Skip to main content

Musibah Banjir dan Letusan Gunung Sinabung

#1Hari1Ayat hari ke 14
Bismillahirrahmanirrahim
        Sungguh sedih melihat banjir yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hampir tiap tahun kita menyaksikan hal ini baik secara langsung maupun melalui berita di televisi. Melihat masyarakat yang terpaksa mengungsi ke tenda pengungsian. Rasanya hati tak tega melihat semua itu. Apa daya, saya hanya bisa berdoa, agar mereka sabar dan ikhlas menerima ketentuan Allah ini.

        Bukan banjir di sebagian wilayah Indonesia saja yang membuat saya sedih. Tapi bencana lain yang juga menimpa saudara kita di daerah Sumatera Utara sana. Meletusnya Gunung Sinabung membuat masyarakat di wilayah itu terpaksa mengungsi dan meninggalkan harta benda mereka. Banjir bandang di Manado juga menambah pilu hati ini ketika menyaksikannya melalui media.
         Semoga semua saudara kita yang tertimpa musibah ini diberi Allah kekuatan dan kesabaran serta keikhlasan dalam menjalani ujian ini. Sesungguhnya Allah memberikan ujian berupa bencana, penyakit pada hambaNya untuk menaikkan derajat hambaNya atau meluruhkan dosa-dosa mereka. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang mengatakan : “Sesungguhnya musibah memiliki dua peran yaitu sebagai penggugur dosa, atau peningkatan derajat. Dan keduanya tetap dihadirkan sebagai peringatan untuk kembali meluruskan niat dan menaruh kecintaan hanya kepada Allah saja. Dan supaya kamu bersyukur.”
      Ayo kembali bangkit saudaraku. Semoga Allah mengganti semua kehilangan dan ujian itu dengan yang lebih baik, karena semuanya itu dari Allah dan kita harus mengambil pelajaran dari musibah yang diberikan Allah ini. Sebagaimana firman Allah dalam AlQuran surah : Al Furqan ayat 50 :
50. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (ni'mat).

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.