Skip to main content

The World in Your Hand



          

Penyerbuan Alien dari Planet Gagarin
 oleh Nelfi Syafrina



       Pagi itu TelkomCity gempar! Lima pesawat UFO dari planet Gagarin mendarat di bukit Melon Indonesia. Penduduk Telkomcity ketakutan. Suasana sangat menegangkan. Suara desingan pesawat melayang di atas atap rumah penduduk terdengar memekakkan telinga.
            Walikota Gregory ikut panik. Saat itu ia sedang berada di kantornya. Pengawalnya menyalakan Televisi Telkom Vision. Terlihat reporter melaporkan keadaan bukit Melon Indonesia yang hancur di beberapa bagian akibat serangan alien-alien dari planet Gagarin itu.
            Di tempat lain, Super Speedy juga menyaksikan kemuncula pesawat makhluk aneh itu melalui Telkom Vision. Super Speedy geram. “Apa yang kalian inginkan dari kota kami?!”
            Tanpa membuang waktu lagi Super Speedy langsung menuju Bukit Melon Indonesia. Ketika menuju ke sana walikota Gregory menghubunginya menggunakan Telkom flexi.
            “Super Speedy, sebaiknya kita harus menyatukan kekuatan. Aku akan membantumu dengan kekuatan militer kita. Kamu bisa menggunakan peralatan itu nanti untuk menghancurkan mereka. Karena mereka berasal dari planet yang sangat kuat. Mereka hanya bisa dihancurkan dengan senjata militer kita,” kata Walikota memberi perintah.
            “Siap Pak! Saya akan segera ke sana,” sahut Super Speedy. Dia meluncur ke kantor walikota. Beberapa menit kemudian Super Speedy telah sampai di sana. Walikota dan beberapa pasukan tempur juga sudah siap dengan senjata andalan mereka. Senjata itu antara lain rudal Telkom Speedy, Konten Speedy dan Telkomsel.
Masing-masing rudal mempunyai daya ledak yang luar biasa. Sementara untuk mengetahui keberadaan pesawat Ufo itu walikota menyarankan Super Speedy menggunakan Monitoring Speedy.
            “Ayo kita serang mereka!” perintah Super Spedy. Pasukan tempur pun mengarahkan rudal mereka ke arah Bukit Melon Indonesia. Bukit Melon Indonesia tidak akan hancur dengan persenjataan mereka, karena energi rudal-rudal itu diambil dari tempat itu. Jadi setiap energi yang diambil dari tempat itu, pasti tidak akan bisa menghancurkan Bukit Melon Indonesia itu.
Makanya para alien ingin sekali mengambil semua energi yang tersimpan di Bukit Melon Indonesia. Menurut cerita yang beredar, saking besarnya energi  yang tersimpan di Bukit Melon Indonesia, energi itu tidak akan habis sampai jutaan tahun mendatang, meskipun dipakai seluruh isi bumi dan planet!
             “Seraaang!” teriak Super Speedy memberi perintah. Semua pasukan mengarahkan pemicu rudal ke arah pesawat para alien.Dalam beberapa kali tembakan rudal, pesawat Ufo alien Gagarin berhasil dihancurkan. Reporter UseeTV melaporkannya secara langsung dari tempat kejadian.
            “Super Speedy berhasil menghancurkan pesawat para alien Gagarin. Dari kawasan Bukit Melon Indonesia, reporter Kwiky dari  UseeTV melaporkan,” ujarnya bersemangat. Semua rakyat bersorak gembira.
            “Tapi tungu dulu! Ternyata mereka masih hidup!” terdengar suara reporter Kwiky kaget. Kamera langsung dizoom ke arah salah satu alien yang masih hidup. Super Speedy menahan napas. Demikian juga dengan walikota. Sebelum alien itu bangkit Super Speedy segera menghampirinya.
            “Maafkan kami Super Speedy. Sebenarnya kami hanya ingin tahu kehebatan TelkomCity dan bagaimana cara mengolah energi kalian yang sangat besar. Kami ingin belajar dari kalian. Kami juga ingin bekerja sama dengan kalian,” ujarnya lemah.
            “Oh ternyata begitu. Kenapa kalian tidak memberitahukannya baik-baik. Kalian tiba-tiba datang dan membuat keributan.”
            “Itulah kesalahan kami. Kami terlalu bersemangat, makanya jadi begini.”
            “Hati-hati Super Speedy. Siapa tahu itu hanya jebakan saja!” teriak walikota Gregory.
            “Sungguh walikota. Kami hanya ingin tahu rahasia kehebatan TelkomCity. Hanya itu. Tolong ajari kami agar planet Gargarin bisa sehebat TelcomCity. Kami juga ingin bekerja sama dengan kalian,” ujar alien memelas. Badannya sudah semakin lemah.
            “Mungkin kita harus mempercayainya walikota,” saran Super Speedy. Walikota berpikir sejenak. Dia pun setuju. Sejak saat itu beberapa alien dari planet Gagarin belajar tentang kehebatan persenjataan dan pemanfaatan energi tepat guna yang dimiliki warga Telkomcity.
***

Comments

  1. Seru. Minta link infonya dong, Mbak Nelfi :)

    ReplyDelete
  2. ini linknya mbak fita. :) http://telkomspeedy.com/node/972
    ayo buruan! DLnya hari ini ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.