Thursday, October 10, 2013

Menang Lomba Menulis Novel Islami dari Bentang Pustaka

     Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti lomba menulis Novel Islami dari Penerbit Bentang Pustaka. Lomba ini bertema Seribu Wajah Muslimah. Awalnya saya tidak berani mengikuti lomba ini. Karena basic saya yang biasa menulis ceita untuk anak.
     Namun, guru menulis saya Mas Benny Rhamdani memberikan semangat. Lebih baik dicoba dulu. Jangan takut kalah sebelum berperang. Jadilah saya membuat novel ini berdasarkan dateline yag saya tentukan sendiri.
     Sekitar sebulan, naskah  berjumlah 150 halaman lebih ini berhasil saya tulis di tengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga dengan 3 orang anak. Niat saya ikhlas hanya ingin menulis sesuatu yang semoga menjadi ibadah untuk saya.
    Saya tidak terpikir akan memenangkan lomba ini. Ternyata Allah memberikan hadiah untuk saya. Saya mendapatkan juara ke tiga. Saya mengetahui hal itu dari teman sesama penulis yang mengirim pesan di wall FB saya.
    Tentu saja saya tidak percaya dan sekaligus sujud syukur. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Saya meyakinkan diri, bahwa saya memang pantas mendapatkan hadiah itu. Karena sebelum menulis novel ini, sya sudah belajar pada Mas Benny tentang cara menulis novel islami untuk dewasa.
    Naskah ini adalah naskah kedua yang saya buat. Naskah pertama adalah naskah tugas dari Mas Benny dari Kelas Ajaib Online Novel Pop yang saya ikuti. Kebetulan naskah tugas itu sudah saya kirim ke penerbit lain. Makanya saya berpikir membuat naskah baru untuk lomba ini..
   Melalui postingan ini, saya mengucapkan terima kasih yang takterhingga pada Mas Benny Rhamdani dan semua teman-teman yang sudah mensupport saya dalampembuatan naskah ini. Semoga kebaikan kalian dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT.
    Special Thanks saya ucapkan juga untuk teman saya Suzi Marta. Saya sudah merepotkan Suzi dengan meminta data selengkap-lengkapnya tentang Bidan desa dan lokasi seting novel saya ini. Saya memang membuat tema tentang bidan desa. Karena saya pernah menjadi perawat dan PKL di suatu desa terpencil. Saya ingin menyajikan pada pembaca bagaimana takmudahnya menjadi bidan desa di desa terpencil.
    Mohon doanya agar novel ini segera terbit dan hadir menemani hari-hari Anda.


Friday, September 6, 2013

Adaw!


Setiap tahun, di akhir Ramadhan, hampir semua umat muslim dunia khususnya Indonesia mudik ke kampung halaman mereka masing-masing. Mereka berniat untuk bersilarurrahim dengan orang tua, saudara dan kerabat. Biasanya momen mudik itu mereka manfaatkan untuk bersenang-senang. Berekreasi bersama anak-anak dan keluarga tercinta. Menikmati kampung halaman, memperkenalkan anak mereka kepada sahabat dan kerabat. Memperkenalkan anak-anak kepada kuliner khas kampung halaman.

Wednesday, August 28, 2013

Berwisata Pantai di Ancol



13725897211553546779
Beberapa bulan lalu, saya dan keluarga kecil saya jalan-jalan ke Pantai Karnaval Ancol. Kami memang sering ke pantai ini. Hampir tiap minggu ketika anak bungsu kami menderita batuk karena alergi. Sebagian orang menyarankan agar kami membawa si kecil Hauzan ke pantai pada pagi hari. Udara pagi di pantai akanmempercepat penyembuhan penyakitnya.
Sejak itu, hampir tiap minggu kami ke pantai Karnaval Ancol ini. Alhamdulillah, ternyata Allah memberikan kesembuhan pada putra kami. Setelah Hauzan sembuh dan batuknya sudah tidak ada lagi, kami masih berkunjung ke pantai ini sekali sebulan hanya untuk rekreasi. Kadang kami mengajak anak-anak ke Dufan , gelanggang Samudera, Atlantis atau Seaworld. Kadang cukup bermain pasir dan ombak di pantai.

Thursday, August 22, 2013

Bermain Piramida Membuat Tubuh Sehat dan Tetap Kompak

          Puasa-puasa begini ternyata tak menyurutkan niat anak-anak ini untuk bermain. Saya melihat mereka bermain di depan rumah saya. Tentu saja anak saya Hikmal ikut bermain bersama mereka. Ketika saya tanya mereka sedang main apa, begini jawaban mereka. “Ini main Piramid Bu.” Saya ingat, dulu saya pernah juga main seperti ini. Tapi alat yang kami gunakan adalah batu yang ditumpuk menjadi piramid. Cara bermainnya sama persis dengan yang mereka mainkan sekarang. Tadi saya melihat mereka membuat semacam piramid dari sebelah sendal masing-masing pemain. Jumlah pemain biasanya sekitar 3-6 orang.

Monday, August 19, 2013

Ekor Baru untuk Siru (Novel Anak Shaleh)

''Refa terus meratapi kaki patahnya yang dibalut gips.Ibu,ayah dan teman-temannya sampai tak bisa membuatnya kembali ceria. Hingga suatu sore, Refa terkejut melihat seekor lumba-lumba yang terdampar di pantai.ekornya patah!
Siru, demikian Eefa menamai lumba-lumba itu. Ayah Refa yang bekerja di pusat rehabilitasi merawat Siru. Refa pun tiap hari menyemangati Siru, dan tiba-tiba Refa juga bersemangat untuk sembuh. Alhamdulillah...
Ayah punya kejutan untuk Refa, sehingga membuatnya tersenyum bahagia.
Mau tau cerita selanjutnya? Beli bukunya di Toko Buku Gramedia terdekat ya... harganya Rp 29.000,- ^_^


Thursday, August 1, 2013

Wednesday, July 17, 2013

Berwisata ke Masjid Kubah Emas DIan AlMahri (dimuat di Harian Analisa Medan 14 Juli 2013)

gambar_berita
foto-foto Nelfi Syafrina
Oleh : Nelfi Syafrina. Sabtu pagi, saya dan keluarga berniat mengunjungi Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri di Depok. Kami berangkat dari rumah kami di Bekasi pukul 9.00 WIB pagi. Ternyata perjalanan menuju Depok tidak seperti yang kami harapkan. Seperti biasa, kami harus menghadapi kemacetan. Apalagi sempat beberapa kali GPS yang kami jadikan sebagai penunjuk jalan, membuat kami tersesat di Depok.