Showing posts with label #kegiatan. Show all posts
Showing posts with label #kegiatan. Show all posts

Thursday, November 27, 2025

Selamat Hari Guru Nasional

Selamat hari guru untuk semua guru dan pendididk di manapun berada.
Semoga ilmu yang kalian berikan kepada murid murid kalian diberkahi Allah dunia akhirat. Semoga kalian selalu sabar dalam memberikan ilmu kepada murid-murid kalian. Mohon maaf lahir batin. Jazakillah khairan wa barakallahu fiiki.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَ لِوَالِدِينَ وَ لِمَشَايِخِنَا وَ لِمُعَلِّمِينَ وَ لِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَ لِمَنْ أَحَبَّ وَأَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ"

Wahai, Allah. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orangtua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh orang muslim."

اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَيْبَ مُعَلِّمِي عَنِّي وَلَا تُذْهِبْ بَرَكَةَ عِلْمِهِ مِنِّي

"Ya Allah tutupilah aib guruku dariku, dan janganlah kau hilangkan keberkahan ilmunya dariku."Aamiin

Saturday, April 26, 2025

كيفية قضاء وقت الاستراحة


في وقت الاستراحة أو العطلة، أحب أن أقضي وقتي في أشياء مفيدة وممتعة. عادةً، أبدأ يومي بقراءة القرآن الكريم، ثم أقرأ بعض الكتب التي تهمني مثل كتب السيرة النبوية أو قصص الصحابة. أحيانًا أكتب في دفتري أفكاري أو خواطري. إذا كان الجو جميلاً، أذهب مع عائلتي إلى الحديقة أو إلى الشاطئ لنمشي معًا ونتحدث. أحب أن أقضي وقتي في أماكن هادئة تساعدني على الراحة والتفكير. أحيانًا أمارس بعض التمارين الخفيفة أو أعتني بحديقتي الصغيرة في البيت. بالنسبة لي، وقت الاستراحة فرصة لتجديد النشاط والاقتراب من الله ومن عائلتي.


Thursday, November 9, 2023

Satu Kata Pembangkit Semangat

 Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahirabbil alamiin...

Terima kasih ya Allah... Terima kasih... Terima kasih.

Hari ini saya bahagia, terharu dan sangat emosional karena satu kata tulus dari seorang ibu yang menanyakan kabar saya dengan panggilan terindah yang sudah lama tidak saya dengar. Karena sangat terpesona dengan panggilan itu, saya jadi menahan tangis haru Bahkan sampai saat menulis ini, saya masih saja menangis karena haru. Maa syaa Allah. Alhamdulillah... 

"Anakku, bagaimana kabarmu?" 

Kalimat yang sering diucapkan Ayah saya ketika beliau masih bersama kami dulu. Sudah lama sekali saya tidak mendengar kata sapaan dengan panggilan 'anakku' . Tapi Alhamdulillah hari ini saya mendengarkannya atas izin Allah.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya saya akan mendengar kata-kata itu lagi setelah sekian tahun. Rasanya sangat terharu, sangat emosional sehingga membuat saya kehilangan kata-kata untuk menjawab ketulusan sapaan itu. Maafkan saya ya ibu... Sekali lagi maafkan saya...

Ingin rasanya saat itu saya berlari menghampiri ibu di sana. Memeluk ibu dan bersujud di kaki ibu, karena ibu sudah membuat saya mendengar kata-kata indah yang sangat saya rindukan. Mungkin terdengar berlebihan, tapi begitulah, berlebihan bagi sebagian orang, tapi sangat berarti bagi sebagian lainnya.

Saya juga sering menggunakan kata 'anakku' untuk memanggil anak-anak saya. Tapi ketika saya mendengar kata itu untuk memanggil saya. Allah... sangat indah dan merdu sehingga membuat hari terasa lebih mudah. Begitu dahsyatnya kata-kata mempengaruhi seseorang. 

Insyallah saya akan selalu mengingat hal ini. Saya akan menjadikan ucapan ibu sebagai teladan bagi saya agar saya bisa berucap yang baik juga kepada orang lain. Kita tak tahu, ucapan yang kita berikan pada orang lain bisa saja membuat hari seseorang dari hari buruk menjadi hari baik disebabkan ucapan tulus kita. 

Terima kasih ya ibu. Terima kasih tak terhingga. Hanya Allah yang bisa membalas ketulusan Ibu dan keluarga. 

Maafkan saya karena tidak bisa berbicara banyak dengan ibu. Pengetahuan bahasa saya terbatas, apalagi saya benar-benar kehilangan kata-kata begitu mendengar sapaan ibu. Allah Maha Tahu apa yang ingin saya sampaikan pada ibu. 

Saya hanya bisa mendoakan agar Allah selalu menjaga ibu dan keluarga di mana pun ibu dan keluarga berada. Semoga ibu selalu sehat dan berlimpah rahmat Allah.

Saya menyayangi dan mencintai ibu karena Allah. Izinkan saya menyebutmu dalam doa saya ya ibu. Walau kita tak pernah bertemu, saya yakin silaturrahim kita akan selalu terjaga atas izin Allah. Saya berharap dan memohon pada Allah, suatu hari nanti kita bisa bertemu. Aamiin...


Sunday, September 24, 2023

Kejadian Membingungkan Di Pesawat

 Bismillahirrahmanirrahim

Jumat 8 September 2023 lalu, saya tiba-tiba harus berangkat ke kampung halaman di Bukittinggi, Sumbar. Sebenarnya sudah 4 tahun lebih saya tidak pulang kampung. Apalagi pulang kampung kali ini, saya berangkat sendiri, jadi agak bingung juga pas check in di Bandara.

Alhamdulillah proses check in berjalan normal. Saya bangga mengangkat koper yang cukup berat sendirian, karena biasanya kan ada suami atau Hikmal anak kedua yang badannya cukup kuat untuk mengangkat barang berat. Hehehe... Setelah sampai di ruang tunggu keberangkatan, saya pun memanfaatkan waktu dengan membaca. Sampai akhirnya para penumpang disuruh masuk ke dalam pesawat.

Saya pun mengecek boarding pass saya dan mengingat nomor tempat duduk saya. Selanjutnya saya masuk ke dalam pesawat bersama penumpang lain. Saya berhasil menemukan tempat duduk saya yang ternyata di barisan paling belakang. Yaitu nomor kursi 36D. Dengan yakin, saya pun duduk di samping jendela. 

Beberapa menit kemudian, seorang perempuan (mungkin seusia dengan saya) bertanya," Ibu nomor kursinya berapa?" 

"Tiga enam de," jawab saya yakin.

"Tiga enam de itu di sisi sini bu. Di sana tiga enam ef," ucap perempuan itu dengan raut sedikit kesal pada saya.

"Oh, maaf, saya salah ternyata. Saya pikir de di sini," saya pun berdiri dan berusaha keluar dari deretan kursi tiga enam itu.

"Kalau ibu mau di tengah, gak apa-apa bu. Saya mau kok di pinggir ini," ucap seorang laki-laki paruh baya yang berada di samping perempuan itu pada saya.

"Nomor kursi bapak E kan? Jadi saya aja yang di pinggir, gak apa-apa kok pak," jawab saya. 

"Nggak apa-apa, ibu aja yang di tengah," ucapnya bersikeras. 

Ya Allah... saya malas berdebat, kuatir penumpang lain marah, karena masih banyak penumpang yang belum duduk di kursi mereka. Saya pun duduk di tengah sesuai dengan keinginan bapak itu.

Tak lama kemudian, pesawat pun berangkat. Seperti biasa, penumpang diminta berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Perempuan di sebelah saya terlihat sangat tegang ketika pesawat lepas landas. Dia berulang kali bergumam," Kok seperti ini banget ya? Biasanya tidak seburuk ini guncangannya?" Ya Allah... saya yang tadi sudah berusaha menenangkan diri, jadi tidak nyaman dengan gumamannya yang cukup jelas terdengar di kuping saya.

Saya tidak menanggapi perempuan itu. Saya hanya memperbanyak zikir aja agar saya kembali tenang. Saya alihkan pandangan ke arah jok tempat dokumen doa dan panduan keselamatan penerbangan di letakkan. Saat itu, saya melihat ada dua kantong snack yang diletakkan di jok di depan perempuan di samping kanan saya. Saya bingung, kenapa dia dapat dua snack dari pramugari? Ohya, snack itu sudah dibagikan saat pemeriksaan terakhir sebelum masuk pesawat.

Refleks saya melirik ke jok di sisi kiri saya. Bapak di samping kiri saya ternyata tidak membawa snacknya. Subhanallah... jadi mereka berdua sepertinya teman satu perjalanan, pikir saya. Kenapa mereka tidak mau duduk berdekatan? Ah sudahlah apa peduli saya. Saya pun kembali berzikir untuk mengurangi rasa cemas saya.

Beberapa menit kemudian, saya lihat perempuan itu tidur dengan menutup jendela pesawat. Dia bersandar ke jendela itu. "Oh, mungkin ini sebabnya dia ngotot ingin duduk di sana, biar dia bisa menyandarkan kepalanya ke jendela pesawat," demikian pikir saya.

Setengah jam sebelum pesawat mendarat, si bapak itu pun membangunkan teman seperjalanannya tadi. Tentunya tangannya melewati depan dada saya. Dia menyodorkan tangannya ke temannya tanpa permisi ke saya sebelumnya. Sungguh saya kaget saat itu. Ya Allah... bersyukur saya nggak kelepasan memukul tangan bapak itu. Karena tiba-tiba berada di depan dada saya, itu sangat membuat kaget dan kesal. Saya segera menarik badan ke belakang. Sambil beristighfar berulang kali. 

Tak lama kemudian, pilot pun mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat. Saya berdoa pada Allah, cukup sekali ini saja saya merasakan hal yang tidak menyenangkan ini. Aamiin...



Thursday, July 6, 2023

Kecewa

Bismillahirrahmanirrahim 
Kecewa pada seseorang pasti pernah dialami semua orang. Namun tidak semua orang bisa menghadapi rasa kecewanya terhadap sesuatu atau seseorang. 

Sebagian orang memilih untuk memelihara dendam ketika kecewa. Sebagian lagi membiarkannya begitu saja. Sebagian lagi mencari hikmah dari rasa kecewanya.

Lalu bagaimana caranya agar rasa kecewa kepada orang yang membuat kecewa itu tidak menyakitkan kita? Tidak membuat kita sedih dan sakit hati. 

Lebih baik memilih saran dari beberapa ustadz dari kajian kajian mereka. Atau bisa juga memilih saran dari buku2 yang ditulis para ulama.

Contohnya begini, suatu kali kita kecewa dengan tingkah laku anak yang belum sesuai dengan keinginan kita dan keinginan Allah. Segera instropeksi diri, pasti ada hikmahnya. 

Allah sedang mengajari kita untuk terus mengajarkan kebaikan pada anak-anak kita. Hilangkan rasa kecewa dengan kalimat bahwa tak semua anak mudah menerima ajaran kebaikan. 

Sama seperti anak nabi Nuh AS yg membangkang pada Allah dan ayahnya yang seorang nabi. Kita bisa lebih sedikit lega karena anak kita tidak seperti anak nabi Nuh AS. Yang membangkang dan menolak Allah dan Rasul Nya.
Insyaallah anak kita masih bisa terus kita ajak kepada kebaikan dan terus kita doakan kepada Allah, agar Allah memberikan hidayah kepadanya. 

Atau suami/istri kita masih jauh dari ajaran Allah dan Rasul Nya. Ingatlah, bahwa Allah juga menguji sayyidah Asiah dengan suaminya Firaun yang menolak mengesakan Allah.

Ingat juga istri Nabi Nuh dan Nabi Luth yang membangkang pada Allah dan Rasul Nya.

Alhamdulillah suami/istri kita tidak sampai seperti firaun dan tidak seperti istri Nabi Nuh dan Nabi Luth.

Dengan demikian kekecewaan kita bisa sedikit mereka. Bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini. Bahwa kita harus memperbanyak doa kepada Allah. Bahwa kita harus makin mendekatkan diri pada Allah agar Allah mengabulkan doa-doa kita. Agar kelak Allah pertemukan kita dan keluarga kita kelak di surgaNya. Aamiin.