Skip to main content

Mahram Dari Jalur Saudara Sepersusuan

#1Hari1Ayat hari ke 11
Bismillahirrahmanirrahim
        Beberapa minggu lalu saya pernah melihat sebuah tayangan televisi yang bertema Donor ASI. Di tayangan itu seorang ibu yang mendonorkan ASI-nya kepada lebih dari sepuluh orang bayi. Penyebab bayi itu mendapat donor ASI sangat beragam. Umumnya karena Ibu kandung mereka tidak bisa menghasilkan ASI.

      Sampai di sini saya berpikir. Saya pernah mempelajari bahwa dalam islam, memang diizinkan seorang bayi disusukan oleh orang lain. Bahkan Rasulullah SAW semasa bayi disusukan oleh orang lain yang bukan ibu kandungnya. Hal ini karena tradisi dan budaya masyarakat Mekah zaman dulu.
      Setelah Rasulullah SAW diangkat Allah menjadi Rasul, Allah menurunkan wahyu pada Rasulullah SAW dalam Al Quran tentang hukum mahram bagi saudara sepersusuan ini. Terdapat dalam surat Annisa ayat 23:


23. Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan [281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
   
       Jika saya kaitkan tayangan televisi tadi dengan ayat di atas, maka saya hanya mengingatkan kepada Ibu muslimah yang mendonorkan ASI-nya. Bahwa ingatlah dan catatlah semua anak yang menerima donor ASI dari Anda. Lalu beritahukan pada anak-anak Anda bahwa mereka punya saudara sepersusuan yang artinya sudah menjadi mahram bagi mereka.
     Jangan sampai ketika mereka dewasa nanti, ternyata mereka menikahi saudara sepersusuan mereka. Nauzubillah... ^_^
    Berikut saya berikan link mengenai Donor ASI menurut islam dan menurut kesehatan, di sini dan di sini

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.