Skip to main content

Tips Membuat Fabel dari Eyang Djoko Lelono


Sekedar 'tip' untuk menulis 'fabel' :

1. Bacalah banyak-banyak fabel yang sudah 'eksis', mungkin yang 'tradisional' lebih baik untuk dipelajari. Kenalilah strukturnya, hingga Anda dapat merasakan bagaimana 'irama' sebuah fabel.
2. Pastikan ide pokok dari fabel Anda, tuliskan kerangka ceritera Anda. 'Biasanya' fabel tokohnya adalah hewan-hewan yang bertingkah laku sebagai manusia. Biasanya fabel mempunyai suatu problem yang kemudian dipecahkan. Biasanya fabel mempunyai pesan 'moral'. Bisa juga Anda menulis kerangkanya terbalik : moralnya apa, cara penyampaiannya bagaimana, jalinan ceritera antar tokohnya bagaimana.
3. Pastikan karakter tokoh-tokoh di ceritera Anda dan bagaimana karakter-karakter itu nanti ikut membangun pesan moral yang disampaikan.
4. Pikirkan bagaimana pribadi karakter Anda ikut menggambarkan pesan moral yang akan disampaikan. Misalnya, kancil itu kecil, gesit, bergerak cepat. Karakternya : licik, suka menipu, banyak akalnya, tetapi besar kemungkinan karena kelicikannya bisa terkena bencana di akhirnya.
5. Dengan berbagai karakter tokoh-tokoh itu, jalinlah sebuah ceritera sehingga kemudian 'moral' dari ceritera tersebut bisa ditampilkan, sebisa mungkin tidak secara verbal.
6. Buat dialog dan gerak gerik semua karakter sesuai dengan fisik dan karakter masing-masing tokoh dalam rangka jalinan ceritera menuju 'moral' ceritera.

Jika semua itu terpenuhi, kemungkinan besar Anda akan menciptakan sebuah fabel yang tidak saja 'hidup' tetapi 'bukan sekedar ceritera'. 
  • Pertanyaan dari Umi Tethy : Tanya guru: boleh gak, sifat hewannya berbeda dengan di alam? Misalnya saya pernah bikin fabel tupai, tapi tupainya gak bisa bedain antara kacang dan batu dalam gelap. Hehe.. Pada protes karena di alam penciuman tupai sangat tajam, jadi gak logis tupai keliru makan batu.
  • Jawaban dari eyang Djoko : Secara karya kreatif, apa lagi sesuai dengan ceritera, bukan masalah, bahkan bisa jadi bumbu yang mak nyoosss ... terutama dalam hal menerbitkan humor! Fabel tidak perlu sesuai dengan keadaan alam sebenarnya ... kalau harus sesuai namanya biologi!
    contoh sinopsis fabel dari saya yang menurut eyang Djoko Lelono bagus... bagus... *ala pak Tino Sidin* ^_^
    1. Singa Lelono mendengar suara merdu. dia berpikir mungkinkah itu suara Sri srigala atau suara Giant Gajah.
    2. Singa mencari tahu asal suara bersama teman-temannya. (Syafri Zirafah, Nissa Kera dan Ulil Ular)
    3. Sampai di rawa yang tak jauh dari hutan, mereka melihat Ratihsoe burung sedang bernyanyi dengan suara merdu. tapi suara yang mereka dengar tadi lebih merdu dari suara Ratihsoe burung. (karena belum ending)
    4. mereka pun melanjutkan pencarian sambil menyusuri rawa. ratihsoe burung ikut bersama mereka.
    5. taklama, mereka bertemu buaya yang sedang berjemur. mereka bertanya pada buaya tentang suara merdu tersebut.
    6. Buaya mendengar suara itu tapi tidak tahu suara siapa, buaya pun ikut mencari.
    7.dst.... endingnya semua binatang yang mereka temui ikut mencari tahu sumber suara merdu. dan mereka menemukan ternyata suara itu berasal dari Erna Merak yang sedang diajarkan bernyanyi oleh kepsek Panda Benny.

*sumber https://www.facebook.com/groups/PenulisBacaanAnak/

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Pemulihan Pasca Operasi Kantung Empedu

Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya ya. Yang pertama bisa dibaca di sini dan yang kedua di sini. Selamat membaca... 😊
    Alhamdulillah sehari setelah operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 15-02-2018, saya sudah bisa melakukan mobilisasi. Saya bisa turun dari tempat tidur setelah kateter (selang untuk buang air kecil) dilepas. Sepertinya perawat memasang selang ini saat saya sudah dalam kondisi dianastesi.