Thursday, August 13, 2026

Misteri Batu Besar

Misteri Batu Besar 

            

            “Kita jangan lewat sana ya Nel. Ada ular gede di bawah batu itu,” kata Vivi. Nelfi terkejut mendengar ucapan Vivi itu. Dia punya trauma dengan ular. Dia sangat takut melihat ular. Karena dulu, ketika dia TK ada ular cukup besar masuk ke rumah mereka. orangtua Nelfi panik dan hampir celaka ketika mencoba menangkap ular itu.

            “Siapa yang bilang?” tanya Nelfi penasaran. Siang itu murid SD Inpres Bukit Cangang baru pulang sekolah. Mereka semua berlarian menuju rumah masing-masing. Ada yang rumahnya di depan sekolah, ada juga yang rumahnya berjaran 2 KM dari sekolah. Tak terlihat wajah Lelah di mata mereka. Mereka senang sekali setelah setengah hari bersekolah. 

            “Tata dan teman-teman lain. Tadi mereka cerita begitu,” jelas Vivi. Nelfi memperhatikan batu besar yang dimaksud Vivi. Sekilas batu itu memang terlihat misterius. Letaknya di pinggir jalan pertigaan. Batu itu sangat besar, seukuran setengah rumah. 

            Tapi Nelfi tak percaya begitu saja. Kenapa baru hari ini dia mendengar cerita tentang batu itu? Padahal mereka sekolah di sana kan sudah hampir 4 tahun. Selama ini tak pernah terdengar ada cerita tentang batu yang di bawahnya merupakan sarang ular besar.

            “Aku sering cari buah beri di sana bareng kawan-kawan lain. Nggak pernah ketemu ular tuh,” sanggah Nelfi.

            “Ya udah kalau nggak percaya, yang penting aku sudah kasih tau kamu. Kalau nanti tiba-tiba kamu ketemu ular besar, jangan nyalahin aku ya,” Vivi berlari di jalan menuju rumahnya. Rumah Nelfi dan Vivi searah. Mereka sering bertemu di jalan dan berangkat atau pulang bareng. Kadang ada Yuli, Yusi dan kawan lainnya. Tak jarang juga mereka bertemu Romi dan Fadil yang juga searah dengan mereka.

            “Hei! Tungguin Vi!” Nelfi pun mengejar sahabatnya itu. 

            “Aku percaya kok. Aku ngomong kayak gitu biar aku nggak takut,” jelas Nelfi setelah berhasil mengiringi langkah Vivi.

            “Makanya tadi kamu harusnya ikut ngobrol sama kita di luar perpus. Kamu sih asyik baca buku di perpus, jadinya kamu nggak percaya sama cerita itu. Tata aja kalau mau ngaji lewat sana, dia pasti lari katanya,” gerutu Vivi.

            “Iya… iya… maaf deh. Tapi kok kita selama ini nggak pernah dengar ceritanya ya?” tanya Nelfi lagi. Vivi mengangkat bahunya tanda tak tahu.

            “Hei! Lagi cerita apa?” tiba-tiba suara seseorang mengagetkan mereka. Nelfi dan Vivi serentak menoleh. Ada Romi ternyata di belakang mereka.

            “Itu tentang batu besar yang di dekat sekolah. Katanya ada sarang ular di bawahnya,” jelas Vivi.

            “Oh itu. Aku pernah juga mendengar ceritanya. Tapi kemarin kutanya ke Ni As yang di warung. Katanya ada ular atau nggak sih dia nggak tahu. Cuman, memang orang tua melarang anak-anak lewat sana karena jalan itu berbahaya. Coba saja kamu lihat, batunya kan gede banget tuh. Nah letak batunya juga agak miring. Padahal jalan itu kan menurun? Jadi para orang tua khawatir batunya bergeser dan menggelinding menimpa orang yang lewat di sana,” jelas Romi.

            “Ooo… ternyata itu sebabnya. Nah kalau gitu kita memang harus jangan lewat sana ya. Biar nggak ketimpa batu besar itu,” ucap Nelfi lega. Mereka bertiga pun menyeberangi jalan raya menuju rumah mereka. Lega rasanya tidak dihantui ketakutan terhadap ular besar. Kejadian masa TK masih diingatnya hingga sekarang. Ular hitam besar yang sangat susah untuk ditangkap. Hiiiyyy ... ^_^

 

                                                                        ***

Tuesday, July 7, 2026

Manusia Adalah Khalifah Di Bumi

Bismillah 
Suatu hari salah satu kerabat saya mengunjungi kami. Karena sudah lama tidak bertemu, obrolan pun terasa seru. Hingga beliau bercerita tentang rumahnya yang angker. 

Suatu malam sekitar pukul 23.00, dia mendengar suara benda besar jatuh. Suara itu berasal dari kamar untuk tamu. Dia berpikir mungkin lemari pakaian di kamar itu jatuh. Dia bergegas ke kamar tersebut. Sebelum ke kamar, dia mengambil pisau dapur untuk jaga jaga. Dia berpikir ada pencuri yang masuk ke rumahnya. 

Setelah sampai di kamar, ternyata lemari masih kokoh berdiri. Tak ada benda yang jatuh. Padahal tadi Suara benda jatuh itu sangat kencang. Dia memeriksa setiap sudut kamar mungkin ada benda lain yang jatuh di sana. Tetapi nihil. Dia pun langsung berpikir bahwa itu mungkin perbuatan makhluk lain. Bukan manusia atau hewan.

Dia pun berteriak lantang sambil menghunus pisau ke depannya. "Siapa pun kalian! Jangan coba-coba menakuti saya. Rumah ini rumah saya dan kalian hanya menumpang di sini. Pergi kalian dari rumah ini!"

Sejak saat itu tidak ada lagi suara aneh apapun terdengar di rumah mereka. 

Mendengar cerita ini saya jadi teringat kisah Khalifah Umar bin Khattab RA. Jin sangat takut kepada beliau. Bahkan ketika jin atau syetan ketika melihat Umar, mereka memilih mencari jalan lain demi menghindari Umar bin Khattab. 

Hal ini bisa kita contohkan kepada anak-anak kita, bahwa tidak perlu takut dengan jin dan hantu. Kita lebih kuat dari mereka karena Allah berfirman bahwa manusia adalah Khalifah di muka bumi. Artinya kitalah pemimpin bumi ini bukan mereka. Jadi tidak ada alasan takut pada mereka.

Wednesday, February 18, 2026

Marhaban Ya Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. 

Semoga Shohib Al Quran semua dalam keadaan sehat walafiat. InsyaaAllah sudah siap menyambut tamu yang amat mulia yaitu Ramadhan. 

Tamu ini membawa ribuan bahkan ratusan ribu keberkahan dari Rabb kita.
Kita bisa menikmati hidangan ibadah terbaik bersamanya. Karena itulah salah satu tujuan Allah memerintahkan kehadirannya di tengah kita.

Tamu ini juga membawa satu hari yang lebih mulia dari seribu bulan yaitu lailatul qadr. Artinya semua ibadah kita di malam itu, nilai pahalanya setara dengan nilai pahala ketika kita beribadah selama seribu bulan. Allahu Akbar! 

Tamu ini akan bersama kita lebih kurang 30 hari. Yang semua harinya penuh berkah. Jadi jangan sia-siakan kehadiran tamu ini. Perbanyak lagi tilawah, zikir, shalat sunnah, sedekah membaca sirah nabi, membaca kitab hadist dan ibadah lainnya.

Semoga ketika tamu ini pamit meninggalkan kita nanti, kita berhasil mendapatkan semua keberkahan yang dibawanya dan menjadi hamba yang bertakwa. 

Selamat menunaikan ibadah Ramadhan sahabat semua. Mohon maaf lahir batin. 

مرحبا يا رمضان، مرحبا يا شهر القرآن. 
تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال.

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
 
Latin:
Allahumma ahillahu 'alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah.

Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah. Allahumma aamiin ya Rabbal alamiin. 🤲

Thursday, November 27, 2025

Selamat Hari Guru Nasional

Selamat hari guru untuk semua guru dan pendididk di manapun berada.
Semoga ilmu yang kalian berikan kepada murid murid kalian diberkahi Allah dunia akhirat. Semoga kalian selalu sabar dalam memberikan ilmu kepada murid-murid kalian. Mohon maaf lahir batin. Jazakillah khairan wa barakallahu fiiki.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَ لِوَالِدِينَ وَ لِمَشَايِخِنَا وَ لِمُعَلِّمِينَ وَ لِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَ لِمَنْ أَحَبَّ وَأَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ"

Wahai, Allah. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orangtua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh orang muslim."

اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَيْبَ مُعَلِّمِي عَنِّي وَلَا تُذْهِبْ بَرَكَةَ عِلْمِهِ مِنِّي

"Ya Allah tutupilah aib guruku dariku, dan janganlah kau hilangkan keberkahan ilmunya dariku."Aamiin

Friday, October 17, 2025

Ritno Kurniawan, Melestarikan Hutan Membangun Nagari

Keterangan foto tidak tersedia.

Foto dari FB Ritno Kurniawan


Bismillahirrahmanirrahim

            Sahabat, apa kalian pernah mendengar atau membaca nama Ritno Kurniawan? Jika belum, saya akan memperkenalkannya kepada kalian. Beliau adalah seorang pria yang sangat mencintai alam dan desanya. Suatu hari setelah menyelesaikan S1-nya di UGM, Bang Ritno, demikian beliau biasa disapa, memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumater Barat. 

            Lubuk Alung adalah sebuah kecamatan yang masih asri. Ada hutan lindung dengan aliran sungai yang indah di sana khususnya daerah Hutan Gamaran. Sayangnya penduduk di sekitar hutan Gamaran itu memanfaatkan hutan dengan cara yang salah. Mereka menebang pohon kemudian menjual kayunya. Dari sana mereka mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka.

            Hati Bang Ritno terpanggil untuk menghentikan pembalakan liar ini. Karena jika masyarakat terus menerus melakukan hal ini, pasti suatu hari hutan akan gundul dan bisa saja terjadi longsor yang akan membuat desa mereka terkena bencana alam. Dalam pikirannya, jika melarang warga desanya untuk menebang pohon, pasti tidak mudah. Apalagi jika tidak diberikan solusi yang bagus. Jadi Bang Ritno berusaha memikirkan solusi apa yang sebaiknya diberikan kepada masyarakat Nagari-nya ini

Suatu hari ketika berjalan ke dalam hutan bersama beberapa teman, Bang Ritno sampai di sebuah air terjun yang indah. Air terjun Nyarai, demikian masyarakat menyebutnya. Bang Ritno tiba-tiba mendapat gagasan untuk menghentikan pembalakan liar itu dengan menjadikan desa mereka sebagai desa wisata. Jika kawasan ini menjadi objek wisata, maka para penebang kayu bisa diajak sebagai pemandu wisata di air terjun Nyarai. Dengan demikian, pemalakan liar bisa dihentikan dan warga pun dapat penghasilan yang memadai dari gagasan ini.

Air terjun  Nyarai ini sangat indah, tingginya sekitar 8 meter berlokasi di Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Air terjun ini dikelilingi batu-batu besar dan pepohonan yang rindang. Airnya sangat bening dan jernih. Jika kita memandang kolam yang menampung air terjun itu, maka airnya terlihat berwarna hijau. Jalan menuju ke air terjun ini juga melewati sungai kecil yang berasal dari mata air. Sangat indah dan asri. Berada di sana membuat semua penat sirna seketika. Apalagi perjalanan dari pemukiman masyarakat menuju air terjun ini tidak membutuhkan waktu lama. Sekitar lima belas menit saja. 

            Bang Ritno pun mengajak beberapa temannya untuk membuka sebuah objek wisata di desa mereka. Karena beliau melihat potensi yang luar biasa dari hutan dan sungai di desa mereka. Pertama Bang Ritno dan timnya meminta pendapat kepada tetua adat di Nagari Salibutan. Mereka mengutarakan keinginan mereka untuk membuat desa mereka menjadi objek wisata. 

            Memang tidak mudah untuk meyakinkan para tetua adat dan masyarakat setempat dengan gagasan mereka, tapi atas izin Allah, mereka mendapat izin dari tetua adat dan masyarakat setempat. Akhirnya pada bulan April 2013, tetua adat pun meresmikan objek wisata air terjun Nyarai ini. 

Awalnya Bang Ritno dan tim memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin bergabung menjadi pemandu wisata dalam sebuah kelompok yang disebut Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Setelah dirasa persiapan mereka cukup, mereka mulai mempromosikan objek wisata di desa mereka. Dalam waktu kurang lebih setahun, usaha mereka membuahkan hasil. Banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Awalnya yang berkunjung adalah wisatawan lokal dari Riau dan sekitarnya. Tapi saat ini wisatawan mancanegara juga sudah berkunjung ke objek wisata Air Terjun Nyarai ini. Perlahan para kepala keluarga yang mempunyai pekerjaan sebagai penebang pohon, beralih menjadi pemandu wisata. 


Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang memanjat dan air terjun

Foto: FB Ritno Kurniawan



  Bang Ritno dan tim memberika fee kepada mereka perhari. Jika saat menebang pohon mereka hanya mendapatkan gaji 150 ribu perpekan, maka saat ini mereka mendapatkan gaji harian 50-80 ribu. Ini tentu lebih menggiurkan dibanding menebang pohon yang beresiko tinggi dan sangat menguras tenaga. 


            Karena usaha mereka sudah mulai berkembang, perekonomian warga sekitar juga mulai mengeliat. Bang Ritno mendaftarkan usaha mereka ini ke Dinas Pariwisata dan Olahraga. Bang Ritno dan tim juga mengembangkan paket wisatanya bukan saja tracking, tapi ada juga kemping atau penginapan, dan drafting.Awalnya mereka mendapatkan bantuan dari dinas pariwisata berupa 2 perahu karet. Tapi saat ini jumlah perahu untuk paket wisata arum jeram mereka sudah bertambah.


Keterangan foto tidak tersedia.           

 Foto : FB Ritno Kurniawan     


             Untuk masing-masing paket wisata, para pemandu mendapatkan fee yang berbeda. Saat ini jumlah anggota pemandu wisata yang dibentuk Bang Ritno sudah lebih dari 168 orang. Ini benar-benar pencapaian yang luar biasa. Mereka bersyukur kepada Allah, bahwa mereka bisa sampai sejauh ini.

            Apalagi kegiatan Bang Ritno ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Baik dari kementrian pariwisata, Astra dan EUCA. Hampir tiap tahun ada saja penghargaan yang diterima pria yang sangat mencintai keluarganya ini. Mulai dari penghargaan tingkat provinsi hingga tingkat internasional. Bang Ritno juga pernah mendapatkan penghargaan dari ASTRA dalam ajang Satu Indonesia Award pada tahun 2017 lalu dalam kategori lingkungan hidup. Menyusul penghargaan lainnya dari Presiden Republik Indonesia dalam hal ini kementria Pariwisata dan Olahraga pada tahun 2019.

 Bukan hanya itu, Bang Ritno juga sering berbagi ilmu dan pengalaman tentang kepariwisataan dan lainnya kepada orang lain. Kebanyakan mereka datang dari beberapa daerah yang juga ingin mengembangkan pariwisata di daerah mereka.

            Pria yang berusia 39 tahun ini tentu saja ingin menularkan kebiasaan baik ini kepada anak-anak dan istrinya. Beberapa kali dia mengajak anak istrinya untuk menikmati keindahan alam anugerah dari Rabb-nya ini. Bagi Bang Ritno hutan dan sungai adalah tempat mengembalikan semua keriuhan dan masalah dalam hidup. Dia merasa tenang dan damai di dalam pelukan hutan. Hutan dan alam memberikan energi baru setiap kali dia berada di sana. Allah  Swt. sudah memberikan semua kebaikan alam kepada kita, jadi tugas kita adalah menjaga dan melindunginya, demikian prinsip Bang Ritno. 

Tak jarang dia berjalan sendiri ke hutan untuk mengisi ulang energinya. Pria kelahiran Bukittinggi dan penyuka fotografi ini memberikan beberapa tips tentang menghadapi hewan liar yang ada di hutan. Salah satunya ketika kita menemukan jejak babi hutan di tanah, maka kita harus tetap tenang. Tidak usah panik. Jika tak sengaja bertemu babi hutan tersebut, maka jangan lari dan jangan bersikap seperti akan menyerang. Tenang dan tidak panik itu kunci memghadapi hewan liar.

            Bang Ritno sangat bahagia bila sudah berada di alam. Menyantap semangkuk mie rebus di pinggir sungai sambil menikmati merdunya kicauan burung  membuat badannya dipenuhi oksitosin yang membangkitkan kebahagian tak ternilai. Kadang rafting bersama anak-anak dan istri membuat kebahagiaan itu makin lengkap. Rasanya jerih payahnya sudah terbayar dengan melihat kondisi hutan yang berhasil dilindungi dari pembalakan liar. Walau mungkin belum sempurna, tapi dia yakin, anak cucunya kelak bisa menikmati desa mereka yang masih asri ini selamanya. Kalau kalian ingin tahu keindahan sungai Nyarai, cek saja Video Sungai Nyarai di sini.

Nah, sahabat semua, ayo kita mulai langkah kecil untuk melestarikan lingkungan kita. Kita mulai dari yang terdekat dengan kita dulu, yuk. Kita bisa mencontoh gagasan Bang Ritno atau bisa juga belajar dari beliau. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ayo! Bersama, kita pasti bisa! []

 

Sumber : IG dan FB Ritno Kurniawan dan lainnya

 

Thursday, May 22, 2025

Ayo Ke Gramedia!

Bismillahirrahmanirrahim.
Saya terbiasa setiap buku terbit, saya berkunjung ke Gramedia dan mencari buku itu di display buku anak. 
Jika saya melihat ibu atau bapak yang sedang mencari buku untuk anak mereka, biasanya saya tawarkan buku yang saya tulis. Jika mereka mau membeli, Alhamdulillah... Jika tidak, tak mengapa.


Hal ini hampir selalu saya lakukan setiap saya ke Gramedia, selama buku saya masih ada di display, saya selalu tawarkan kepada orang tua yang sedang memilihkan buku untuk anak mereka. 
Beberapa kali setelah saya tawarkan buku saya, mereka membelinya dan minta anaknya berfoto dengan saya. Alhamdulillah... Ada kepuasan tersendiri ketika melakukan hal tersebut. 


Awalnya memang berat karena saya tidak terbiasa, tapi lama-lama menjadi suatu keharusan bagi saya. Jika saya tidak melakukan nya, rasanya ada yang kurang. Nah sahabat, bagaimana cara kalian memperkenalkan buku yang kalian tulis kepada orang lain?


Oh ya, buku Kumpulan Kisah Seru Hewan di Al Qur'an dan Hadis ini alhamdulillah bisa dibeli juga di Gramedia Metropolitan Mall Bekasi. Qadarullah hanya satu judul ini saja yang saya temukan di sini. Judul lain sudah tidak ada. Alhamdulillah ala kulli hal. ♥️🤩
#mybook


Saturday, April 26, 2025

كيفية قضاء وقت الاستراحة


في وقت الاستراحة أو العطلة، أحب أن أقضي وقتي في أشياء مفيدة وممتعة. عادةً، أبدأ يومي بقراءة القرآن الكريم، ثم أقرأ بعض الكتب التي تهمني مثل كتب السيرة النبوية أو قصص الصحابة. أحيانًا أكتب في دفتري أفكاري أو خواطري. إذا كان الجو جميلاً، أذهب مع عائلتي إلى الحديقة أو إلى الشاطئ لنمشي معًا ونتحدث. أحب أن أقضي وقتي في أماكن هادئة تساعدني على الراحة والتفكير. أحيانًا أمارس بعض التمارين الخفيفة أو أعتني بحديقتي الصغيرة في البيت. بالنسبة لي، وقت الاستراحة فرصة لتجديد النشاط والاقتراب من الله ومن عائلتي.