Masih bisa kok mengetik gak pake kaca mata, demikian selalu batin saya berkata. Saya pun memaksa mata saya mengetik, membaca buku referensi, mengedit naskah, mencari referensi di gugel dan youtube, dan lainnya.
Sehingga mata saya pun merajuk. Dia memutuskan memberi peringatan kepada saya dengan cara membuat saya melihat benda seperti menonton film 3D tanpa kacamata 3D.
Jika saya melihat hanya dengan mata kanan saja, maka benda yang ada di depan saya terlihat berwarna cokelat. Syukurnya tidak demikian ketika saya melihat dengan mata kiri saja. Mata kiri sepertinya bisa memaafkan saya.
Dengan peringatan itu, saya merasakan berbagai hal. Mulai dari bingung, vertigo, migren, sakit kepala, frustasi dan sedih.
Ketika saya periksa ke dokter mata, menurut beliau, saya mengalami kelelahan. Bisa kelelaham fisik atau kelelahan mental seperti stres.
Tapi saya bersyukur, Allah bersedia mengingatkan saya melalui mata saya.
Saya mohon ampun pada Allah karena sudah melalaikan hak mata saya. Semoga saya tidak melalaikan hak anggota tubuh yang lain. Saya berdoa semoga Allah berkenan menormalkan kembali penglihatan saya. Mohon doanya juga ya sahabat.