNya. DIA cemburu padamu jika kau menjauh dariNya. DIA hanya ingin kau menghiba padaNya bukan pada selainNya.

Jadi sahabatku tersayang, bersabarlah, bertahanlah dan kuatlah. Aku tak tahu masalah berat apa yang sedang kau hadapi. Tapi aku atas izin Rabb kita, akan selalu bersamamu. Jika kau butuh seorang pendengar bagi masalahmu, aku insyaallah akan mendengarkan curhatanmu.

Jika aku bisa memberikan solusi untukmu, akan kuusahakan semampuku. Jika aku tak mampu memberikan solusi, setidaknya aku akan selalu menemanimu dan berdoa untukmu. Tapi tentu saja aku ingin membantumu menghadapi masalahmu.

Sahabatku, janganlah kau berpikir, jika Allah menyayangimu kenapa Allah memberikan ujian berat padamu? Sekali lagi sahabat, Allah mengujimu karena CintaNya padamu. Ujian dari Allah bukan saja masalah yang datang menimpa kita. Tapi ujian Allah juga berupa nikmat yang Allah berikan kepada kita. Apakah kau yakin jika Allah memberi nikmat padamu engkau  akan selalu dekat dengannya? Banyak yang terlena dengan kenikmatan dunia sahabatku. Mereka mendapatkan ujian berupa nikmat dunia, namun mereka malah makin jauh dari Allah. Mereka lupa bersyukur dan menghambur-hamburkan nikmat itu seolah itu bukan dari Sang Pencipta.

Pasti ada hikmah dari Allah ketika DIA memilihmu untuk menjalani ujian ini. DIA sedang mempersiapkanmu untuk menjadi hamba yang lebih baik, insyaallah jika engkau berhasil melewati ujian ini. Tetaplah bertawakal padaNya ya sahabat. Aku hanya bisa memohon padaNya, agar DIA segera memberikan solusi terbaik untuk masalahmu. 

Jika kau butuh bantuanku, insyallah aku akan membantumu, jika kau butuh pundakku, insyallah aku akan menyediakan pundakku untuk tempatmu sejenak bersandar dari masalahmu. Jika kau butuh aku sebagai tempat "membuang uneg-unegmu" insyaallah aku bersedia mendengarkan keluh kesahmu. Tetap semangat ya sahabatku... Semua masalah pada akhirnya akan selesai, walau kadang selesainya tidak sesuai dengan keinginanmu. Tapi yakinlah, Allah Maha Pengasih dan Penyayang. DIA akan selalu bersamamu selama engkau mendekat padaNya.  Aamiin


 

NB: Untuk seorang sahabat yang sedang strugle dengan masalahnya. Semangat ya!

Sunday, February 12, 2023

Anak-anak Saja Bisa Semangat, Kenapa Gurunya Enggak?

Jadi sore ini saya akan mengajar TPA. Qadarullah pas mau berangkat ke TPA, hujan deras. Biasanya anak-anak banyak yang tidak datang jika hujan deras. Tapi karena berpikir pasti ada anak yang datang walau sedikit, saya pun tetap berangkat ke TPA. Karena saya pikir kasihan nanti jika ada anank yang datang, tapi gurunya nggak ada. 

Alhamdulillah sampai di TPA, ada 5 anak yang datang. Kami pun mulai belajar. Yang membuat saya bahagia adalah, ternyata tak berapa lama setelah mulai belajar, anak-anak lain pun menyusul datang satu persatu. Meski tidak semua hadir, saya senang ternyata mereka masih semangat mengaji. Apalagi di akhir kelas, ada beberapa anak yang ingin nambah ilmu dengan kuis dari saya. Biasanya kuis ini sekali sepekan di hari Jumat, tapi mereka pikir, karena hujan belum reda, sembari menunggu, mereka ingin tambahan kuis saja. 

Maa syaAllah... Senangnya melihat semangat anak-anak ini. Mereka juga bersemangat menjawab kuis dari saya. Ya Allah... semoga mereka menjadi anak-anak shalih yang cerdas baik urusan dunia maupun akhirat. Aamiin... ❤️


Friday, February 10, 2023

Ingatan dan Kebiasaan Masa Kecil dan Dampaknya Untuk Saat Ini

“Ayo Apa antar ke rumah ibuk guru yang akan mengajarkanmu mengaji dengan irama,” ajak Apa, ayahku suatu hari. Saat itu aku masih berusia dua belas tahun. Aku menurut. Karena memang aku ingin sekali bisa membaca Al Quran dengan langgam irama yang sering dibacakan oleh qori dan qoriah di acara MTQ. 


Saat Ama masih hidup, hanya suara beliau membaca Al Quran dengan irama itu yang masih bisa kuingat. Aku bahkan tak mengingat sama sekali wajah beliau. Dulu beliau sering mengajakku ke TPA. Beliau mengajar anak-anak sedangkan aku boleh main di sekitar anak-anak itu. Usiaku sekitar 4 tahun waktu itu. 

Jadi hanya itu yang kuingat dari Ama yarhamuhallah. Aku juga tak begitu paham ketika beliau sakit dan wafat. 


Aku baru paham bahwa Amaku sudah tidak ada ketika aku dan adik-adikku harus melakukan segala sesuatunya sendiri. Tak ada lagi bermain di TPA. Kami juga pindah dari rumah tempat biasa kami tinggal. 

Hal itulah yang membuat aku jadi selalu mengingat dan mengenang suara Ama ketika beliau mengajar mengaji. Karena hal itu juga aku jadi ingin seperti beliau. Mempunyai suara yang merdu saat melantunkan bacaan Al Quran.


Bersyukur Apa juga berpikiran sama denganku. Aku sudah disuruh belajar membaca Al Quran sejak SD.  Setelah lancar membaca membaca Al Quran, Apa menyarankanku untuk ikut lomba MTQ. 

“Tak mengapa tak menang. Yang penting epi ikut dan berani membaca Al Quran di depan banyak orang,” demikian cara Apa menyemangatiku. Awalnya tentu saja aku gugup saat mengikuti lomba tersebut. Tapi lama-lama rasa gugupku sedikit berkurang. 


“Jika ingin lebih bagus lagi irama dan tajwid bacaan Al Qurannya, Epi harus belajar lagi ke guru khusus,” saran Apa waktu itu.

Nah di sinilah aku sekarang. Menunggu di ruang tamu sebuah rumah berukuran kecil. Tadi Apa mengantarku sampai di depan rumah tersebut. Rumah seorang ustadzah yang menjadi juri lomba MTQ tingkat kota. Aku tak tahu bagaimana Apa mengenal beliau. Kenapa ustadzah itu mau menerimaku sebagai murid beliau. Aku juga tak paham berapa uang yang harus diabayar Apa untuk menggaji guru privat ini.


Tapi yang aku tahu, sejak saat itu aku datang ke rumah ustadzah sekali sepekan. 

Aku lupa nama beliau. Saat ini aku hanya mengingat suaranya sama seperti aku mengingat suara Ama. Ustadzah itu mengajariku irama Bayati di beberapa surat Al Quran. Irama itu yang kuulangi berkali-kali di ayat yang sama agar aku terbiasa dengan alunannya. 


“Jika epi sudah hapal alunan nadanya, insyaallah akan mudah menerapkannya di ayat lain,” begitu ucap ustadzah itu ketika kutanya kenapa ayat itu terus yang diulang-ulang. Aku bahkan hapal dengan ayat itu hingga saat ini. 


Semoga Allah memberkahi ilmu ustadzah itu untukku. Semoga Allah memberkahi Ama dan Apa yang sudah mengajariku cinta Al Quran. Aku memohon pada Allah, agar Allah memudahkanku untuk menghapal Al Quran walau usiaku sudah tidak muda lagi. Semoga Allah mampukan dan mudahkan Al Quran menetap dalam ingatanku sebanyak 30 juz. Aamiin…



1 Desember 2021

Thursday, February 9, 2023

Tinea Capitis ( Infeksi Jamur Kulit Kepala) Penyebab Rambut Rontok/Pitak

 Bismillahirrahmanirrahim

Qadarullah 3 bulan terakhir, Hauzan harus bolak-balik ke RS untuk kontrol infeksi jamur di kepalanya. Awalnya kami tidak tahu ada infeksi jamur di kepala Hauzan. Kami terkejut ketika menemukannya saat mencukur rambut Hauzan. Saat itu seperti ada ketombe di kepala Hauzan. Ketombe itu membuat sekelompok rambut di kepala Hauzan menjadi pitak. 

Karena khawatir, saya memeriksakan Hauzan ke dokter kulit. Dari diagnosa dokter, ini adalah sejenis jamur yang bisa saja ditularkan dari hewan peliharaan. Dokter menanyakan pada kami apakah kami mempunyai hewan peliharaan? Jika ada, maka kami harus memeriksakan hewan itu juga ke dokter hewan.

Qadarullah sejak tahun lalu, kami memang merawat beberapa kucing kampung di rumah. Awalnya kami memberi makan kucing-kucing liar di depan rumah. Tiba-tiba beberapa bulan kemudian, seseorang meninggalkan bayi kucing di depan rumah kami. Karena tidak tega, kami pun merawat bayi kucing itu. 

Sejak saat itu, Hauzan jadi makin sering main sama kucing. Sebelum kami rawat, kucing-kucing itu sudah kami bawa ke klinik hewan terlebih dahulu. Jadi menurut dokter hewan, kucing itu aman untuk dirawat. Hanya saja beberapa waktu kemudian, salah satu kucing itu mengalami infeksi jamur. Kami sudah merawatnya di klinik hewan. Tapi mungkin saja masih ada sisa jamur yang menempel di beberapa tempat di rumah, sehingga mungkin ini yang menular kepada Hauzan. Alhamdulillah saat ini kucing-kucing sudah sembuh dari infeksi jamur. 

Jadi dokter menyarankan bahwa pengobatan infeksi jamur di kulit kepala ini akan memakan waktu yang sangat lama. Biasanya dua sampai tiga bulan. Jadi dokter menyarankan agar kami bersabar dengan pengobatan ini dan telaten memberikan obat untuk Hauzan.

Mau takmau saya tentu harus mengikuti saran dokter. Karena saya ingin kulit kepala Hauzan sehat kembali seperti dulu.. Saya melakukan saran dokter ini lebih kurang selama 3 bulan. Alhamdulillah Selasa 7 Februari 2023 kemari, kulit kepala Hauzan sudah bebas dari infeksi jamur, dan pitak di kepalanya sudah mulai tumbuh.

 Berikut saran dan pengobatan yang diberikan dokter kepada kami:

1. Hindari bermain bersama kucing. Kalau bisa kucing harus berada terpisah dari rumah dan tidak masuk ke rumah.

2. Minum obat teratur (sesuai obat yang diberikan dokter, ada antibiotik dan anti jamur juga)

3. Menggunakan shampo khusus setiap 2 hari sekali dengan terlebih dahulu mendiamkan shampo di kepala selama 5 -10 menit baru dibilas

4. Membersihkan kulit kepada menggunakan cairan NaCL sebelum mengoleskan salep racikan anti jamur dan antibiotik dari dokter. 

5. Mengoleskan salep dua kali sehari pagi dan sore jangan sampai lupa walau sekali. Karena jika lupa, maka pengobatan harus dimulai dari awal. 

6. Rambut harus botak selama masa perawatan kulit kepala

7. Tidak mengenakan topi selama masa perawatan kulit kepala

8. Sering-sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan kepala dan badan. Karena jamur ini bisa juga menular ke badan

9. Jamur ini sangat menular dan bisa juga menular ke anggota keluarga lain. Jadi gunakan handuk dan pakaian terpisah dengan orang yang mengalami infeksi jamur ini. 

Kira-kira demikian saran dari dokter untuk penderita infeksi Jamur Kulit Kepala yang juga dikenal dengan diagnosa Tinea Capitis. Semoga tulisan ini bermanfaat ya. 

Jadi bagi pencinta kucing, pastikan kalian selalu mencuci tangan setelah memegang kucing atau hewan peliharaan lainnya. Pastikan kucing dan hewan peliharaan kalian bersih dan sehat dari jamur. Semoga Allah selalu memberikan rahmatNya kepada kita semua. Aamiin...  

Jika sahabat mau tahu lebih lanjut tentang sakit ini silakan lihat di link Halodoc ini ya ^_^




Wednesday, February 1, 2023

Semoga Saya Bisa Mengikuti Jejak Guru-guru Saya

Menuntut ilmu itu sepanjang hayat, demikian kata pepatah. Pepatah lain mengatakan tuntutlah ilmu dari sejak dalam ayunan sampai ke liang lahat. Artinya belajar atau mencari ilmu itu tidak hanya saat di bangku sekolah, tapi seterusnya hingga ajal menjemput. 

Sebagian orang ada yang suka menuntut ilmu, sebagian lainnya berhasil lulus dari bangku SMA saja sudah sangat bersyukur. Tak masalah jika memang seperti itu. Karena menuntut ilmu tidak harus dalam kelas kan? Kita bisa menuntut ilmu kapan saja dan di mana saja. Bisa dari banyak membaca buku, mendatangi kajian-kajian ilmu, atau belajar melalui internet. Banyak sekali ilmu-ilmu yang bertebaran di internet, tergantung kita bisa memilah ilmu yang benar untuk kita pelajari.

Apalagi saat ini, banyak sekali kelas-kelas non akademis yang melakukan pembelajaran jarak jauh alias online. Saya salah satu dari orang yang menuntut ilmu melalui online ini. Saya memilih belajar online karena hal ini yang lebih memungkinkan untuk saat ini.

Kenapa saya masih ingin belajar di usia yang hampir kepala lima ini? Pertama karena saya ingin menyeimbangkan pengetahuan dengan anak-anak saya yang sudah mulai tamat kuliah dan ada juga yang masih kuliah. Alasan saya agar saya mudah memahami 'bahasa' mereka. Agar saya tidak dianggap ibu yang gak asyik. Karena kadangkala ketika ingin memahami anak, maka kita perlu memahami 'bahasa' mereka dulu. Bagaimana kita bisa memahami mereka, jika kita tak 'nyambung' saat berbicara dengan mereka? Hal inilah yang menjadi alasan bagi saya untuk terus belajar walau hanya dengan membaca buku dan melalui pengetahuan parenting di internet.

 Semakin lama belajar membuat saya merasa ilmu saya ternyata sangat sedikit. Padahal Rasulullah mengatakan kalau ilmu yang diturunkan Allah kepada kita hanya setitik dari Ilmu Allah.  Ya Allah... betapa tak ada apa-apanya diri ini. Semoga Allah memudahkan saya mempelajari hal-hal baru yang belum saya ketahui. Semoga Allah berkenan memberikan setitik IlmuNya kepada saya. Aamiin... 

Salah satu ilmu yang ingin saya dalami adalah Bahasa Arab. Saya ingin mempelajari Bahasa Arab karena Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran. Saya berharap dengan mempelajari bahasa Arab, saya bisa lebih mudah memahami isi Al Quran. Saya berharap juga bisa menghapalnya insyaallah.

Saya pun mencari beberapa tempat kursus Bahasa Arab online dan mencoba belajar dari beberapa guru. Ada satu guru yang saya temui yang insyaallah membuat saya makin bersemangat mempelajari Bahasa Arab ini. Betapa tingginya ilmu mereka dan betapa tawadhunya mereka dengan ilmu yang mereka miliki. 

Guru saya ini adalah orang yang sangat hati-hati dengan uang yang diterimanya. Kenapa saya tahu ini, karena beliau mengatakannya di chanel youtube beliau. Chanel beliau tidak memasang iklan sama sekali. Padahal subscribernya sudah 135 ribuan. Apalagi yang menonton tiap episode pembelajaran yang beliau posting itu ribuan orang. Andai beliau memasang iklan, pasti cukup banyak cuan yang akan beliau peroleh.

Alasan beliau adalah beliau tidak mau menerima uang dari iklan yang (mungkin saja) tidak islami. Iklan wanita yang tidak menutup auratnya, atau iklan yang ada musiknya. Karena beliau tak ingin uang yang diterima dari iklan seperti itu menjadi tidak berkah atau mungkin saja tak halal. Maa Sya Allah... sampai seteliti itu pemikiran beliau. 

Padahal perekonomian beliau tidak berkelebihan harta juga. Biasa saja. Tapi beliau bersyukur karena merasa harta beliau berkah.

Ya Allah saya ingin mencontoh beliau tentang ketaatan kepada Allah dan RasulNya sampai sedetil ini. Beliau juga pernah mengatakan bahwa beliau sudah mengikhlaskan diri beliau untuk mengajarkan ilmu beliau di jalan Allah. Beliau sangat suka belajar dan mengajar. Yang membuat saya tambah takjub adalah ternyata bukan Bahasa Arab saja yang beliau fasih, beliau juga fasih dalam Bahasa Inggris dan beliau juga menjadi Tutor Bahasa Arab dengan menggunakan Bahasa Inggris. Semoga ilmu beliau berkah dan Allah menambahkan keberkahan pada usia dan illmu beliau. Aamiin...