Showing posts with label Project. Show all posts
Showing posts with label Project. Show all posts

Friday, October 17, 2025

Ritno Kurniawan, Melestarikan Hutan Membangun Nagari

Keterangan foto tidak tersedia.

Foto dari FB Ritno Kurniawan


Bismillahirrahmanirrahim

            Sahabat, apa kalian pernah mendengar atau membaca nama Ritno Kurniawan? Jika belum, saya akan memperkenalkannya kepada kalian. Beliau adalah seorang pria yang sangat mencintai alam dan desanya. Suatu hari setelah menyelesaikan S1-nya di UGM, Bang Ritno, demikian beliau biasa disapa, memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumater Barat. 

            Lubuk Alung adalah sebuah kecamatan yang masih asri. Ada hutan lindung dengan aliran sungai yang indah di sana khususnya daerah Hutan Gamaran. Sayangnya penduduk di sekitar hutan Gamaran itu memanfaatkan hutan dengan cara yang salah. Mereka menebang pohon kemudian menjual kayunya. Dari sana mereka mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka.

            Hati Bang Ritno terpanggil untuk menghentikan pembalakan liar ini. Karena jika masyarakat terus menerus melakukan hal ini, pasti suatu hari hutan akan gundul dan bisa saja terjadi longsor yang akan membuat desa mereka terkena bencana alam. Dalam pikirannya, jika melarang warga desanya untuk menebang pohon, pasti tidak mudah. Apalagi jika tidak diberikan solusi yang bagus. Jadi Bang Ritno berusaha memikirkan solusi apa yang sebaiknya diberikan kepada masyarakat Nagari-nya ini

Suatu hari ketika berjalan ke dalam hutan bersama beberapa teman, Bang Ritno sampai di sebuah air terjun yang indah. Air terjun Nyarai, demikian masyarakat menyebutnya. Bang Ritno tiba-tiba mendapat gagasan untuk menghentikan pembalakan liar itu dengan menjadikan desa mereka sebagai desa wisata. Jika kawasan ini menjadi objek wisata, maka para penebang kayu bisa diajak sebagai pemandu wisata di air terjun Nyarai. Dengan demikian, pemalakan liar bisa dihentikan dan warga pun dapat penghasilan yang memadai dari gagasan ini.

Air terjun  Nyarai ini sangat indah, tingginya sekitar 8 meter berlokasi di Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Air terjun ini dikelilingi batu-batu besar dan pepohonan yang rindang. Airnya sangat bening dan jernih. Jika kita memandang kolam yang menampung air terjun itu, maka airnya terlihat berwarna hijau. Jalan menuju ke air terjun ini juga melewati sungai kecil yang berasal dari mata air. Sangat indah dan asri. Berada di sana membuat semua penat sirna seketika. Apalagi perjalanan dari pemukiman masyarakat menuju air terjun ini tidak membutuhkan waktu lama. Sekitar lima belas menit saja. 

            Bang Ritno pun mengajak beberapa temannya untuk membuka sebuah objek wisata di desa mereka. Karena beliau melihat potensi yang luar biasa dari hutan dan sungai di desa mereka. Pertama Bang Ritno dan timnya meminta pendapat kepada tetua adat di Nagari Salibutan. Mereka mengutarakan keinginan mereka untuk membuat desa mereka menjadi objek wisata. 

            Memang tidak mudah untuk meyakinkan para tetua adat dan masyarakat setempat dengan gagasan mereka, tapi atas izin Allah, mereka mendapat izin dari tetua adat dan masyarakat setempat. Akhirnya pada bulan April 2013, tetua adat pun meresmikan objek wisata air terjun Nyarai ini. 

Awalnya Bang Ritno dan tim memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin bergabung menjadi pemandu wisata dalam sebuah kelompok yang disebut Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Setelah dirasa persiapan mereka cukup, mereka mulai mempromosikan objek wisata di desa mereka. Dalam waktu kurang lebih setahun, usaha mereka membuahkan hasil. Banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Awalnya yang berkunjung adalah wisatawan lokal dari Riau dan sekitarnya. Tapi saat ini wisatawan mancanegara juga sudah berkunjung ke objek wisata Air Terjun Nyarai ini. Perlahan para kepala keluarga yang mempunyai pekerjaan sebagai penebang pohon, beralih menjadi pemandu wisata. 


Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang memanjat dan air terjun

Foto: FB Ritno Kurniawan



  Bang Ritno dan tim memberika fee kepada mereka perhari. Jika saat menebang pohon mereka hanya mendapatkan gaji 150 ribu perpekan, maka saat ini mereka mendapatkan gaji harian 50-80 ribu. Ini tentu lebih menggiurkan dibanding menebang pohon yang beresiko tinggi dan sangat menguras tenaga. 


            Karena usaha mereka sudah mulai berkembang, perekonomian warga sekitar juga mulai mengeliat. Bang Ritno mendaftarkan usaha mereka ini ke Dinas Pariwisata dan Olahraga. Bang Ritno dan tim juga mengembangkan paket wisatanya bukan saja tracking, tapi ada juga kemping atau penginapan, dan drafting.Awalnya mereka mendapatkan bantuan dari dinas pariwisata berupa 2 perahu karet. Tapi saat ini jumlah perahu untuk paket wisata arum jeram mereka sudah bertambah.


Keterangan foto tidak tersedia.           

 Foto : FB Ritno Kurniawan     


             Untuk masing-masing paket wisata, para pemandu mendapatkan fee yang berbeda. Saat ini jumlah anggota pemandu wisata yang dibentuk Bang Ritno sudah lebih dari 168 orang. Ini benar-benar pencapaian yang luar biasa. Mereka bersyukur kepada Allah, bahwa mereka bisa sampai sejauh ini.

            Apalagi kegiatan Bang Ritno ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Baik dari kementrian pariwisata, Astra dan EUCA. Hampir tiap tahun ada saja penghargaan yang diterima pria yang sangat mencintai keluarganya ini. Mulai dari penghargaan tingkat provinsi hingga tingkat internasional. Bang Ritno juga pernah mendapatkan penghargaan dari ASTRA dalam ajang Satu Indonesia Award pada tahun 2017 lalu dalam kategori lingkungan hidup. Menyusul penghargaan lainnya dari Presiden Republik Indonesia dalam hal ini kementria Pariwisata dan Olahraga pada tahun 2019.

 Bukan hanya itu, Bang Ritno juga sering berbagi ilmu dan pengalaman tentang kepariwisataan dan lainnya kepada orang lain. Kebanyakan mereka datang dari beberapa daerah yang juga ingin mengembangkan pariwisata di daerah mereka.

            Pria yang berusia 39 tahun ini tentu saja ingin menularkan kebiasaan baik ini kepada anak-anak dan istrinya. Beberapa kali dia mengajak anak istrinya untuk menikmati keindahan alam anugerah dari Rabb-nya ini. Bagi Bang Ritno hutan dan sungai adalah tempat mengembalikan semua keriuhan dan masalah dalam hidup. Dia merasa tenang dan damai di dalam pelukan hutan. Hutan dan alam memberikan energi baru setiap kali dia berada di sana. Allah  Swt. sudah memberikan semua kebaikan alam kepada kita, jadi tugas kita adalah menjaga dan melindunginya, demikian prinsip Bang Ritno. 

Tak jarang dia berjalan sendiri ke hutan untuk mengisi ulang energinya. Pria kelahiran Bukittinggi dan penyuka fotografi ini memberikan beberapa tips tentang menghadapi hewan liar yang ada di hutan. Salah satunya ketika kita menemukan jejak babi hutan di tanah, maka kita harus tetap tenang. Tidak usah panik. Jika tak sengaja bertemu babi hutan tersebut, maka jangan lari dan jangan bersikap seperti akan menyerang. Tenang dan tidak panik itu kunci memghadapi hewan liar.

            Bang Ritno sangat bahagia bila sudah berada di alam. Menyantap semangkuk mie rebus di pinggir sungai sambil menikmati merdunya kicauan burung  membuat badannya dipenuhi oksitosin yang membangkitkan kebahagian tak ternilai. Kadang rafting bersama anak-anak dan istri membuat kebahagiaan itu makin lengkap. Rasanya jerih payahnya sudah terbayar dengan melihat kondisi hutan yang berhasil dilindungi dari pembalakan liar. Walau mungkin belum sempurna, tapi dia yakin, anak cucunya kelak bisa menikmati desa mereka yang masih asri ini selamanya. Kalau kalian ingin tahu keindahan sungai Nyarai, cek saja Video Sungai Nyarai di sini.

Nah, sahabat semua, ayo kita mulai langkah kecil untuk melestarikan lingkungan kita. Kita mulai dari yang terdekat dengan kita dulu, yuk. Kita bisa mencontoh gagasan Bang Ritno atau bisa juga belajar dari beliau. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ayo! Bersama, kita pasti bisa! []

 

Sumber : IG dan FB Ritno Kurniawan dan lainnya

 

Saturday, March 10, 2018

Proses Kreatif Buku Aku Cinta Masjid




Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah akhir Januari 2018, buku Aku Cinta Masjid akhirnya terbit juga. Saya tahu buku ini terbit juga secara kebetulan. Saat itu salah satu teman penulis menandai saya dalam sebuah postingan fotonya. Foto itu adalah beberapa foto buku yang baru terbit di Penerbit Tiga Ananda. Waktu melihat foto kover buku tersebut, saya seolah dejavu melihat ada nama saya di salah satu kover buku yang di-posting.
“Buku ini saya yang nulis, ya? Tapi saya belum pernah lihat kover buku ini di lemari buku saya?” Kira-kira demikian batin saya waktu itu. Lalu saya telusuri beberapa komentar di postingan tersebut. Ternyata benar, semua foto kover buku yang di-posting adalah buku-buku yang baru terbit dan sahabat saya itu dapat fotonya dari salah seorang marketing yang dia kenal. Karena sahabat ini juga menjual buku-buku terbitan Tiga Ananda.

Saturday, June 11, 2016

Masa Kecil Tokoh Terkenal Indonesia, Bapak Basuki Tjahaya Purnama


            “Hoi, keluar kalian dari situ!” teriak satpam pada kami. Satpam berwajah sangar itu bergegas menghampiri kami.
            “Ayo... buruan!” teriakku pada teman-temanku. Kami pun bergegas mengenakan pakaian. Jangan sampai satpam itu memarahi kami. Saat ini aku dan teman-temanku sedang berenang di kolam renang PT Timah Belitung. Kolam renang ini hanya boleh digunakan oleh anak-anak tertentu saja.  Tentunya anak-anak karyawan PT Timah dan anak-anak dari keluarga mampu lainnya.
            Anak-anak desa seperti teman-temanku tidak pernah diizinkan berenang di sana. Kami berlari menjauh dari kolam renang. Sebenarnya, sebagai anak pengusaha di Belitung ini, aku bisa berenang di kolam renang milik PT Timah ini. Sayangnya aku mengajak teman-temanku, anak- anak warga Kampung Baru untuk berenang di sana.

Sunday, May 20, 2012

Menjadi Guru Pembimbing Klub Penulis Cilik di SDIT Al-Muchtar

Alhamdulillah sejak awal Mei 2012, Kepala Sekolah SDIT Almuchtar Bekasi Utara menawarkan kepada saya untuk menjadi guru pembimbing Klub Penulis Cilik di sekolah tersebut. Tentunya dengan senang hati tawaran itu saya terima. Saya berharap dengan ilmu yang sedikit ini, akan lahir penulis-penulis cilik berbakat dari sekolah ini.
Sebelum memulai aktifitas ini, saya bertanya terlebih dahulu jumlah siswa yang akan saya bimbing. Ternyata menurut Kepala sekolah, murid-murid sangat antusias ketika mendengar kabar ini, sehingga hampir sebagian dari murid kelas 3 hingga kelas 5 yang mendaftar di kub ini. "Seratus anak lebih yang mendaftar Bu," ujar Bu Ema wakil kepala sekolah kepada saya siang itu.
Sungguh saya tak percaya dengan jumlah yang cukup besar itu. Perasaan saya campur aduk, antara senang dan bingung. Senang karena semangat dari anak-anak itu, dan bingung dengan waktu yang akan saya butuhkan untuk mengajar mereka.
Saya tidak ingin hanya sekadar mengajar. Saya ingin membimbing mereka satu persatu hingga menghasilkan tulisan yang layak. Mungkin keinginan saya ini terlalu muluk, tapi saya tidak akan menyerah dengan harapan saya ini. Sementara saya hanya bisa mengajar di klub  ini hanya pada hari sabtu. Karena pada hari biasa, saya tidak bisa meninggalkan Hauzan putra bungsu saya di rumah sendirian. Saya juga tidak mungkin membawanya ke sekolah. Saya khawatir konsentrasi saya mengajar akan terpecah karena sambil mengawasi Hauzan.  Setelah berembuk dengan guru dan kepala sekolah, saya pun sepakat untuk mengajar beberapa sesi. Satu kali pertemuan cukup satu jam. Murid-murid akan dibagi menjadi beberapa kelas. Agar mereka bisa mengikuti pelajaran menulis dengan nyaman.
Pada tanggal 5 Mei 2012, Klub Penulis Cilik SDIT Almuchtar pun dimulai. Alhamdulillah anak-anak sangat bersemangat dan antusias. Sesuai kesepakatan kelas dibagi menjadi 2 bagian. Kelas pertama pukul 8.00 hingga pukul 9.00 dan kelas berikutnya pukul  9.00 hingga 10.00. Untuk sesi perkenalan ini, saya hanya bercerita tentang asyiknya menjadi penulis. Saya meminta mereka membuat sebuah cerita dengan tema bebas. Tema yang paling mereka sukai. Hasilnya sungguh fantastis, dari seratus orang lebih yang datang hari itu, ada sekitar 50-an naskah yang saya baca dan saya nilai cukup menarik. Mereka mempunyai ide-ide yang luar biasa. Saya semakin tertantang untuk mengasah ide mereka itu menjadi sebuah cerita utuh yang layak untuk dinikmati semua orang.
Sampai Sabtu kemarin, sudah 3 kali pertemuan saya membimbing mereka. Jumlah murid memang sedikit berkurang, mungkin karena longweekend. Tapi semangat mereka masih menyala. Sejauh ini saya sudah memperkenalkan kepada mereka tentang mengembangkan ide dengan cara membuat pohon ide yang saya adaptasi dari gaya mengajar Mbak Ichen. Selanjutnya mereka juga saya bimbing untuk membuat karakter / tokoh yang oke dan akan selalu diingat yang saya referensinya saya dapatkan dari guru saya Mas Benny Rhamdani.  Masih banyak ilmu yang akan saya tularkan kepada mereka. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada saya. Semoga Allah selalu memberi kesehatan kepada saya agar saya tetap bisa membimbing mereka, dan bisa terus berbagi ilmu kepada yang menginginkannya.
Semoga saya bisa menumbuhkan semangat mereka untuk selalu menulis. ^_^

Thursday, April 26, 2012

Walau Cuma Satu Orang Yang Datang

Tanggal 1 April 2012 Saya diminta lagi berbagi ilmu menulis untuk adik-adik FLP Kids Bekasi. Acara harusnya mulai pukul 10.00 WIB. Saya mengajak Mbak Ichen untuk berbagi bersama, karena kebetulan kami akan sharing ilmu juga di Panti Asuhan Muslimin Pukul 14.00 WIB.
Mbak Ichen sudah lebih dulu sampai di Unisma tempat kami akan berbgi ilmu. Sepuluh menit sebelum acara yang ditentukan , sayapun sampai di lokasi. Sembari menunggu adik-adik yang belum satupun datang, saya dan Mbak Ichen membahas berbagai macam hal menyangkut materi yang akan kami berikan nanti di 2 tempat bebeda ini.
Lima belas menit menunggu, belum satupun dari peserta maupun panitia yang muncul. Saya dan Mbak Ichen masih meneruskan diskusi kami. Hingga waktu menunjukkan pukul 10. 30 WIB. salah satu adik FLP Kids datang. Namanya Hana, Hana mendapatkan buku saya 2 minggu lalu karena cerpennya bertema fabel. Tak lama kemudian salah satu pantia pun datang, dan minta maaf kepada kami karena sudah terlambat. Dia juga minta maaf, karena ternyata adik-adik yang lain tidak bisa datang karena berbagaimacam alasan. Saya dan Mbak ichen memklumi hal itu.
Karena dari awal niat kami datang ke tempat ini adalha untuk berbagi ilmu, maka saya dan Mbak Ichen tetap mengajar Hana sesuai dengan tema yang diminta. Kali ini tema yang diminta adalah cara mencari dan mengembangkan ide.
Saya tetap menggunakann PPT yangsaya bawa utuk mengajr Hana melalui laptop saya. Setelah itu secara bergiliran saya dan Mbak Ichen meminta Hana mencari ide yang ada di sekitarnya saat itu. Kami meberikan beberapa pertanyaan kepad Hana agar gadis kecil itu bisa mengembangkan idenya menjadi sebuah cerita menarik.
Karena kami berada di teras mesjid Unisma, maka suasana yang terlihat saat itu adalah suasana pagi dengan hembusan angin dan kicaun burung. Hana emilih burung pipit sebagai tokohnya kali ini.
Kami memancing Hana untuk membuat konflik yang akan terjadi pada tokohnya. Hana yang menurut saya sangat berbakat ini, memilih konfliknya si burung pipit ingin makan.
Mbak Ichen bertanya,"apa makanan yang diinginkan burung itu? bagaimana caranya dia mendapatkannya?  di mana ia menemukan makanan itu?" Sesuai dengan prinsip 1 H dan 5 W yang pernah saya berikan waktu pertemuan pertama dulu.
Selanjutnya kami minta Hana mengembangkan idenya menjadi semacam Mind Map, Hana menyebutny dengan Jaring Laba-laba, sementara Mbak Ichen menyebutnya dengan Pohon Ide.  Alhamdulillah Hana mengerti dengan penjelasan kami. Lalu Hana membuat sebuah cerpen yang bgus dengan menggunakan Jaring Laba-laba yang sudah dibuatnya. Setengah jam kemudian, Hana berhasil menyelesaikan satu cerpen yang bagus.
Sungguh saya dan Mbak Ichen kagum dengan daya tangkap Hana. Fabel yang dibuatnya sudah bagus. walau perlu tambahan sedikit dialog. Karena kami memang beum mengajarkan tentang dialog, jadi kami pikir untuk ide dan Jaring laba-laba-nya saja dia sudah berhasil membuat ide yang unik.
 Tidak sia-sia rasanya kami datang ke tempat itu walau hanya mengajar satu anak saja. Semoga selanjutnya karya-karya Hana semakin baik lagi. Terima kasih sudah datang dan terima kasih sudah menjadikan saya dan Mbak Ichen sebagai "bundamu" dalam menulis.
Sebelum pulang, Mbak Ichen menghadiahkan buku Minmie untuk Hana. Semoga Hana semakin semangt menulis ya. ^_^


Thursday, April 19, 2012

Minggu ke 3 di Panti Asuhan Muslimin Karakter dan POV

Minggu ke tiga ini, saya dan Mbak Ichen membahas tentang karakter dan POV/ Sudut Pandang.

Pukul 13. 40 WIB, kami sampai di Panti Asuhan Muslimin. Ternyata belum satu pun adik-adik yang hadir. Ninda dan mahasiswa lainnya juga tidak terlihat. Untunglah 20 menit kemudian seseorang dari panti asuhan membawa layar beserta infocusnya. Setelah memasang semua perlengkapan itu, saya dan Mbak Ichen menyalakan laptop dan menikmati sendiri video tentang karakter dari sebuah buku yang di download Mbak Ichen dari internet. Pukul 14. 35 WIB 3 orang adik peserta latihan menulis baru muncul, yaitu Yusup, Darma dan Putra. Lalu disusul oleh Siti Aminah, Istiqamah dan (lupa namanya). Karena waktu yang terus berjalan, akhirnya kami mulai kegiatan sore itu walau belum semua adik-adik hadir.
Saya menjelaskan cara membuat karakter yang kuat, sesuai pelajaran yang saya dapat dari Pak Kepsek Benny Rhamdani sewaktu di Kelas Ajaib tempo hari. Saya menjelaskan kepada mereka agar membuat biodata dari karakter yang akan mereka jadikan tokoh cerita, selengkap mungkin, termasuk kebiasaan baik dan kebiasaan buruk beserta ciri khas karakter mereka itu.
Selanjutnya saya menjelaskan tentang POV, sesuai dengan materi yang saya dapatkan dari pak Kepsek juga. Di tengah keseriusan saya dan adik-adik membahas materi ini, muncul lagi 3 orang adik dari panti asuhan lain (lupa namanya)
Selanjutnya saya dan Mbak Ichen meminta mereka membuat sebuah karakter lengkap dengan biodatanya seperti yang saya sampaikan tadi.

Lima belas menit kemudian mereka selesai membuat tugas yang kami minta. Atas permintaan Ninda dan karena saya membaca tugas yang mereka buat tempo hari ( yang dikirim Tacik Ratih via email). Ternyata mereka hanya membuat beberapa paragraf saja, akhirnya saya dan Mbak Ichen sepakat untuk meminta mereka membuat sebuah cerpen utuh sepanjang satu halaman folio. Dengan menggunakan ide, konflik dan karakter yang sudah mereka pelajari dalam 3 pekan terakhir.
setengah jam kemudian, mereka berhasil menyelesaikan sebuah cerpen, sesuai dengan yang kami minta. Ada paragraf pembuka, alur dan konflik serta ending. Tak lupa saya memberikan sedikit contoh dialog kepada mereka agar mereka bisa menyisipkan dialog dalam cerpen mereka. Selanjutnya kami langsung memeriksa dan mereview cerpen itu.
Kami membuat beberapa catatan di bawah cerpen mereka, kami langsung menjelaskan kepada mereka bagian yang harus diperbaiki dan ditambah atau dikurangi.
Untuk pekan mendatang kami harap trainer berikutnya meminta kepada mereka cerpen yang sudah direvisi, karena kami mengembalikan cerpen itu kepada mereka dan meminta mereka menyelesaikannya di rumah dan membawanya pekan depan.

Friday, March 30, 2012

Berbagi Ilmu Dengan Adik-adik SMP Pelita Harapan International Lippo Cikarang

Hari Selasa malam, pukul 19.00 WIB, Kak Agga dari Penerbit Mizan menelepon saya. Beliau meminta saya berbagi ilmu menulis di SMP Pelita Harapan International Lippo Cikarang. Walau sehari sebelumnya Kak Wiwik sudah memberitahukan pada saya tentang hal ini, tetap saja jantung saya dag-dig-dug mendengarnya. Perasaan saya waktu itu senang, karena saya mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu menulis yang sedikit ini. Sekaligus bingung karena jam dan harinya adalah di saat jam kerja ( Kamis 29 Maret 2012 pukul 7.30 WIB) . Pada hari dan jam kerja seperti ini saya biasanya tidak bisa "keluar". Karena tidak ada yang menjaga anak saya Hauzan yang masih berusia 18 bulan di waktu saya memberikan materi nanti. Keluarga kami tidak mempunyai asisten rumah tangga.
Tapi, karena keinginan saya yang sangat kuat untuk berbagi ini, akhirnya saya menyetujui ajakan Kak Agga itu. Sekilas saya berpikir, Hauzan akan dijaga kakaknya Syifa, karena Syifa berangkat siang ke sekolah.
Malamnya, Kak Agga mengirim email ke saya yang berisi alamat dan jumlah siswa yang akan ikut pelatihan menulis ini. Setelah email itu saya baca, saya lalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk presentasi saya di hari H.
Saya lalu minta ijin kepada suami untuk mengajak Hauzan dan Syifa pada hari kamis itu ke acara yang dimaksud. Suami pun mengijinkan. Tapi kemudian saya ingat, bagaimana dengan Hikmal yang pulang sekolah pukul 12.00 WIB? Sama siapa dia di rumah? Lalu saya coba menghubungi tetangga untuk menitipkan Hikmal pada mereka. Sayangnya mereka menyarankan saya mengajak Hikmal saja. Itu artinya mereka keberatan menjaga anak saya. Baiklah saya pikir sebaiknya saya mengajak Hikmal juga. Saya meminta suami agar bersedia cuti hari kamis untuk menjaga dan mengantar saya ke lokasi. Alhamdulillah semuanya dimudahkan oleh Allah. Suami ternyata berhasil mendapatkan cuti yang biasanya tidak bisa karena mengajukan surat cuti mendadak.
Hari Kamis pagi akhirnya kami sekeluarga berangkat menuju Lippo Cikarang. Hikmal saya ajak, saya sudah menelepon wali kelasnya untuk minta ijin.
Sekitar pukul 6.10 WIB anak-anak sudah rapi. Kami pun siap berangkat. Saya berharap sampai di tujuan lebih awal. Apa daya ternyata harapan saya tidak sesuai dengan kenyataan. Kami terjebak macet di beberapa titik. Pertama di perlintasan kereta api menuju Tol Bekasi Barat. Ke dua, setelah beberapa menit di dalam tol, yang ke tiga , tiga kilometer dari pintu keluar dari Cikarang dan yang terakhir setelah keluar dari Tol Cikarang. Saya merasa bersalah ketika jam menunjukkan pukul 8.00 WIB sementara saya masih di dalam tol. Sementara seharusnya acara sudah dimulai setengah jam yang lalu. Saya segera menelepon Kak Agga untuk minta maaf atas kejadian ini. 
Setelah bermacet-macet di tol, saya akhirnya sampai di lokasi pukul 8.20 WIB. Saya bertemu dengan Kak Agga dan Mrs Meicky ( guru yang mengundang kami ke acara tersebut). Setelah minta maaf kepada mereka, acarapun dimulai. Kak Agga membukanya dengan memperkenalkan produk KKPK dan Pinkberry Club. Ternyata sekolah itu menjadikan salah satu buku KKPK sebagai salah satu buku "pelajaran" mereka.
Adik-adik itu cukup antusias mengikuti penjelasan saya. Selesai memberikan materi, saya dan Kak Agga memberikan tugas kepada mereka. Kami meminta mereka membuat sebuah cerpen, atau beberapa paragraf cerpen yang mereka ambil dari tema keseharian mereka. Kami memberikan waktu 7 menit untuk mereka menyelesaikan tugas itu.
Setelah 7 menit berlalu, Kak Agga dan Mrs Mecky mengumpulkan tugas adik-adik itu. Saya membaca dan memilah serta memilih cerpen yang menurut saya sangat bangus. Sementara Kak Agga melanjutkannya dengan memperlihatkan dan bercerita tentang acara Konferensi Penulis Cilik Indonesia yang diadakan Mizan beberapa waktu lalu.
Seperti yang diberitahukan oleh Mrs Meicky, ternyata adik-adik yang ikut pelatihan menulis kali ini beberapa diantaranya berbakat dalam menulis. Tulisan mereka cukup variatif. Ide mereka juga unik-unik. Ada yang membuat cerita fantasi, fabel, dan tentang cita-cita dan keinginan mereka. Saya yakin dan sangat berharap mereka mau melanjutkan membuat cerita dari ide keren yang mereka punya.
Akhirnya, seperti biasa, saya terpaksa harus memilih 3 cerpen yang paling keren. Kebetulan saya hanya membawa 2 buku saya untuk hadiah. Kak Agga juga tidak sempat mampir ke kantor untuk mengambil buku, untungnya dalam tas Kak Agga masih terselip satu gantungan kunci Mizan Fantasi. Salah satu cerpen yang saya pilih adalah yang dibuat oleh Gabriella. Alasan saya memilih cerpen Gabriella sebagai pemenang pertama adalah karena Gabriella berhasil membuat saya menangis (dalam hati) ketika membaca cerpennya, meskipun cerpen itu baru dua paragraf. Cerpen itu menceritakan tentang seorang anak yang tak sanggup memainkan piano yang diberikan sahabat tercintanya karena sang sahabat telah pergi keharibaan Tuhan untuk selamanya. Gabriella menulisnya dengan cara yang berbeda sehingga saya, Kak Agga dan Mrs Meicky ikut terhanyut ketika membacanya. Cerpen itu juga kami bacakan untuk teman-teman Gabriella. Teman-temannya juga setuju kalau cerpen itu layak mendapatkan hadiah novel Kania's Dream.
Selanjutnya saya memilih fabel yang ditulis oleh Monic. Fabel kucing yang bernama Nyanmaru yang ingin berlari dengan menggunakan sepatu roda. Saya menghadiahkan pictbook My Lovely Brownies kepada Monic.
Kak Agga memilih cerpen dengan tema perang antar galaxi yang terjadi 200 tahun yang lalu. Cerita ini dibuat oleh seorang anak laki-laki ( maaf saya lupa namanya) idenya sangat unik. Kami berharap mereka mau meneruskan tulisan itu menjadi sebuah novel atau cerpen. 
Pukul 11.30 WIB, acara pun selesai. Saya dan Kak Agga diajak makan siang ke kantin sekolah PHI. Karena saya membawa "rombongan", akhirnya saya minta ijin pulang lebih dulu. Kak Agga dan Mrs Mecky melanjutkan diskusi mereka.
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya minta maaf atas keterlambatan kehadiran saya. Atas kekurangan dan keterbatasan materi yang saya berikan. Semoga suatu saat nanti saya bisa kembali berbagi ilmu bersama mereka. Terima kasih kepada Penerbit Mizan, melalui kak Agga dan Mas Benny Rhamdani serta kepada SMP PHI Cikarang, melalui Mrs Meicky atas kesempatan berharga yang diberikan kepada saya.  ^_^

Tuesday, March 13, 2012

Berbagi Ilmu Menulis di FLP Kids Bekasi

Ahad 11 Maret 2012 lalu saya diminta Mbak April dari FLP Bekasi untuk memberikan motivasi menulis bagi adik-adik FLP Kids Bekasi. Acara ini diadaan di kampus Unisma Bekasi. Karena saya sudah tahu lokasi acara ini, saya seperti biasa bersama keluarga kecil saya berangkat menuju kampus tersebut jam 7.50 Wib. Saya berharap jam 8.30 sudah sampai di lokasi. Dengan demikian cukup waktu bagi saya untuk "menguasai medan". Alhamdulillah sesuai dengan rencana saya, saya pun tiba di loksi tepat waktu. Ternyata masih belum banyak peserta workshop yang datang. Apalagi saya tidak melihat satu pun anak-anak yang akan mengikuti workshop bersama saya. Sembari menghubungi Mbak April, saya melihat ruangan workshop. Kursi dan meja untuk pemateri sudah rapi berikut in fokusnya. Kursi untuk peserta workshoppun sudah rapi, ruangan ber-AC ini cukup nyaman bagi saya. Harapan saya semoga adik-adik dari FLP Kids juga nyaman dalam mengikuti sesi motivasi nanti.
Beberapa menit kemudian saya bertemu Mbak April, Mbak April memperkenalkan saya kepada pengurus FLP lainnya.Setelah itu kami berbincang sejenak. Menurut Mbak April ternyata ada lebih dari 20 anak yang akan mengikuti acara ini nanti. Karena acara ini juga berbarengan dengan workshop menulis untuk peserta dewasa, maka nanti panitia akan memberikan ruangan khusus untuk saya dan adik-adik tersebut. Ruangan itu berada di samping ruangan yang baru saja saya masuki. Karena para peserta belum banyak yang datang, akhirnya saya memutuskan untuk menunggu di dalam mobil sembari memberi ASI untuk Hauzan, putra ke tiga saya. Jam di HP saya sudah menunjukkan angka 9.30 Wib, sudah lewat dari acara yangseharusnya dimulai jam 9.00 Wib. Selesai memberi Asi, saya segera masuk ke ruangan workshop. Sudah lumayan banyak peserta yang datang. Sayangnya saya hanya melihat 4 orang anak saja saat itu. Perasaan saya sanagt sedih karena ternyata sedikit sekali anak-anak yang menghadiri acara ini. Tapi untunglah Mas Sudiyanto sebagai ketua FLP Bekasi mengatakan bahwa ada sejumlah anak yang masih dalam perjalanan. Keceriaan saya kembali muncul. Tepat jam 10.00 Wib, acarapun dimulai. Pembukaan dari MC diiring dengan pembacaan ayat suci alquran berserta terjemahannya. Selanjutnya anak-anak diminta memasuki ruangan khusus untuk mereka, dan orang dewasa tetap di ruangan tersebut. Saya pun bergabung dengan anak-anak di ruangan yang baru.
Begitu kami memasuki ruangan bar hanya ada 2 orang anak yang berseia 'lepas' dari orangtuanya. Dua orang lainnya tidak mau bergabung dan tetap ingin duduk dekat orang tua mereka di workshop menulis untuk ibu mereka. Untunglah dua menit kemudian segerombolan adik-adik dari Sanggar Matahari muncul dan bergabung bersama saya dan dua orang adik yang sudah masuk tadi. Ternyata adik-adik dari sanggar inilah yang tadi dimaksudkan oleh sang ketua FLP Bekasi. Betapa senangnya saya. Acara berbagi motivasi menulis untuk anakpun dimulai. Saya memulainya dengan bercerita pengalaman masa kecil saya waktu "dikejar" orang gila. Mereka terlihat antusias mendengarkannya. Sesekali menreka menyeletuk ketika saya menggambarkan ketakutan saya waktu itu. Saya senang melihat keingintahuan mereka tentang akhir cerita saya. Selesai dengan cerita, saya baru masuk ke dalam motivasi menulis untuk adik-adik tersebut. Saya memberikan sebuah contoh cerita yang mungkin bisa diambil dari pengalaman pribadi seperti yang saya ceritakan tadi.
Satu jam berlalu, sesi terakhir, saya minta mereka menulis sebuah cerita sesuai dengan pengalaman mereka. Saya memberikan waktu 15 menit bagi mereka untuk menyelesaikan beberapa paragraf yang mengandung 1 H dan 5 W. Adik-adik itu pun mulai menulis cerita sambil mengingat pengalaman mereka. Ketika waktu yang saya berikan sudah habis, Kak Uci yang bertugas sebagai moderator meminta kertas yang sudah mereka tulis. Ada sekitar 25 orang anak saat itu. Semua menulis cerita yang saya minta. Betapa senangnya saya, ternyata sebagian dari mereka sudah mengerti dan memahami struktur sebuah cerita seperti yang saya bahas tadi. Hanya sebagian kecil yang membuat satu atau dua paagraf saja. Sisanya sudah membuat satu cerita utuh. Saya membaca tulisan mereka. Sementara itu Kak Uci memberikan games kepada adik-adik itu sembari menunggu pengumuman dari saya. Karena saya berjanji akan memberikan satu buah Novel Anak Kania's Dream bagi cerita yang bagus.
Lima belas menit cukup bagi saya untuk membaca semua tulisan mereka. Ada 10 orang yang bercerita tentang sebuah tema. Ada satu yang bercerita dengan tokoh fabel, dan beberapa lainnya yang bercerita layaknya sebuah diari. Ada rasa haru dan sedih ketika membaca 'curhatan' adik-adik dari Sanggar Matahari itu. Betapa sangat tertekannya mereka ketika harus mengamen di jalanan. Ada yang karena diminta orangtuanya untuk mengamen, ada juga yang karena keinginan mereka sendiri untuk membantu orangtua. Ah, sungguh ini pelajaran berharga bagi saya. Saya berharap bisa memotivasi mereka untuk selamanya menulis. Saya berharap agar suatu hari nanti mereka memperoleh uang dari hasil menulis, bukan mengamen di jalanan, seperti isi curhatan mereka.
Akhirnya saya memberikan buku saya itu kepada Adik Hana, yang membuat cerita fabel.Walau saya belum menjelaskan padanya tentang tokoh fabel, ternyata adik Hana sudah bisa bercerita dengan menggunakan tokoh hewan. Selesai sudah acara motivasi menulis pada hari itu. Sebelum pulang, panitia mebawakan saya oleh-oleh berupa piagam yang sudah dibingkai dengan indah. Ternyata di belakang bingkai piagam itu panitia menyelipkan 'sesuatu' ditambah dua kotak cokelat lezat. Terima kasih atas kesempatan berharga ini. Semoga lain kali saya bisa lebih banyak berkontribusi dalam acara FLP Kids Bekasi.

Monday, March 5, 2012

Berbagi Motivasi Menulis Bagi Adik-adik Panti Asuhan se Jakarta Pusat


Hari Minggu 4 Maret 2012, saya bersama 3 trainer Galeri Kelas Ajaib berbagi motivasi menulis kepada adik-adik panti asuhan se Jakarta Pusat. Acara ini diadakan mahasiswa PPM Manajemen Jakarta bersama yayasan anak yang di kelola Kak Seto. Acara dimulai jam 9. 15 wib. Ketika saya sampai di gedung PPM Manajemen yang terletak di dekat Tugu Tani itu, suasana masih sepi. Saya yang datang bersama anak-anak dan suami saya, sengaja berangkat lebih awal agar lebih siap memberi motivasi kepada mereka. Saat itu masih jam 8.30 Wib.
       Ternyata Mas Sokat dan keluarga kecilnya sudah sampai lebih dulu dari saya. Setelah berbincang dengan Mas Sokat, kamipun menuju lantai 2 tempat acara diadakan. Di Sana sudah ada beberapa peserta dan panitia. Setelah memperkenalkan diri kepada panitia, saya dan Mas Sokat bertanya lebih lanjut tentang tema yang akan kami berikan hari ini. Karena seperti permintaan panitia tempo hari, acara ini akan dilanjutkan dengan workshop menulis bagi adik-adik tersebut. Hari ini merupakan acara pembuka bagi kegiatan selanjutnya hingga bulan Juli mendatang.
Sebelum acara dimulai kami diundang oleh salah seorang dosen PPM Manajemen ( Pak Aries) ke dalam ruangannya . Beliau sebagai penanggung jawab acara ini. Menurut beliau, kampus mereka memang selalu mengadakan acara 'turun lapangan' seperti ini bagi mahasiswanya. Mahasiswa memilih melakukan kegiatan berbagi kepada adik-adik panti asuhan se Jakarta Pusat. Kampus memfasilitasinya. Ke depan mereka berharap praktek lapangan bagi mahasiswa mereka ini bisa menghasilkan orang-orang muda kreatif dalam bidang mereka masing-masing.
          Pak Aries juga berterima kasih atas kesedian Galeri Kelas Ajaib menjadi motivator sekaligus trainer bagi calon penulis muda ini. Beliau berharap kerja sama ini terus berlanjut.
Selanjutnya acara motivasi dan diskusipun dimulai. Acara dibuka dengan rekaman video Kak Seto yang mengucapkan selamat belajar bagi adik-adik, beliau berharap adik-adik bisa menjadi seorang penulis kreatif dan memberi pesan positif pada tulisan mereka bagi orang lain. Beliau minta maaf karena tidak bisa hadir, karena sedang berada di Palu. Lalu sesi motivasi menulis dimulai. Pertama Kak Indah Juli memberikan motivasi kepada 30 orang peserta dari berbagai panti asuhan di Jakarta Pusat ini. Peserta yang masih duduk di bangku SMP dan SMA ini terlihat masih malu-malu. Kak Indah memancing mereka dengan beberapa pertanyaan seputar keinginan mereka untuk menulis. Beberapa waktu kemudian, beberapa peserta mulai aktif dan bersemangat untuk bertanya tentang dunia menulis.
          Selesai diskusi dari Kak Indah, selanjutnya kesempatan itu diberikan kepada saya. Walau sedikit nervous dan demam panggung saya mengajak adik-adik itu untuk memperkenalkan diri dulu. Hal ini saya lakukan untuk lebih mengenal mereka. Karena kebetulan tadi mereka belum memperkenalkan diri mereka masing-masing. Selanjutnya saya mencoba membuka imajinasi mereka melalui sebuah cerita. Saya minta mereka membayangkan diri mereka berada dalam sebuah hutan yang luas. Dan selanjutnya saya meminta mereka berimajinasi dengan keadaan hutan, pohon dan buah-buahan dalam hutan itu. Kesimpulannya, ketika menulis sebuah cerita fiksi, mereka bisa berimajinasi sejauh apa yang mereka inginkan.
          Saya juga meminta mereka selalu menulis aktifits mereka dalam sebuah diari, karena semakin biasa mereka menulis, akan semakin mudah mereka menuangkan ide dalam tulisan mereka nanti. Saya juga meminta mereka rajin membaca, karena tidak ada tulisan tanpa membaca sebelumnya. Dengan sering membaca maka akan membuka wawasan dan menemukan hal-hal baru atau ide-ide untuk menulis sebuah cerita.
         Sesi berikutnya disampaikan oleh Mas Sokat. Karena diawal Kak Indah dan saya sudah menyampaikan sedikit teori, saatnya Mas Sokat meminta mereka untuk praktek menulis. Mas Sokat meminta adik-adik itu membuat sebuah cerita dengan tema sepeda. Merekapun bersemangat menulis sebuah cerita. Mas Sokat memberikan waktu 15 menit bagi mereka untuk menyelesaikan beberapa paragraf.
       Setelah selesai dengan tugas dari Mas Sokat, Mas Sokat meminta mereka membaca cerita yang mereka buat. Sungguh menakjubkan dan membuat kami semakin bersemangat untuk melatih mereka menulis, ternyata cerita yang mereka buat cukup menarik. Ada satu hal yang sempat membuat kami menahan napas, ketika Mas Sokat bertanya, "Apakah ada di antara adik-adik yang tidak menulis? Kalau ada silakan tunjuk tangan." Tentunya kami menginginkan jawaban mereka adalah 'tidak ada' Tapi kenyataannya tidak demikian, ada satu orang yang menunjuk tangan. Sontak kami memandang adik itu. Mas Sokat bertanya alasannya tidak menulis. Sambil malu-malu dia menjawab,"saya tidak punya pulpen Kak."
         Olala... saya menarik napas lega, tadi saya sempat berpikir mungkinkah karena dia tidak mau dan tidak bisa menulis? ternyata alasannya karena pulpen tidak punya. Walau miris mendengarnya, saya dan teman-teman lega. Pada dasarnya mereka ingin menulis dan bersemangat menjadi seorang penulis.
         Sesi terakhir yaitu diskusi dan tanya jawab, kami memberikan beberapa buku hasil karya kami kepada adik-adik yang aktif bertanya. Saya memberikan Kania's Dream untuk salah satu peserta yang menurut saya cerita yang ditulisnya tentang sepeda cukup menarik. Setelah itu salah satu panitia menelpon Kak Seto dan meminta adik-adik menyapa Kak Seto melalui telepon yang di dekatkan ke mikropon. Acara berakhir dengan makan siang. Sebelumnya kami mengabadikan kebersamaan kami dalam sesi foto bersama.
        Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya ucapkan terima kasih untuk kesempatan berbagi ini kepada Kampus PPM Manajemen dan adik-adik dari panti asuhan se Jakarta Pusat. Khususnya kepada Mbak Dyah yang sudah membuka jalan bagi saya ke dalam dunia baru ini. Sampai bertemu lagi di kesempatan berikutnya. ^_^

Tuesday, January 10, 2012

Various Picture Book Class

Alhamdulillah, tadi malam seitar jam 19.00 Wib, kelas menulis picture book dimulai. Untuk pekan pertama ini Kak Indah Juli yang memberikan materi seputar pengenalan picture book dan format picture book. Pekan berikutnya akan dilanjutkan oleh Mbak Shinta Handini dengan tema mengembangkan ide dll. Saya akan menutup materi di pekan ke tiga dengan tema editing dan sinopsis. Walau belum semua peserta hadir di kelas, tapi kelas terasa 'hidup' karena beberapa pertanyaan dari teman-teman yang bersemangat mengikuti kelas ini. Semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat untuk teman-teman. Harapan kami, setelah keluar dari kelas ini, teman-teman bisa menghasilkan karya berupa picture book yang menginspirasi anak-anak. ^-^

Sunday, January 8, 2012

Inilah Penerima Beasiswa Various Picture Book

Halo teman-teman! Terima kasih atas partisipasinya mengikuti seleksi beasiswa untuk Various Picture Book Class. Sungguh senang membaca alasan teman-teman untuk mendapatkan beasiswa ini. Semua alasan keren dan hebat. Sayangnya kami harus memilih 10 orang dari 30 orang lebih pendaftar. Cukup alot memutuskan siapa yang berhak menerima beasiswa ini. Alhamdulillah akhirnya kami memilih 10 orang dari awalnya 9 orang yang akan kami berikan beasiswa. Inilah nama peserta terpilih itu.

Amat Khoiri
Caecilia Krismariana
Ami Susiani
Erna Nashohah
Tia Marty
Cahya Naurizza / Sri Cahyati
Naqqiyah Syam
Ila Rizky Nidiana
Imma Rahmawati Ulfa
Afin Yuliani.

Selamat ya! Bagi teman yang belum terpilih jangan kecewa. Semoga kami bisa memberi beasiswa lagi di lain kesempatan. Tetap semangat dan teruslah berkarya! :)

Salam
Indah Juli, Shinta Handini dan Nelfi Syafrina.

NB : Kelas akan dimulai hari Senin 9 Januari 2012. Karena kelas ini akan dibuat di group FB, kami mohon semua peserta terpilih meng-add akun FB Indah Juli, Shinta Handini dan Nelfi Syafrina.

Wednesday, January 4, 2012

Yuk Gabung di Kelas Ajaib 2012

 
Kabar gembira ! bagi sahabat yang ingin belajar lebih banyak tentang menulis Novel Anak, ayo bergabung di Kelas Ajaib.
Kelas Ajaib 2012 akan dimulai dengan trainer Benny Rhamdani , penulis buku cerita anak bestseller dan chief editor Dar! Mizan.
Kelas akan berlangsung tanggal 21, 22, dan 29 Januari 2012 di Museum Bank Mandiri, Jalan Lapangan Stasiun, Kota, Jakarta.
Saya jamin sahabat pasti akan tertular semangat guru kami itu. Mas Benny bukan saja mengajarkan cara menulis cerita anak yang keren, tapi juga terus mensupport kita untuk selalu produktif menulis. So don,t miss it !
 Buruan daftar ke Kak Indah Juli, facebook Indah Julianti Sibarani, twitter @IndahJuli.
Tempat terbatas! Piawai menulis cerita anak, bukan lagi sekadar mimpi!
See you there! ^_^

Tuesday, January 3, 2012

Pelatihan Menulis Skenario Online Gratis selama 1 Bulan


Berita gembira buat kamu yang suka menulis skenario! Rumah Pena dan Kelas Kecil bekerja sama mengadakan Kelas Online Kursus Skenario Gratis!
Selama 1 Bulan!
Peserta terbatas! Hanya 10 orang.
Apakah Anda yang berhak mengikuti kursus skenario gratis ini?
Coba dulu tantangan kami!
Buatlah sebuah sinopsis cerita 1/2 halaman lalu tulis alasan kenapa kamu harus menerima beasiswa kursus menulis skenario?

Kirim jawaban kamu ke email rumah_pena@yahoo.com
Paling lambat tanggal 5 Januari jam 23.59 WIB. 10 Pemenang yang beruntung akan diumumkan tanggal 7 Januari dan langsung dimasukkan dalam GRUP RAHASIA.

Siapa pengajarnya?
Inilah dia...
Achi TM dan Sokat Rachman

Achi TM adalah penulis serial anak-anak dan puluhan FTV. Sokat Rachman, penulis puluhan naskah skenario sitkom seperti Coffe Bean, Cagur Naik Bajaj, Kejar Tayang dan lain-lain.

Tertarik?
Ayo tunggu apalagi! Buat sinopsis mini-nya lalu kirim!
Sumber: Benny Rhamdani

Pelatihan Menulis Ala Chicken Soup Online Gratis 1 Bulan

Write Your Diary

Teman-teman cantik, kalian semua pastinya suka curhat, kan?
Suka gosip? Atau, menulis diari?
Daripada curhat tak jelas atau gosip tak penting, lebih baik semua kisah atau pengalaman hidup kalian dituangkan ke dalam tulisan. Yang sudah biasa menulis diari, ayo, siapa tahu tulisanmu bisa "disulap" menjadi buku yang dibaca semua orang.

Training penulisan "Write Your Diary" sedang mencari maksimal 10 orang peserta untuk mengikuti training menulis ala chicken soup for the soul secara online. Gratis selama 1 bulan!
Write Your Diary adalah training penulisan yang ditujukan untuk penulis pemula, perempuan remaja, dan dewasa yang ingin menyampaikan pengalaman hidup mereka melalui tulisan.

Bersama para trainer cantik dan berpengalaman:
Dyah P. Rinni; penulis buku dan editor lepas
Fita Chakra; penulis buku parenting dan cerita anak
Haya Aliya Zaki; penulis buku kisah inspiratif dan editor lepas
Wylvera Windayana; penulis buku kisah inspiratif dan cerita anak

Tapi... ada syaratnya, ya. Calon peserta diseleksi dulu.
Silakan tulis curhatan terbaik kamu di kertas A4, cukup 1 hal saja. Yang memenuhi kriteria, akan dipilih menjadi peserta. Kirim ke email: wylvera.w@gmail.com dengan subjek "Curhat Online"
Mudah, kan? Segera tulis curhatan terbaikmu. Ditunggu hingga tanggal 5 Januari 2012.
Yang lolos seleksi akan segera bergabung di grup rahasia "Training Online Gratis" tanggal 9 Januari 2012.

Pelatihan Menulis Novel Komedi Online Gratis 1 Bulan

Pelatihan Menulis Novel Komedi Online

Ngerasa lucu? Pengin lucu-lucuan di buku? Belajar dulu pada penulis-penulis buku komedi best seller ini!


Kalau selama ini kamu mengenal nama Hilman ‘Lupus’ Hariwidjaja, Boim Lebon, Raditya Dhika, Adhitya Mulya, Oben Cedrik, Poconggg, atau Iwok Abqary dan Beby Haryanti Dewi (hihihi) yang bergelut dalam dunia novel komedi, kenapa tidak sekarang giliran kamu?

Menulis cerita komedi itu bisa dipelajari kok. Setiap orang pasti memiliki sense of humor masing-masing, seorang introvert sekali pun. So, kenapa tidak memulai untuk menulis novel komedi kamu yang pertama?

Tertarik menulis cerita komedi? Yuk gabung di Kelas Penulisan Novel Komedi yang digagas oleh kolaborasi antara :
~ Kelas Kreatif – Beby Haryanti Dewi
~ Corner Class – Iwok Abqary
~ Kelas Gagas - Rezki Dayan

Di sini kamu semua akan diarahkan untuk menjadi seorang penulis cerita komedi. Cihuy banget kan? Tersedia 10 kursi GRATIS untuk kamu yang berminat. Untuk terpilih menjadi salah satu peserta gampang banget caranya.

  1. Buat sebuah cerita komedi sepanjang 1-2 halaman A4 dengan renggang 1,5 spasi.
  2. Cerita yang disusun boleh tamat ataupun masih menggantung. Kami hanya ingin mengetahui gaya penulisan kamu saja, kok.
  3. Tuliskan biodata kamu, seperti nama lengkap, ID facebook, akun twitter, nomor Handphone, dan tentu saja email kamu yang masih aktif.
  4. Kirim cerita dan biodata kamu ke novelkomedi@gmail.com selambat-lambatnya tanggal 8 Januari 2012.
  5. 10 orang calon peserta yang terpilih akan diumumkan tanggal 10 Januari 2012.
  6. Oya, peserta diprioritaskan untuk yang belum pernah menerbitkan novel komedi atau buku antologi bergenre komedi.

Siap menjadi penulis novel komedi selanjutnya? Ayo gabung!


Sumber: http://iwok.blogspot.com/2012/01/pelatihan-menulis-novel-komedi-online.html

Various Picture Book Class


 


Halo teman-teman...
Kami akan membuka kelas menulis picture book online.
Kelas ini dimentori oleh Indah Juli, Shinta Handini, dan Nelfi Syafrina.
Kami memberikan beasiswa bagi 9 orang yang memenuhi syarat. Peserta akan diseleksi, karena tempat terbatas.

Caranya adalah:
1. Tulis alasanmu ingin menulis picture book dalam 200 karakter.
2. Kirim ke nelfisyafrina@rocketmail.com dengan subjek Various Picture Book Class.
3. Ditunggu hingga tanggal: 5 Januari 2012 jam 24.00.

Kelas dimulai tanggal :
9 Januari 2012 → setiap hari Senin selama bulan Januari.

So don’t miss it!