Pertengahan tahun 2017 lalu, saya menerima email dari Mas Haryadi. Seperti biasa, setiap saya menerima email dari Mas Hary mau pun editor Tiga Ananda lainnya, pasti saya deg-degan. Karena jika saya menerima email dari editor kesayangan ini, biasanya ada dua kemungkinannya.
Pertama naskah yang saya tulis diterima dan yang kedua naskah yang saya tulis ditolak. Nah jadi di mindset saya, semua email dari beliau ini pasti berisi dua hal tersebut. Bersyukur kabar yang saya baca waktu itu adalah penawaran menulis sebuah naskah yang konsepnya sudah dibuat Mas Hary.