Skip to main content

Posts

Aku Belajar Dari Mereka

Beberapa bulan lalu saya berkesempatan untuk menjadi relawan salah satu calon walikota dan wakil walikota Bekasi. Yaitu Bapak Nur Suprianto dan Firdaus. Saya dan beberapa relawan lain mengadakan baksos bidang kesehatan. Kami memberikan pelayanan gratis kesehatan mulai dari mengukur vital sign dan mengecek gula darah, kolesterol dan asam urat. 
       Saya di tempatkan di bagian mengukur tekanan darah. Bersyukur ilmu keperawatan yang pernah saya dapatkan dulu, bisa saya praktekkan lagi sekarang. 
Recent posts

Tips Nyaman Berpuasa Bagi Penderita GERD dan Pasca Cholesistectomy

Alhamdulillah Ramadhan kembali datang. Ramadhan kali ini sedikit berbeda dari Ramadhan tahun lalu dan tahun sebelumnya. Karena saya tidak memiliki kantung empedu lagi, jadi kemungkinan GERD  kumat bisa saja terjadi. Untuk mencegah hal itu terjadi saya mencoba melakukan beberapa hal berikut ini saat menjalankan puasa dan mengerjakan beberapa kegiatan ibadah di bulan Ramadhan.
1. Minum satu gelas air putih sesaat setelah bangun tidur. Perlahan
    minum juga di sela waktu memasak untuk santap sahur. Minum 
    madu dengan dicampur ke dalam 100 cc air hangat. Minum
    herbal Magafit dari HNI/HPAI.

Pemulihan Pasca Operasi Laparascopy Cholesistectomy

Postingan ini adalah lanjutan dari 3 postingan saya sebelumnya. Alhamdulillah setelah sebulan lebih dua pekan sejak saya melakukan operasi kantung empedu, keadaan saya mulai membaik. Rasanya sudah tidak ada lagi makanan yang perlu saya pantang. Alhamdulillah saya tidak diare ketika saya makan sepotong bakwan. Saya memang sudah lama membatasi makan makanan berlemak. 
      Sayangnya, saya masih tidak bisa makan makanan yang pedas dan asam. Jika saya makan kedua makanan ini, maka efeknya, saya akan pusing (dizziness). Saya pikir mungkin karena mual yang berlebihan hingga muncul pusing ini. Wallahu 'alam. 

Pemulihan Pasca Operasi Kantung Empedu

Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya ya. Yang pertama bisa dibaca di sini dan yang kedua di sini. Selamat membaca... 😊
    Alhamdulillah sehari setelah operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 15-02-2018, saya sudah bisa melakukan mobilisasi. Saya bisa turun dari tempat tidur setelah kateter (selang untuk buang air kecil) dilepas. Sepertinya perawat memasang selang ini saat saya sudah dalam kondisi dianastesi. 

Persiapan Pra Operasi Batu Empedu

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya. Bisa dibaca di sini. Dalam postingan ini saya akan menceritakan proses pra operasi. Oke, kita mulai ya... 😊       Sehari sebelum operasi, saya sudah masuk ruang perawatan untuk beberapa pemeriksaan pra operasi. Bersyukur Allah memberikan ketenangan di hati saya. Alhamdulillah support dari sahabat-sahabat saya banyak membantu sehingga saya lebih tenang sebelum menjalankan operasi.        Tanggal 13 Februari 2018 saya mendaftar di rawat inap RS Hermina Bekasi. Selanjutnya saya ke laboratorium untuk pemeriksaan darah pra operasi. Lalu melakukan rontgen paru-paru, sebagai salah satu syarat sebelum melakukan operasi di RS ini. Setelah itu saya diajak ke ruang perawatan. Sampai di ruang perawatan saya melakukan pemeriksaan EKG. Sekali lagi ini persyaratan bagi setiap pasien yang akan dilakukan operasi. 

Operasi Batu Kantung Empedu

Hampir sebulan lalu saya melakukan operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 14 Februari 2018. Beberapa sahabat bertanya, "kayaknya kamu baik-baik saja, kok tiba-tiba ada batu di kantung empedumu?" Hal ini juga yang saya tanyakan pada dokter ketika saya diberitahu tentang adanya batu di kantung empedu saya.
    "Ini bukan tiba-tiba ada Bu. Tapi sudah ada sejak beberapa tahun lalu, mungkin ibu tidak begitu merasakan gejalanya." Demikian dokter memberi jawaban. Jangan tanya bagaimana perasaan saya ketika dokter mengatakan saya harus dioperasi. Khawatir, takut, bingung dan berbagai perasaan negatif lainnya mulai menghantui saya.
Yang bisa saya lakukan hanya menangis di hadapan dokter. Saya seperti tak peduli kalau saya dibilang cengeng.

Proses Kreatif Buku Aku Cinta Masjid

Tiga Serangkai | Mengajak Anak-Anak untuk Lebih Mencintai Masjid


Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah akhir Januari 2018, buku Aku Cinta Masjid akhirnya terbit juga. Saya tahu buku ini terbit juga secara kebetulan. Saat itu salah satu teman penulis menandai saya dalam sebuah postingan fotonya. Foto itu adalah beberapa foto buku yang baru terbit di Penerbit Tiga Ananda. Waktu melihat foto kover buku tersebut, saya seolah dejavu melihat ada nama saya di salah satu kover buku yang di-posting. “Buku ini saya yang nulis, ya? Tapi saya belum pernah lihat kover buku ini di lemari buku saya?” Kira-kira demikian batin saya waktu itu. Lalu saya telusuri beberapa komentar di postingan tersebut. Ternyata benar, semua foto kover buku yang di-posting adalah buku-buku yang baru terbit dan sahabat saya itu dapat fotonya dari salah seorang marketing yang dia kenal. Karena sahabat ini juga menjual buku-buku terbitan Tiga Ananda.