Wednesday, February 1, 2023

Semoga Saya Bisa Mengikuti Jejak Guru-guru Saya

Menuntut ilmu itu sepanjang hayat, demikian kata pepatah. Pepatah lain mengatakan tuntutlah ilmu dari sejak dalam ayunan sampai ke liang lahat. Artinya belajar atau mencari ilmu itu tidak hanya saat di bangku sekolah, tapi seterusnya hingga ajal menjemput. 

Sebagian orang ada yang suka menuntut ilmu, sebagian lainnya berhasil lulus dari bangku SMA saja sudah sangat bersyukur. Tak masalah jika memang seperti itu. Karena menuntut ilmu tidak harus dalam kelas kan? Kita bisa menuntut ilmu kapan saja dan di mana saja. Bisa dari banyak membaca buku, mendatangi kajian-kajian ilmu, atau belajar melalui internet. Banyak sekali ilmu-ilmu yang bertebaran di internet, tergantung kita bisa memilah ilmu yang benar untuk kita pelajari.

Apalagi saat ini, banyak sekali kelas-kelas non akademis yang melakukan pembelajaran jarak jauh alias online. Saya salah satu dari orang yang menuntut ilmu melalui online ini. Saya memilih belajar online karena hal ini yang lebih memungkinkan untuk saat ini.

Kenapa saya masih ingin belajar di usia yang hampir kepala lima ini? Pertama karena saya ingin menyeimbangkan pengetahuan dengan anak-anak saya yang sudah mulai tamat kuliah dan ada juga yang masih kuliah. Alasan saya agar saya mudah memahami 'bahasa' mereka. Agar saya tidak dianggap ibu yang gak asyik. Karena kadangkala ketika ingin memahami anak, maka kita perlu memahami 'bahasa' mereka dulu. Bagaimana kita bisa memahami mereka, jika kita tak 'nyambung' saat berbicara dengan mereka? Hal inilah yang menjadi alasan bagi saya untuk terus belajar walau hanya dengan membaca buku dan melalui pengetahuan parenting di internet.

 Semakin lama belajar membuat saya merasa ilmu saya ternyata sangat sedikit. Padahal Rasulullah mengatakan kalau ilmu yang diturunkan Allah kepada kita hanya setitik dari Ilmu Allah.  Ya Allah... betapa tak ada apa-apanya diri ini. Semoga Allah memudahkan saya mempelajari hal-hal baru yang belum saya ketahui. Semoga Allah berkenan memberikan setitik IlmuNya kepada saya. Aamiin... 

Salah satu ilmu yang ingin saya dalami adalah Bahasa Arab. Saya ingin mempelajari Bahasa Arab karena Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran. Saya berharap dengan mempelajari bahasa Arab, saya bisa lebih mudah memahami isi Al Quran. Saya berharap juga bisa menghapalnya insyaallah.

Saya pun mencari beberapa tempat kursus Bahasa Arab online dan mencoba belajar dari beberapa guru. Ada satu guru yang saya temui yang insyaallah membuat saya makin bersemangat mempelajari Bahasa Arab ini. Betapa tingginya ilmu mereka dan betapa tawadhunya mereka dengan ilmu yang mereka miliki. 

Guru saya ini adalah orang yang sangat hati-hati dengan uang yang diterimanya. Kenapa saya tahu ini, karena beliau mengatakannya di chanel youtube beliau. Chanel beliau tidak memasang iklan sama sekali. Padahal subscribernya sudah 135 ribuan. Apalagi yang menonton tiap episode pembelajaran yang beliau posting itu ribuan orang. Andai beliau memasang iklan, pasti cukup banyak cuan yang akan beliau peroleh.

Alasan beliau adalah beliau tidak mau menerima uang dari iklan yang (mungkin saja) tidak islami. Iklan wanita yang tidak menutup auratnya, atau iklan yang ada musiknya. Karena beliau tak ingin uang yang diterima dari iklan seperti itu menjadi tidak berkah atau mungkin saja tak halal. Maa Sya Allah... sampai seteliti itu pemikiran beliau. 

Padahal perekonomian beliau tidak berkelebihan harta juga. Biasa saja. Tapi beliau bersyukur karena merasa harta beliau berkah.

Ya Allah saya ingin mencontoh beliau tentang ketaatan kepada Allah dan RasulNya sampai sedetil ini. Beliau juga pernah mengatakan bahwa beliau sudah mengikhlaskan diri beliau untuk mengajarkan ilmu beliau di jalan Allah. Beliau sangat suka belajar dan mengajar. Yang membuat saya tambah takjub adalah ternyata bukan Bahasa Arab saja yang beliau fasih, beliau juga fasih dalam Bahasa Inggris dan beliau juga menjadi Tutor Bahasa Arab dengan menggunakan Bahasa Inggris. Semoga ilmu beliau berkah dan Allah menambahkan keberkahan pada usia dan illmu beliau. Aamiin... 







Monday, January 23, 2023

Kebohongan Konyol

 Bismillahirrahmanirrahim

Tahun 2023 sudah berjalan hampir sebulan. Tentunya banyak kisah yang sudah terjadi setiap hari. Kisah sedih, bahagia, kecewa, lucu dan lainnya. Saya akan menulis sebuah kisah konyol yang terjadi di tahun baru Imlek kemarin. Tepatnya tanggal 22 Januari 2023.

Menjelang siang, saya dan keluarga kecil kami berkendara menuju sebuah pusat kuliner di Jakarta. Menurut yang saya lihat di IG, tempat kuliner itu cukup menarik karena berada di tengah gedung pencakar langit. Nama tempatnya Chillax Sudirman kalau tidak salah. Rencananya suami ingin mengambil beberapa foto untuk menyalurkan hobi fotografinya.

Sebelum zuhur kami sampai di tempat itu. Ternyata cukup ramai pengunjung yang ingin makan siang di sana. Ada berbagai tenan kuliner yang bergabung di sana. Pastinya banyak spot foto yang cocok untuk dipajang di Sosmed tentunya. Beberapa orang terlihat berfoto bersama dan berswafoto di beberapa tempat.

Suami saya pun mulai membuka kamera DSLR nya dan mulai memotret gedung pencakar langit yang terlihat sangat estetik dari sisi tempat kuliner tersebut. Sedangkan saya segera memesan makan siang untuk kami. Setelah berkeliling mencari kuliner yang cocok dengan lidah kami, saya pun memesan makan siang di salah satu masakan jepang.

Sambil menunggu makanan disajikan, suami dan anak sulung saya kembali hunting tempat foto dengan mengelilingi pusat kuliner tersebut. Setelah makanan disajikan, kami pun makan siang bersama. Selesai makan, kami berpikir akan melaksanakan shalat zuhur di sana. Ternyata tempat kuliner tersebut tidak memiliki mushalla. Saya sempat bertanya kepada salah satu karyawan restoran jepang tempat saya memesan makanan tadi.

Kami pun memutuskan untuk shalat zuhur di Istiqlal. Kami kembali ke parkiran dan melanjutkan perjalanan ke istiqlal. Sampai di Istiqlal, ternyata banyak perubahan yang saya lihat. Terakhir saya ke sini, belum ada parkiran di besmen. Tapi sekarang kami harus parkir di besmen.

Tak mau berlama-lama mengagumi Istiqlal, saya dan keluarga segera melaksanakan shalat zuhur. Bersyukur peraturan PPKM sudah tidak berlaku di sini. Jadi banyak juga pengunjung yang terlihat tidak mengenakan masker. 

Saya dan si sulung shalat di shaf perempuan, sedangkan suami dan dua anak lelaki saya tentunya di shaf laki-laki. Sebelum berpisah di pintu masuk, kami berjanji bertemu di depan pintu masuk laki-laki.

selesai shalat, saya tak melewatkan kesempatan mengambil beberapa foto di dalam masjid Istiqlal. Saya selalu merasa kecil ketika berada dalam masjid yang sangat luas dan tinggi ini. Maa syaAllah... ingin rasanya shalat berjamaah di sini ketika shalat 'Id. Saya ingin melihat seperti apa bentuk mesjid ini ketika jamaah mengisi penuh seluruh shafnya. 

Untuk meredam keinginan saya, saya pun mengambil foto sebanyak yang saya mau. Ketika asyik memotret, suami saya menelpon. 

"Sudah selesai shalatnya?"

"Sudah."

"Ya udah, ayo turun!"

"Bentar ya, saya lipat mukena dulu, tadi saya agak lama antri di toilet. Jadi baru selesai shalat," ucap saya sedikit berbohong. Karena saya belum puas memotret berbagai sudut dalam masjid Istiqlal.

"Yakin lagi ngelipat mukena? Bukan lagi moto kan?"

"Hah!" Loh kok dia tahu saya lagi mengambil foto. Saya jadi agak panik, saya arahkan pandangan ke shaf laki-laki. Ternyata suami dan dua anak laki-laki saya sedang menatap saya sambil tertawa. Si sulung yang ada di samping saya juga terbahak melihat tingkah saya.

"Itu lagi melipat mukena ya?" ucap suami masih di telepon. Saya segera mematikan Handphone menahan malu. Terciduk berbohong itu membuat malu sampai ke ubun-ubun.

Tiba-tiba saya ingat, sebelum suami menelepon saya, saya kan sedang memotret shaf laki-laki persis di tempat dia dan anak-anak berdiri. Saya pun melihat ke galery HP. Maa Sya Allah...benar ternyata. Saya nggak ngeh kalau saya memotret mereka. 

"Ya Allah... ternyata ibu tadi memotret bapak, coba lihat deh kak."

Kami pun susah menghentikan tawa. Bersyukur tidak banyak orang yang shalat di sekitar saya. 

"Ibu nggak lihat bapak saat memotret?"

"Nggak. Kan kameranya nggak dizoom, jadi nggak kelihatan orang yang ada di sana."

Suami saya memberi kode kalau dia tunggu di luar. Saya bergegas mengembalikan mukena ke rak mukena dan segera keluar masjid. Sampai di tempat suami dan anak laki-laki saya duduk menunggu, mereka meledek saya habis-habisan. 

"Makanya jangan pakai bohong. Bilang aja pingin foto-foto." Ledek mereka. 

Iya deh, maaf. Karena udah lama nggak kesini. Jadi terpaksa ngeles. ^_^


23 Januari 2023 



Friday, November 18, 2022

Selalu Ambil Hikmah Dari Semua Kejadian

 Bismillahirrahmanirrahim.

Kita tak pernah tahu alasan Allah memberikan atau menolak sesuatu untuk kita. Misalnya ketika kita memilih pasangan. Suatu hari kita jatuh cinta dan sangat suka pada seseorang. Rasanya orang itu adalah orang yang cocok untuk kita dan masa depan kita kelak. Tapi qadarullah Allah tidak mengizinkan kita untuk menjadi pasangan orang tersebut. Allah menjadikan orang tersebut menikah dengan orang lain.

Saat hal itu terjadi apa yang kita lakukan? Sebagian dari kita mungkin marah, sedih, menangis dan bahkan bisa saja mengatakan hal yang tidak sepantasnya seorang hamba katakan terhadap Rabb-nya. Kenapa Allah tidak menikahkanku dengannya? Apa Allah tidak sayang padaku? Apa dosaku? Apa salahku? Kepana orang yang kupilih, yang shalih/shalihah, sudah sesuai dengan kriteria yang diajarkan Rasulullah, malah tidak Allah izinkan aku menikah dengannya? Dan mungkin banyak sekali kalimat yang tak pantas kita sematkan pada Allah.

Hanya sedikit yang bisa meneria ketentuan Allah itu. Hanya beberapa yang memahami firman Allah yang mengatakan, bahwa bisa saja kau menyukai sesuatu namun sesuatu itu buruk di mata Allah. Bisa saja kau membenci sesuatu, tapi sesuatu itu baik di mata Allah. 

Jika kita mengalami hal ini, segeralah istighfar. Cari hikmahnya. Jika belum ketemu hikmahnya saat ini, insyaallah akan ketemu hikmahnya kelak di kemudian hari.

Bisa saja ternyata orang yang kau pikir shalih/shalihah itu ternyata mempunyai sifat yang tidak pernah puas dengan pasangannya. Beberapa kali bercerai dan menikah lagi. Atau mungkin saja dia bertempramen kasar, yang tidak terlihat saat kau baru mengenalnya. Kau baru menyadarinya setelah beberapa tahun kemudian dari omongan istrinya atau dari omongan orang lain yang sampai ke telingamu. 

Alhamdulillah... Allah menyelamatkanmu dari keburukan sifat calon pasangan yang kau anggap baik itu. Jadi sekali lagi, janganlah berprasangka buruk pada ketentuan Allah. Allah akan memberikan yang terbaik untukmu. Semua kebaikan akan Allah curahkan padamu. Allah tak akan pernah membuatmu menderita. Karena semua yang Allah tentukan itu adalah takdir terbaik untukmu. 

Segera cari hikmah dibalik semua takdir Allah padamu. Bersabar, tawakal dan ikhlas adalah kunci kebahagiaanmu di dunia dan di akhirat kelak. 

Thursday, April 21, 2022

Semua Atas Izin Allah

Bismillah 

Kejadian di bumi ini adalah sekumpulan kejadian tak terduga yang terjadi atas izin Allah. Maka hanya Allah-lah tempat bergantung. Hasbiyallah wa ni'mal wakil. Fashbir! Shabran jamiila. Innallaha maashabirin.

Ketika ada kejadian yang tak terduga dan membuatmu sedih, maka bersabarlah dengan kesabaran yang baik. Segera cari hikmah yang Allah berikan dibalik kejadian itu.

Orang mukmin itu dalam kehidupannya selalu berakhir baik dan mendapat pahala di sisi Allah. Karena ketika dia diberi nikmat, dia bersyukur dan ketika diberi ujian, dia bersabar.

Semoga kita selalu bisa bersyukur dan bersabar dalam semua kejadian. Aamiin...

QS Al Maarij, ayat 5 : Maka bersabarlah engkau ( Muhammad) dengan kesabaran yang baik. 

#selfreminder #alhamdulillahalakullihal 
#ayathariini

Tuesday, April 19, 2022

Tips Memaksimalkan Ibadah Ramadhan Untuk Wanita Haid

Bismillahirrahmanirrahim
Apa kabar sahabat? Semoga tetap semangat memaksimalkan ibadah Ramadhan ya. Bagi sahabat wanita yang sedang haid, yang sedang bingung memaksimalkan ibadah Ramadhan, silakan coba tips saya berikut ini.

Pertama, kita masih bisa melakukan ibadah zikir lebih banyak dari biasanya.

Kedua kita bisa juga tadabbur Al Quran dengan membaca terjemahan dan tafsir Al Quran.

Ketiga, selingi zikir dengan bershalawat kepada Rasulullah SAW.

Keempat, mengajak ananda atau keponakan, anak tetangga dan anak lainnya untuk mengenal kisah Rasulullah dan Sahabat beliau. Bisa dengan cara membacakan buku. Atau menceritakan kembali shiroh kepada mereka.

Kelima, murojaah hapalan Al Quran. (Kalau ini ada perbedaan pendapat ulama ya sahabat. Silakan dilakukan jika sepakat).

Keenam, mentadabburi hadist-hadist Rasulullah SAW. 

Silakan untuk menambahkan ya sahabat. ❤

Nah untuk tadabbur Al Quran, ada banyak kitab yang bisa dibaca. Misalnya tafsir Ibnu Katsir dan lainnya.

Saya sendiri saat ini sedang membaca sebuah buku tafsir yang berjudul Tafsir Ayat-ayat tentang Wanita yang diterbitkan @pustakaimamasysyafii
Ini. Insyaallah buku ini akan menambah pemahaman kita tentang ayat-ayat Al Quran tentang wanita.

Semoga setelah memahami ayat-ayat Allah ini, kita makin dekat dengan tujuan kita yaitu menjadi hamba yang bertakwa. Aamiin... 

Saturday, April 9, 2022

Pilihan Allah Adalah Pilihan Terbaik (Kekuatan Doa Berjamaah 2)

 Bismillahirrahmanirrahim. 

Postingan ini lanjutan dari postingan sebelumnya.

Esok harinya Kak Sasha mengikuti interview dari sebuah instansi pemerintah sebagai asisten peneliti di salah satu laboratorium milik pemerintah. Panggilan untuk interview sudah dapat beberapa hari sebelumnya. Interview kerja ini melalui zoom meeting. Alhamdulillah interview berjalan lancar.

Ternyata dalam interview dikatakan bahwa kelak Kak Sasha jika bergabung dengan instansi tersebut, hanya mendapatkan gaji sebagai tenaga kontrak. Jadi tidak sebagai ASN. 

"Gak apa-apa Kak. Insyaallah kalau diterima, ambil aja. Biar ada pengalaman kerja dulu," demikian saran Bunda Nay.

"Iya Bun, Insyaallah akan kakak ambil kalau lolos seleksinya. Doakan lolos ya Bun," harap Kak Sasha.

"Aamiin... Bunda selalu berdoa yang terbaik untuk anak-anak Bunda, Kak. Insyaallah semua yang terbaik itu dari Allah."

***

Dua pekan kemudian Kak Sasha mendapatkan telepon bahwa dia diterima bekerja di instansi pemerintah yang melakukan wawancara beberapa waktu lalu. Alhamdulillah ... tentu saja Bunda Nay dan keluarganya sangat senang mendengar kabar itu.

"Inilah yang sudah Allah pilihkan untuk Kak Sasha. Ini yang terbaik dari beberapa interview yang kakak ikuti sebelumnya," ucap Bunda Nay sambil memeluk Kak Sasha.

Kak Sasha menahan tangis haru. Dia ingat beberapa kali ikut interview baik yang online dan offline. Ada beberapa perusahaan yang bahkan sudah menawar gaji untuk Kak Sasha. Padahal waktu itu Kak Sasha sudah setuju gajinya di bawah UMR. Karena mereka berkata bahwa mereka hanya bisa memberi gaji di bawah UMR. Tapi kenyataannya Kak Sasha tidak lolos seleksi akhir di perusahaan tersebut.

Di lain hari Kak Sasha juga pernah diinterview offline. Saat itu karyawan yang dibutuhkan hanya satu sementara kandidat yang diinterview 12 orang. Gaji yang ditawarkan juga di bawah UMR. Tapi qadarullah Allah tidak mengizinkan Kak Sasha lolos interview itu.

Makanya saat ini Kak Sasha dan Bunda Nay sangat bersyukur. Karena Kak Sasha mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pendidikannya. Apalagi gaji yang ditawarkan lebih banyak dari gaji yang ditawarkan beberapa perusahaan sebelumnya. 

Alhamdulillah... pilihan Allah adalah pilihan terbaik. Bunda Nay berharap Kak Sasha bisa memyesuaikan diri dengan teman kerjanya kelak. Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi Kak Sasha, Bang Haikal dan Nay di manapun mereka berada, demikian doa Bunda Nay untuk anak-anaknya.

aamiin...  

Friday, April 8, 2022

Kekuatan Doa Berjamaah

 Bismillahirrahmanirrahim.

Sudah setengah tahun Kakak Sulung Nay menyelesaikan kuliahnya. Alhamdulillah Kak Sasha sudah menjadi seorang sarjana kimia sekarang. Tiap hari dia mengirim CV dan lamaran kerjanya melalui email ke beberapa perusahaan. Kak Sasha sebenarnya sudah merasa bosan di rumah tanpa kegiatan yang berarti. 

Sehari-hari dia hanya bermain game bersama Nay. Apalagi Nay juga masih belajar online. sehari offline dan sehari online. sehingga mereka puas bermain sepanjang hari. Tapi hal ini tidak membuat kak Sasha gembira. karena dia biasanya aktif di BEM semasa kuliah. Bermain game sepanjang hari membuatnya lama-lama bosan. 

Kak Sasha juga sering mengikuti webinar berbagai macam materi. Dari mulai materi yang sesuai dengan kuliahnya dulu sampai materi yang sama sekali bukan bidangnya. Dia juga ikut webinar yang ada hadiahnya berupa uang. Alasannya biar dia dapat hadiah jika bisa menjawab pertanyaan di akhir webinar. Ada-ada saja kak Sasha. 

Beberapa panggilan kerja untuk Kak Sasha sebenarnya sudah berdatangan. Ada yang interview online ada juga yang online. Tapi qadarullah belum satu pun dari interview itu yang berhasil meloloskan kak Sasha untuk bekerja.

Suatu hari Bunda Nay mengajak semua keluarganya untuk shalat berjamaah maghrib di rumah. Alhamdulillah hari ini semua sedang berkumpul. Kak Sasha, Bang Haikal juga sudah di rumah. Bunda Nay mengatakan bahwa Bunda Nay akan mengkhatamkan Al Quran malam ini.

"Kata ustadz, sebaiknya jika akan khatam quran, ajaklah semua anggota keluarga untuk khatam bersama. agar semua keluarga mendapatkan berkah Al Quran. Makanya Bunda ajak kalian sekarang untuk Khatam Quran setelah isya."

Semua setuju. Mereka pun melaksanakan shalat maghrib berjamaah dengan bang Haikal sebagai imamnya. Kemudian mereka mengkhatamkan Al Quran setengah juz yang disisakan Bunda Nay. Mereka menutupnya dengan doa khatmul quran. 

"Alhamdulillah kita sudah selesai khatmul qurannya. Sekarang ayo kita berdoa bersama untuk kebaikan kita sekeluarga. Khususnya untuk Kak Sasha yang akan melaksanakan interview kerja besok. Semoga Kak Sasha diterima bekerja di perusahaan yang sudah Allah pilihkan untuk Kak Sasha," ajak Bunda Nay. 

Bang Haikal pun mulai memimpin doa. Semua keluarga mengaminkan doa bang Haikal. Bunda Nay juga meminta Bang Haikal memimpin doa untuk kesembuhan Nenek Nay yang sedang sakit di kampung. Setelah beberapa doa melangit, semua dengan khusu' mengaminkannya. 

"Semoga doa tulus ikhlas kita hari ini, Allah ijabah semua doa, aamiin..." tutup Bunda Nay. Shalat jamaah pun berakhir.


Bersambung ...