Thursday, January 7, 2021

Pangeran Muqtadir (Pangeran dan Putri Asmaul Husna)

                                                                 Pangeran Muqtadir

            Pangeran Muqtadir termenung di depan jendela istana. Dia memandangi langit yang masih mencurahkan hujan dengan deras. Sudah dua hari hujan tak berhenti. Dia khawatir dengan keadaan rumah masyarakat di kerajaannya. Apakah mereka baik-baik saja? Bagaimana jika rumah mereka terendam banjir? 

            Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran pangeran Muqtadir. Karena biasanya jika hujan tiada henti seperti dua hari ini, akan terjadi banjir di beberapa desa di kerajaan mereka. Biasanya desa yang terkena banjir adalah desa yang dekat dengan sungai. Banjir terjadi karena sungai meluap. 

            “Semoga saja tidak terjadi banjir,” doa Pangeran Muqtadir.

            Baru saja Pangeran Muqtadir selesai dengan doanya, tiba-tiba dua pengawal menghampirinya.

            “Maaf yang mulia, kamu ingin melaporkan, bahwa desa Kedak mengalami banjir yang cukup parah. Karena sungai meluap. Sebagian masyarakatnya sudah mengungsi. Sepertinya mereka tidak bisa kembali ke rumah mereka lagi. Karena rumah mereka sudah tersapu banjir bandang,” lapor salah satu pengawal istana.

            Pangeran Muqtadir terkejut mendengar laporan itu. Dia harus berpikir cepat untuk melakukan sesuatu. 

            “Panggil semua pejabat kerajaan, lalu sebarkan bantuan untuk penduduk yang kena musibah. Ajak mereka yang kehilangan rumah dan masyarakat lainnya untuk membangun rumah kembali bagi mereka di desa yang jauh dari sungai. Sebaiknya mereka tidak tinggal di dekat sungai lagi. Nanti daerah sekitar sungai akan ditanami berbagai pohon. Sungai itu nanti akan dikeruk agar bisa menampung air lebih banyak.” Perintah Pangeran Muqtadir.

            Para pengawal pun bergerak cepat. Mereka segera mengumumkan perintah pangeran kepada seluruh pejabat istana dan seluruh warga. Rakyat kerajaan Garut bahu membahu membantu korban banjir dan membangun kembali rumah untuk mereka.

                                                                        ***

 

Arti 

Muqtadir : Berkuasa. Allah Maha Berkuasa terhadap semua makhluknya. Kita pun bisa mencontoh nama Allah ini dengan cara menggunakan kekuasaan yang kita miliki untuk kebaikan. 

 

Wednesday, January 6, 2021

Pangeran Malik (Pangeran dan Putri Asmaulhusna)

 

Pangeran Malik

            Pangeran Malik berbaring di ranjangnya. Hari ini dia tidak ingin melakukan apapun. Dia ingin bermalas-malasan di tempat tidur. Kemarin dia seharian latihan memanah. Hari sebelumnya dia latihan berkuda. Sebelumnya lagi latihan berenang dan belajar di malam hari. Makanya hari ini dia ingin istirahat. 

            “Ah, enaknya nggak melakukan apa pun,” gumam Pangeran Malik sambil menarik selimutnya. Dia kembali memejamkan matanya.

            “Kakak, ayo kita main di luar,” terdengar suara Pangeran Syahdan memanggil di luar kamar. Pangeran Syahdan adalah adik Pangeran Malik.

            Pangeran Malik menarik selimutnya ke atas kepala. “Ah, kenapa Syahdan ngajak main, sih?” gumamnya kesal.

            “Ayo, main gundu, Kak,” tiba-tiba Pangeran Syahdan sudah berada di samping Pangeran Malik.

            “Kamu main sendiri aja. Kakak masih ngantuk, nih,” jawab Pangeran Malik dari balik selimutnya.

            “Ngak mau. Aku maunya main sama Kakak,” Pangeran Syahdan menarik selimut Pangeran Malik. 

            “Kakak capek. Kakak ingin istirahat dulu hari ini,” ujar Pangeran Malik memelas. Dia tahu, kemauan Syahdan pasti sangat kuat. Jika Syahdan menginginkan sesuatu, maka hal itu harus terwujud. Makanya tidak ada yang bisa menghentikan Pangeran Syahdan jika dia menginginkan sesuatu.

            “Ayo, Kak!” Pangeran Syahdan mulai merengek. Adiknya itu baru berusia lima tahun. Mungkin karena itu dia belum bisa dikasih pengertian. Pangeran Malik sangat kesal. Dia kembali menarik selimut yang sudah di tangan Syahdan. Hingga Syahdan terjatuh, lalu menangis.

            “Tuh, kan? Selalu menangis!” gerutu Pangeran Malik. Dia lalu duduk dan mendengus kesal. Rasanya ingin dia berteriak pada adik kecilnya itu. Pangeran Malik teringat pesan gurunya agar jika dia marah, dia harus segera istighfar dan menarik napas dalam lalu mengembuskannya.

            Pangeran Malik melakukan pesan gurunya itu. Setelah dia agak tenang, dia lalu membujuk Pangeran Syahdan untuk diam. Tiba-tiba dia teringat ucapan Bunda Ratu.

            “Kamu tahu sayang, kenapa Ayah dan Bunda menamakanmu dengan nama Malik? Agar kamu bisa mencontoh sifat Allah yaitu Maha Memiliki, Raja dari segala raja. Kami berdoa agar kamu mampu menguasai dirimu untuk berbuat kebaikan. Jika kamu ingin berbuat buruk, maka kamu akan segera menguasai dirimu agar kamu berbuat baik.”

            Pangeran Malik tersenyum. “Ayo kita main, Dik,” ajaknya pada Pangeran Syahdan. Mereka pun bermain di luar istana dengan gembira.

                                                                        ***

Arti dan Dalil

Al Malik artinya Allah adalah pemilik, raja yang memerintah seluruh alam semesta. Baik yang terlihat maupun tak terlihat. Allah-lah yang mengendalikan dan menguasai semua urusan makhluk. 

Dalil nya terdapat dalam al quran 

1.     Surah Thaha ayat 114

2.     Surah Al Mukminun ayat 116

3.     Surah Al Hasyr ayat 23

4.     Surah Al Jumuah ayat 1

Ketika kita ingin mencontoh sifat Allah Al Malik, maka hal yang harus kita lakukan adalah menjadi raja bagi diri sendiri. Maksudnya menguasai diri kita untuk selalu berbuat kebaikan. Ketika ada keinginan untuk malas belajar, ingin main terus dan malas melakukan hal-hal yang bermanfaat, maka lawanlah sifat itu. Kita adalah raja terhadap diri kita sendiri. Kita perintahkan kepada diri kita untuk selalu berbuat kebaikan.

Tuesday, January 5, 2021

Putri Muqaddima (Pangeran dan Putri Asmaul Husna)

Putri Muqaddima

            Hari ini, pangeran Syahid, adik Putri Muqaddima terkena demam. Bunda Ratu sudah memberikan ramuan pereda demam untuk sang adik. Sayangnya pangeran Syahid masih demam. Raja sudah memerintahkan pengawal untuk memanggil tabib untuk datang ke istana. Tapi tabib hanya memberikan resep ramuan obat. Karena dia tidak bisa meninggalkan istrinya yang sedang sakit.

            Putri Muqaddima kesal melihat hal ini. “Masa Tabib Jamal tidak mau ke istana? Istrinya kan sudah beberapa hari lalu sakit. Pasti saat ini istinya sudah hampir sembuh. Kasihan kan pangeran Syahid, masih demam,” omelnya.

            “Sabar, sayang. Mungkin Tabib Jamal memang tidak bisa meninggalkan istrinya,” Bunda Ratu menenangkan Putri Muqaddima.

            “Aku ingin melihat keadaan istri Tabib Jamal dulu ya, Bunda. Biar aku tahu kalau istri beliau memang tidak bisa ditinggalkan,” putus Putri Muqaddima. Bunda Ratu tak bisa menahan keinginan putrinya itu. Putri Muqaddima pun mengeluarkan kudanya dari kandang. Dia berangkat ditemani seorang pengawal istana.

            Putri Muqaddima memacu kudanya di jalan menuju rumah Tabib Jamal. Dia harus bergegas menemui tabib itu.Beberapa menit kemudian Putri Muqaddima sudah sampai di depan rumah Tabib Jamal. Putri Muqaddima mengikat tali kudanya ke tempat yang sudah disediakan di setiap rumah penduduk. Dia lalu mengetuk pintu rumah Tabib Jamal sambil mengucapkan salam.

            Terdengar jawabab salam dari Tabib Jamal. Tak lama kemudian, Putri Muqaddima melihat Tabib Jamal membuka pintu untuknya. Wajah Tabib Jamal terlihat pucat. Sepertinya sudah beberapa hari dia tidak istirahat.

            Putri Muqaddima sangat kasihan melihatnya. Tabib Jamal mempersilakan sang putri masuk ke rumahnya. Begitu Putri Muqaddima masuk, dia melihat istri Tabib Jamal terbaring lemah di tempat tidurnya.

            “Maaf tuan putri, saya tidak bisa segera ke istana. Istri saya tidak ada yang merawat. Anak saya masih belum datang. Dia bekerja di kerajaan tetangga,” ucap Tabib Jamal pelan.

            “Saya yang harusnya minta maaf, paman Tabib. Saya pikir istri paman tidak separah ini. Kalau begitu, saya akan membantu merawat bibi. Paman Tabib istirahat dulu ya. Saya khawatir, nanti paman jadi sakit juga.”

            “Terima kasih tuan putri,” Tabib Jamal tak menolak saran putri Muqaddima. Sebelum dia istirahat, dia memberikan resep ramuan tambahan untuk mengobati pangeran syahid kepada pengawal. 

            Putri Muqaddima meminta pengawal kembali lebih dulu ke istana. Karena dia akan membantu merawat istri Tabib Jamal.

                                                                                    ***

Arti 

Al Muqaddim artinya Allah memiliki sifat Maha Mendahulukan. Kita bisa mengamalkan sifat Allah ini dengan cara mendahulukan kepentingan orang lain disbanding kepentingan kita sendiri.

Monday, January 4, 2021

Putri Muhya (Pangeran dan Putri Asmaul Husna)

                                                      Putri Muhya Berkebun

          Hari ini Putri Muhya sepupu Putri Mubdia menginap di istana. Sore itu mereka terlihat sedang berada di kebun istana. Mereka  membantu tukang kebun istana menyirami tanaman. Tukang kebun istana terlihat sangat sibuk.
          “Kasihan mawar-mawar ini, sudah hampir mati. Sebaiknya kita gemburkan kembali tanahnya setelah itu kita beri pupuk,” ucap Putri Muhyi ketika melihat bunga mawar merah yang sudah layu. 

“Ayo kita kerjakan sekarang,” ajak Putri Mubdia bersemangat. Mereka segera mengambil peralatan berkebun di pojok kebun istana. Merekapun mulai menggemburkan tanah di sekitar bunga mawar dan bunga melati yang sudah layu. Setelah itu mereka menaburkan pupuk kandang di sekitar tanaman itu, lalu menyiraminya dengan air.  

“Alhamdulillah... semoga semua tanaman ini segera tumbuh kembali,” ujar Putri Muhyi sambil duduk di bawah pohon apel. Putri Mubdia pun duduk di sebelahnya. Mereka mengipasi badan mereka dengan menggunakan tangan.
          “Ini hadiah bagi tuan putri yang rajin seperti kalian,” tukang kebun istana menyodorkan segelas air putih kepada kedua putri. Beliau juga menyodorkan sekeranjang apel yang baru saja beliau petik.
          “Terima kasih paman,” senyum mereka. Mereka segera mencuci tangan dan menghabiskan isi gelas yang diberikan tukang kebun istana. Setelah itu mereka memakan apel sambil duduk di bawah pohon apel. 
          “Semoga  Allah menghidupkan kembali bunga ini,” doa Putri Muhya. Putri Mubdia dan tukang kebun mengaminkan doa itu. Beberapa hari kemudian bunga mawar dan bunga melati yang hampir mati itu kembali segar.

                                                ***

Dalil dan Arti

Al Muhyi artinya Yang Maha Menghidupkan. 

Allah berkuasa menghidupkan semua makhluk sesuai dengan keinginanNya. Jika kita ingin mencontoh sifat Allah ini, maka kita bisa memulainya dari menanam pohon dan tanaman lain atau mengadopsi anak kucing yang baru lahir. Semoga kita bisa mencontoh nama Allah ini ya.

Dalil dari nama Allah Al Muhyii ada dalam Al Quran 

1.     Surah AL Hijr ayat 23

2.     Surah Ar Ruum ayat 50

3.     Surah Ghaafir ayat 68

 

 

Sunday, January 3, 2021

Pangeran dan Putri Asmaul Husna (Putri Mubdia)

Putri Mubdia dan Madu Untuk Koki Istana


            “Mubdia, bolehkah Bunda  minta tolong?” panggil Bunda Ratu. Putri Mubdia sedang membaca buku di kamarnya.

 Dia lalu menghampiri Bunda Ratu. “Apa yang bisa aku bantu, Bunda?” tanyanya sambil tersenyum. Putri Mubdia selalu bersegera melakukan sesuatu. 

“Tolong antarkan madu ini ke rumah Koki Istana ya. Beliau sedang sakit. Semoga madu ini bisa mengobati penyakitnya. Semoga setelah meminum madu ini Koki segera sembuh.”  Bunda ratu menyerahkan sebotol madu kepada Putri Mubdia.

            “Baik Bunda, aku pergi dulu ya,” Putri Mubdia mengambil madu itu dan segera berjalan keluar istana. Sambil bersenandung kecil, Putri Mubdia berlari kecil menuju rumah koki istana. Rumah koki istana berjarak seratus meter dari istana. Sepuluh menit kemudian, Putri Mubdia sampai di rumah koki istana. 
            “Assalamualaikum,” Putri Mubdia mengetuk pintu rumah koki istana.
            “Waalaikumsalam,” sahut istri koki istana sambil membukakan pintu.

          “Silakan masuk tuan putri. Terima kasih sudah mengunjungi kami,” ujar istri koki istana. Dia tak menyangka sang putri berkenan mengunjungi mereka.  

“Apa kabar Bibi?” tanya Putri Mubdia sambil mencium tangan istri Koki. Setelah itu dia melangkahkan kakinya ke dalam rumah. 

“Alhamdulillah, saya sehat tuan putri.” Istri koki mempersilakan Putri Mubdia duduk di kursi tamunya yang sederhana. Putri Mubdia pun duduk di samping istri koki.
           “Bibi, saya membawa madu untuk paman koki. Semoga setelah meminum madu ini koki  segera sembuh dari sakit beliau,” ujarnya. Putri Mubdia menyerahkan botol berisi madu kepada istri koki istana.
           “Terima kasih tuan Putri,” ujar istri koki sambil menerima botol madu. 

“Boleh saya melihat paman koki, Bibi?” 

“Silakan tuan putri,” istri koki mengantar Putri Mubdia ke kamarnya.

   Putri Mubdia menghampiri koki yang tertidur lemah di atas kasur. Dia duduk sebentar di samping koki istana. Lalu mulai berdoa untuk kesembuhan sang koki. Beberapa menit kemudian Putri Mubdia pamit kembali ke istana. 

                                                            ***

Keesokan harinya koki istana sudah terlihat kembali di dapur istana.
           “Alhamdulillah saya sudah sehat kembali. Ini berkat doa Putri Mubdia dan seluruh penghuni istana ditambah  dengan madu yang saya minum kemarin,” ucap koki istana ketika Princess Mubdia menyapanya di dapur.  Princess Mubdia tersenyum dan bersyukur kepada Allah atas kesembuhan koki istana.

                                                            ***

Dalil dan Arti

Allah mempunyai nama Al Mubdi’, artinya Yang Maha Memulai. Kita semua juga bisa meniru nama Allah tersebut dengan bersegera memulai semua pekerjaan kita. Misalnya bangun lebih awal sehingga bisa berangkat lebih awal ke sekolah. 

            Bisa juga mengerjakan pekerjaan rumah tanpa disuruh oleh mama dan papa. Jika kita sudah bersegera memulai semua hal, insyaallah kita sudah bisa menerapkan salah satu nama Allah dalam kehidupan kita. 

Dalil nama Allah Al Mubdi’ ini bisa kita temukan dalam Al Quran 

1.     Surah Ar Ruum, ayat 27

2.     Surah Al Buruuj, ayat 13

 

 

Saturday, January 2, 2021

Pangeran dan Putri Asmaul Husna (Putri Rahima)

Putri Rahima

            Putri Rahima sedang berbelanja di pasar. Hari itu dia membantu Bibi dayang untuk berbelanja. Putri Rahima sangat senang. Karena setiap kali dia diajak belanja, pasti dia diizinkan untuk membeli sesuatu yang diinginkannya.

            “Bibi,  setelah belanja, antar aku ke toko benang ya,” pinta Putri Rahima. “Aku ingin membeli benang rajut.”

            “Baik, tuan putri,” jawab Bibi dayang. Mereka melanjutkan belanja kebutuhan dapur istana. Setelah selesai, Bibi dayang mengantar Putri Rahima ke toko benang. Putri Rahima membeli beberapa gulung benang rajut yang terbuat dari wol. Dia memilih warna hijau dan biru. Setelah itu mereka kembali ke istana. 

            “Tuan putri mau membuat syal, ya?” tanya Bibi dayang ketika mereka di perjalanan.

            “Iya, Bi. Aku ingin membuat syal untuk Paman Sulaiman. Beliau sering terdengar bersin-bersin ketika kita shalat subuh di masjid istana,” jelas Putri Rahima.

            “Oh, benar juga Tuan Putri. Paman Sulaiman sepertinya alergi dingin. Tapi dia tak pernah melewatkan untuk shalat berjamaah di masjid,” ujar Bibi dayang setuju. 

“Insyaallah nanti Bibi bantu Tuan Putri ya.” Putri Rahima mengangguk sambil tersenyum.

Sampai di istana, Putri Rahima langsung menuju ke kamarnya. Dia mulai membuat syal untuk Paman Sulaiman. Paman Sulaiman adalah pengawal istana. Beliau dan keluarganya tinggal di lingkungan istana. Putri Rahima sangat akrab dengan Paman Sulaiman dan keluarganya.

Putri Rahima merajut syal itu tiap hari sepulang sekolah. Dia begitu bersemangat melakukannya. Dia tak ingin Paman Sulaiman sakit karena musim hujan hampir tiba. Kadang Bibi dayang membantu Putri Rahima ketika dia sekolah. 

Setelah mengerjakan syalnya selama sebulan, akhirnya Putri Rahima berhasil menyelesaikan sebuah syal. Syal cantik berwarna hijau dengan motif kembang biru. Syal itu cukup panjang dan tebal. 

“Paman Sulaiman, mulai hari ini, kenakan syal ini ketika Paman berangkat shalat subuh, ya? Saya membuatnya khusus untuk Paman. Agar badan paman tetap hangat dan tidak sering bersin lagi,” ujar Putri Rahima ketika menyerahkan syal kepada Paman Sulaiman.

Paman Sulaiman terharu melihat kebaikan dan perhatian Putri Rahima. Dia menerima syal yang diberika Putri Rahima.

“Terima kasih Tuan Putri. Saya senang, tak salah raja dan ratu memberikan nama Putri Rahima Humaira pada Tuan Putri. Tuan Putri sangat penyayang seperti nama yang diberikan raja dan ratu,” ujar Paman Sulaiman dengan suara bergetar.

            “Amin... semoga Paman selalu sehat, ya,” doa Putri Rahima. Dia senang Paman Sulaiman menyukai syal pemberiannya.

                                                ***

Arti dan Dalil

Ar Rahim artinya Yang Maha Penyayang. Makna nama Allah yang satu ini sedikit berbeda dengan makna nama Allah sebelumnya. Ketika Allah menggunakan nama Ar Rahman, maka Dia memberikan kasih sayang-Nya kepada semua makhluk. 

Tapi ketika Dia disebut sebagai Ar Rahim, maka Dia hanya memberikan rasa sayang-Nya hanya kepada hambaNya yang muslim dan mukmin saja.

Kita bisa mencontoh nama Allah ini dengan cara menyayangi semua teman-teman kita khususnya yang beragama islam.

Dalil dari nama Ar Rahim ini ada dalam Al Quran 

1.     Surah Al Fatihah