Skip to main content

[Review Buku] Teman Baru


      Aquana baru pindah ke rumah kakek Riswan karena kedua orangtuanya meninggal dunia. Tentu saja dia harus bersekolah di sekolah baru dan bertemu dengan teman-teman baru. Salah satu teman barunya bernama Akon. Gadis kecil yang dicap aneh oleh teman-temannya yang lain. Karena Akon sering tiba-tiba menghilang dari rumahnya. Kadang Akon juga sering mengumpulkan bunga tanjung di jalanan dekat perumahan mereka. Sehingga teman-temannya tidak ada yang mau bermain dengannya.
       Tapi tidak demikian dengan Aquana. Sebagai anak baru, tentu saja dia ingin bermain dan berteman dengan siapa saja. Suatu hari Akon mengajak Aquana bermain. Seperti biasa, Akon mengumpulkan bunga tanjung saat mereka bermain.

       Setelah itu Akon mengajak Aquana menuju sebuah tempat rahasia. Menurut Akon, tempat itu adalah tempat bermain yang sangat indah dan sangat asyik. Aquana tertarik dan penasaran. Dia pun ikut dengan Akon. Mereka harus menggunakan bunga tanjung untuk sampai di tempat main rahasia. Kunjungan pertama Aquana ke tempat rahasia mengalami kegagalan. Karena Aquana tidak menepati syarat yang ditetapkan Akon.
     Baru pada kunjungan berikutnya Aquana berhasil menjejakkan kaki di tempat rahasia. Sebuah negeri yang sangat indah yang dipimpin seorang ratu. Namanya Negeri Dunia Kedua. Ratu Candybelle, nama ratunya. Ratu Candybelle mempunyai asisten dua puluh dua Nishy. Nama Nishy ini diurut sesuai angka satu hingga dua puluh dua.
     Aquana dan Akon tentu saja sangat asyik bermain di sana. Mereka harus segera kembali ke gerbang Dunia Kedua begitu lonceng berbunyi. Jika mereka tidak keluar sampai lonceng itu selesai berbunyi, maka mereka tidak bisa keluar dari Dunia Kedua.
     Pada kunjungan berikutnya, Aquana dan Akon diajak lomba renang oleh Ratu Candybelle. Ratu juga meminta Aquana untuk menjadi penduduk tetap Dunia Kedua. Padahal untuk menjadi penduduk tetap di sana harus melalui seleksi ketat. Akon yang sudah sering ke sana saja, baru diizinkan sebagai tamu. Tapi Aquana menolak, dia tidak ingin berpisah dari kakek dan nenek Riswan.
      Menurut Ratu Candybelle, Aquana akan sangat dibutuhkan di Dunia Kedua karena Aquana memiliki kekuatan khusus. Walau bingung, tapi Aquana berjanji akan membantu Ratu Candybelle jika dibutuhkan.
Ketika lomba renang berakhir, tiba-tiba air kolam di dunia kedua langsung kering. Akon dan Aquana berusaha mencari tahu penyebab kekeringan itu.
     Ternyata penyebabnya adalah Alpha, si penyusup. Dia berhasil menjadi penduduk tetap Dunia Kedua dengan cara curang. Ternyata Alpha sering membuang-buang air yang berada di kolam renang Dunia Kedua. Aquana berhasil meringkus Alpha yang bertubuh licin dengan menggunakan trik khusus. Trik itu dia dapatkan ketika mengikuti ekskul pramuka.  Apalagi telapak tangan Aquana yang berwarna biru itu ternyata bisa mengeluarkan panas. Hal ini sangat membantu Aquana dan Akon dalam misi mereka menangkap Alpha.
     Novel ini bertema fantasi dengan sedikit bumbu detektif. Anak-anak biasanya suka yang berbau fantasi dan detektif-detektif seperti ini. Apalagi buku ini sangat tipis hanya 60 halaman, sehingga harganya pun cukup murah yaitu Rp 20.000,-. Tips memegang benda licin dalam novel ini menambah nilai tambah novel ini.
    
   
Judul : Teman Baru, Seri Dunai Kedua
Penulis  : Erna Fitrini
Penerbit : Rainbow (Andi Publishing)
Jumlah Halaman : 60 Halaman
Harga : Rp 20.000,-

Comments

  1. Chef, bolehkah posting ini aku copas ke blog DTS? Tentu dengan link ke blog ini. Bolehkah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh bangeeet Tacik Ratih... makasih yak. Aku juga mau bikin review buku Seruni. Hehehe... *modus* :D

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.