Skip to main content

Azalia, Bukan Quran Biasa



            Pertama melihat Quran Azalia saya langsung jatuh cinta. Awalnya memang karena melihat fisik Quran yang sangat bagus. Desainnya yang menyerupai dompet cantik membuat mata tak mau lepas memandangnya.
            Setelah membuka retsleting keren yang menutupi Quran, saya bertambah jatuh cinta. Warna pink lembut mendominasi pinggiran Quran. Apalagi ada 3 kartu unik yang menyertainya. Kartu-kartu itu adalah kartu tanda tanda waqaf & doa sujud tilawah, jadwal shalat, dan daftar nama surat.
            Selanjutnya saya, membuka halaman pertama Quran Syaamil ini. Halaman awalnya membuat saya kagum. Ada semacam sertifikat yang menyatakan bahwa Quran terjemahan ini sudah mendapat ijin dari Departemen agama RI. Hal yang teramat penting bagi kita umat muslim. Dengan adanya sertifikat ini, maka sebagai muslimah saya tidak ragu lagi membaca terjemahan Quran Azalia.

            Kelebihan lain Quran Azalia adalah bahwa di bagian akhir Quran ini kita akan menemukan doa Khatmil Quran, indeks keluarga, wanita-wanita abadi dalam AlQuran, dan adab memuliakan AlQuran.
Ada kisah Aisyah Binti Abubakar ( QS An-Nur : 11-17) di sini diceritakan sebab turunnya ayat tersebut dan sekelumit riwayat hidup beliau. Kisah lainnya tentang putri Rasulullah SAW Fatimah Azzahra (QS Al-Ahzab : 33), dan kisah wanita-wanita lain yang diabadikan AlQuran.
               Quran dengan berbagai pilihan warna & berukuran A6 (10.5cmX15cm)  ini bisa dibeli di seluruh toko buku di Indonesia dengan harga Rp. 79.000,-  
Satu cerita menarik saat saya menulis review ini, anak saya Syifa,13 th baru pulang sekolah. Dia melihat saya membaca Quran Azalia, dia minta dibelikan juga.“Bagus banget Qurannya Bu, Kakak juga mau dong. Warna oranye ya Bu,”
Semoga dengan memiliki Quran ini kita semakin rajin membacanya dan mengamalkan isinya.

Comments

  1. Replies
    1. hihihi... pas banget sama warna kesukaan saya. ^_^

      Delete
  2. Cinta pada pandangan pertama ya, mbak hehe...
    Mudah2an barokah pada kita yang membacanya, amin.

    ReplyDelete
  3. Wah, biru-biru, nih Mbak Nelfi. Anak saya juga suka banget. Dipegangin terus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. secara saya suka warna biru mbak Saptorini. ^_^

      Delete
  4. Mbak, matching banget deh sama kerudungnya ^^

    ReplyDelete
  5. Ay... ay... saya kafelem ternyata :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.