Monday, July 9, 2012

Liburan Seru di Rumah Ala Hikmal Dan Syifa

Liburan di rumah tak selalu membosankan. Bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaat seperti yang dilakukan Syifa dan Hikmal putri dan putra saya.
Hikmal mengisi liburannya dengan membuat dadar kentang lalu menjualnya di depan rumah. Memang sih tidak langsung ada yang membeli, tapi setelah menunggu selama satu jam, pembeli dadar kentang ala Hikmal pun berdatangan. Pertama cuman beli satu buah harganya lima ratus rupiah. Lalu berdatangan teman berikutnya membeli hingga 6 buah. dan seterusnya hingga dadar kentang tersisa 4 buah saja. Sisa 4 itu akhirnya mereka makan.  Lumayan 'penghasilan' Hikmal hari itu. sepuluh ribu rupiah, dengan modal bahan masakan yang ada di dapur. 
Bagaimana dengan Syifa? hampir sama dengan Hikmal, ketika bosan dengan liburan yang minus bermain di luar, Syifa membaca beberapa novel anak dan remaja karena umurnya sudah hampir 13 tahun. Lalu ketika semua buku sudah habis dilahap, terakhir saya mengajak Syifa untuk merapikan kamarnya. Salah satunya dengan membuat lipatan selimut menjadi beberapa bentuk yang lucu. Ada bentuk pesawat, bunga, kipas dan bebek. Ternyata sangat asyik melakukan kegiatan yang tidak biasa dilakukan selam liburan. Bagaimana dengan liburan sahabat semua? ^_*

Thursday, July 5, 2012

Kembali Berbagi Ilmu di FLP Kids Bekasi

                                        Selesai bikin cerpen berfoto dulu bersama Hana, kak Uci dan kakak FLP Bekasi.

Minggu 1 Juli 2012 lalu saya kembali diminta pengurus FLP Bekasi untuk berbagi ilmu kepada adik-adik FLP Kids Bekasi. Seperti biasa acara dimulai pada pukul 10.00 WIB. Hanya ada Hana yang hadir saat itu. Sama seperti beberapa minggu yang lalu ketika saya berbagi ilmu yang bertempat di Unisma tersebut. Tapi tak mengapa, saya senang masih ada anak yang bersemangat menulis. Saya langsung mengajak Hana untuk memulai sesi berbagi cara membuat ending yang memukau, sesuai dengan tema yang diminta pengurus FLP Bekasi.
Pertama saya menjelaskan pada Hana tentang bagaimana membuat suatu ending untuk sebuah cerpen. Setelah itu saya meminta Hana membaca beberapa cerpen yang ada di majalah bobo dan majalah Imut salah satunya cerpen saya yang dimuat di majalah itu. saya sengaja membawa majalah-majalah itu dengan tujuan setelah membaca cerpen-cerpen yang ada di majalah tersebut, Hana bisa mengerti ending apa yang sudah dibuat oleh penulisnya. Saya berharap Hana juga bisa membuat ending memukau seperti yang dibuat oleh para penulis cerpen tersebut.
Untunglah Hana mengerti dengan penjelasan saya, dia bisa menjawab pertanyaan saya seputar ending yang terdapat di masing-masing cerpen tersebut. Selanjutnya saya minta Hana membuat sebuah cerpen berikut ending yang memukau seperti yang baru saja dibacanya.
Pertama Hana sempat bingung, mau membuat cerita tentang apa. Saya berusaha menggali ide dengan menyebutkan beberapa contoh. Kebetulan Hana beberapa kali saya baca suka menulis tentang fabel. Saya akhirnya menggali idenya dari beberapa binatang. Saya bercerita tentang beberapa fabel yang unik dengan ending menarik.
Ketika asyik memberi contoh, lewatlah seekor kecoa di depan kami. Tak ayal kami yang ada di teras masjid Unisma itu langsung berloncatan kaget. Karena saat itu bukan saya dan Hana saja yang berada di sana. Ada Mas Sudi, Kak Uci dan beberapa penulis dewasa lainnya yang sedang mendapat materi traveling di sebelah kami.
'Kehadiran' kecoa itu membuka inspirasi Hana. Tadinya saya menyarankan Hana menulis tentang kecoa ajaib. Ternyata Hana lebih memilih tema berbeda. Melihat kecoa, dia jadi ingat cicak, binatang yang juga sering lewat di depannya. Cerpen tentang cicak pun akhirnya berhasil ditulis Hana.
Karena waktu shalat zuhur telah tiba, akhirnya Hana memperlihatkan pada saya cerpen dengan ending yang masih menggantung. menurut hana, dia masih ingin melanjutkan cerpen itu di rumah. Saya setuju, kebetulan kami sudah berteman di FB, Hana akan mengirim tulisan itu melalui inbox FB hari Senin.
Sampai ketemu lagi di inbox ya Hana. ^_^

Wednesday, July 4, 2012

Bedah Buku Detik Demi Detik di Radio DFM Jakarta


Selasa 3 Juli 2012 kemarin, saya bersama Kak Wylvera, Mbak Santi, Mbak Haya, Mbak Elsyifa  berkesempatan untuk membagi pengalaman kami seputar penulisan buku Detik Demi Detik di radio DFM Jakarta. Perjalanan seru menuju tempat acara berawal dari saya yang harus mengajak semua krucil. Karena mereka sedang liburan, jadi tidak mungkin meninggalkan mereka di rumah tanpa ada orang dewasa yang menemani. Saya pun memutuskan mengajak mereka. Tepat pukul 10.00 WIB saya berangkat dari rumah, karena saya berjanji akan berangkat dan menumpang di mobilnya Kak Wiwiek.
Saya berpikir naik taksi saja agar bisa secepatnya bertemu Kak Wiwiek. Ternyata taksi yang akan saya tumpangi tak kunjung terlihat. setelah menunggu 15 menit, akhirnya saya pun naik angkot bersama anak-anak menuju terminal. Kak Wiwiek sudah memandu saya untuk bertemu di depan gedung BSI Bekasi. Saya harus naik angkot lagi ke tempat itu. Ternyata harapan sangat berbeda dengan kenyataan. Angkot yang saya tumpangi ngetem terlalu lama di terminal. Saya berpikir untuk pindah angkot, tapi segera saya batalkan karena belum tentu juga angkot yang akan saya tumpangi itu langsung jalan. Hasilnya, saya pasrah menunggu. Jam sudah menunjukkan angka 11.00 WIB. Untunglah setelah angkot itu terisi beberapa penumpang, sang sopir segera  memacu angkotnya dengan kecepatan tinggi. Saya pun sampai di tujuan dalam waktu 15 menit.
Selanjutnya saya dan anak-anak turun dari angkot dan berjalan menuju mobil Kak Wiwek yang sudah menyongsong kami.Perjalanan menuju DFM pun dimulai. Mobil yang dikendarai Kak Wiwiek melaju dengan kecepatan sedang. Ujian kesabaran kembali menghadang. Ketika memasuki tol, ternyata kemacetan menghadang. Mobil merayap bagai kura-kura. Bahkan ketika di sebuah pintu tol mobil benar-benar tidak bergerak, entah apa yang terjadi.
Saya dan Kak Wiwiek sudah gelisah. Satu jam lagi menuju acara, sementara kami masih terjebak macet yang menggila di tol ini. Kak Wiwiek meminta saya menghubungi teman-teman lain yang mungkin sudah di perjalanan atau sudah sampai.
Saya menghubungi Mbak Haya, Mbak Santi dan Mbak ElSyifa. Mbak Santi sudah sampai di tujuan, sementara Mbak Haya dan Mbak Elsyifa masih dalam perjalanan. Dengan dipandu Kak Wiwiek yang sedang menyetir, saya meminta teman-teman yang sudah sampai untuk mengikuti sesi bedah buku sesuai dengan yang pernah kami lakukan di radio Dakta tempo hari. Untunglah Mbak Santi, Mbak Haya dan Mbak ElSyifa bersedia.
Alhamdulillah, akhirnya pukul 13.25 WIB kami berhasil keluar dari kemacetan itu dan sampai di DFM dengan selamat. Walaupun siaran sudah berlangsung selama setengah jam, saya bersyukur masih diijinkan untuk bergabung dalam siaran itu. Mas Vicky penyiar DFM siang itu berhasil membuat saya dan kak Wiwiek merasa nyaman karena terlambat setengah jam. Beliau mulai bertanya tentang tulisan kami di buku Detik Demi Detik. Sesi terakhir bedah buku ini diisi dengan menjawab beberapa pertanyaan pemirsa melalui SMS. Tiga orang yang beruntung mendapatkan buku Detik demi Detik yang sudah kami tanda tangani. Kami berharap semoga tulisan kami di buku itu bisa menjadi penyemangat bagi pembaca yang sedang mendapat ujian sakit atau yang sedang merawat keluarga atau saudara yang sakit.
Setengah jam kemudian, selesai sudah acara bedah buku ini. Sesuai dengan temanya yaitu perjuangan dan kesabaran dalam menghadapi penyakit dan merawat orang sakit. Hari ini kami juga sudah berjuang melawan kemacetan dengan segenap kesabaran dan keikhlasan hingga berbuah manis bertemu dengan penyiar dan teman-teman di radio DFM Jakarta.


Tak lupa kami mengabadikan kebersamaan ini dalam sebuah foto kenangan. 
Dari lubuk hati yang paling dalam saya ucapkan ribuan terima kasih kepada Mas Vicky, Mbak Lia dan  kru DFM atas kesempatan bedah buku ini. Mohon maaf atas keterlambatan yang di luar kemampuan kami. Terima kasih juga kepada Kak Wiwiek yang bersedia menunggu dan memberi tumpangan untukku. Terima kasih juga untuk Mbak Haya, Mbak Santi dan Mbak ElSyifa. Senang bertemu kalian lagi. Khusus untuk Mbak ElSyifa yang baru pertama kali bertemu langsung memberi kenang-kenangan berupa buku karyanya pada kami. Insyaallah ketemu lagi di acara lain ya temans. luv you all. ^_^

Saturday, June 30, 2012

Tradisi Menjelang Ramadhan

    Alhamdulillah kurang dari sebulan lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Awal Sya'ban ini biasanya kami sekeluarga sudah bersiap untuk memasuki Ramadhan. Saya dan suami mempersiapkan anak-anak untuk menyambut Ramadhan dengan sebuah hadiah yang akan mereka peroleh ketika mereka berhasil melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan nanti. Hadiah itu sebagai reward untuk mereka. Mereka juga boleh meminta satu hadiah lain yang mereka inginkan sesuai dengan limit yang kami tentukan. Di samping itu, biasanya kami juga menyediakan hadiah khusus bagi mereka sebelum Ramadhan dimulai. Hal ini kami lakukan agar mereka semakin termotivasi untuk menjalankan ibadah puasa. HAdiahnya beragam, kadang buku, CD komputer interaktif, dan lain-lain. Hadiah akan kami berikan setiap minggu setelah mereka berpuasa dalam minggu itu. Hadiah itu kami maksudkan untuk mengisi kegiatan mereka selama menahan lapar dan haus, agar mereka bisa melupakan sejenak rasa itu.    Hal lain yang saya persiapkan sebelum Ramadhan tahun ini adalah mengqodho puasa tahun lalu yang batal karena haid. Kebetulan saya mempunyai seorang anak yang baru mendapatkan haid pertamanya pada Ramadhan tahun lalu. Secara bertahap saya mengajak Syifa anak saya untuk memgqodho puasanya sejak Syawal tahun lalu. Maklumlah, perlu sedikit tantangan untuk mengajak ABG ini mengqodho puasanya. Tapi pada awal  bulan Sya'ban ini, Alhamdulillah semua puasa yang batal sudah terbayar lunas.
    Selain itu ada kebiasaan lain di keluarga kecil saya yang saya bawa dari kebiasaan saya di waktu saya kecil dulu. Yaitu meminta maaf kepada orangtua. Saya mengajarkan anak-anak untuk meminta maaf kepada orang yang lebih tua termasuk saudara serta tetangga kami.
      Ada sebuah kebiasaan menyambut Ramadhan di keluarga saya ketika saya belum menikah dan pindah ke Bekasi. Kebiasaan yang tak bisa saya lupakan dan akan selalu saya ingat. Kebiasaan itu adalah berkunjung ke makam almarhumah ibu saya. Beliau meninggalkan keluarga kami ketika saya berumur 5 tahun. Saya bahkan tidak dapat mengingat dengan jelas wajah ibu. Setiap tahun sejak berpulangnya ibu,  bapak mengajak saya dan kedua adik untuk membersihkan kuburan ibu dan berdoa di sana. Sebenarnya hal ini kami lakukan hampir setiap bulan. Tapi khususnya sebelum memasuki Ramadhan, kami menambahnya dengan berinfak di mesjid dekat kuburan ibu. Infak itu menurut bapak diniatkan pahalanya untuk almarhumah ibu.  Sayangnya kebiasaan ini tidak bisa saya lakukan sekarang, karena tempat tinggal saya cukup jauh dari kuburan beliau. Namun bapak dan adik-adik saya yang masih di kampung tetap melakukan kebiasaan ini.
        Selain itu, kebiasaan lainnya menjelang Ramadhan selain meminta maaf pada orang tua, kerabat dan tetangga adalah dengan tradisi 'balimau' yang sampai sekarang masih saya lakukan. 'Balimau' artinya mandi dari ujung rambut sampai kaki. Hal ini dimaksudkan agar semua dosa luruh bersama air yang digunakan untuk mandi dan kita siap untuk memasuki bulan Ramadhan. Biasanya Balimau ini menggunakan air yang dicampur dengan bunga mawar serta beberapa bunga lainnya ditambah jeruk limau ( jeruk limo).      Biasanya sebagian masyarakat melakukannya dengan jalan-jalan ke tempat wisata yang ada pemandiannya dan melakukan tradisi balimau di sana. Sayangnya tradisi seperti itu sekaraang sudah tidak banyak yang melakukannya. Demikian juga dengan saya dan keluarga  kecil saya.  Karena keluarga  kami tinggal di Bekasi, sementara orang tua di Bukittinggi, biasanya kam melakukan tradisi ini di rumah saja, tanpa menambahkan bunga mawar dan perlengkapan balimau lainnya. Cukup dengan mandi saja. Semoga saja yang saya lakukan itu masih termasuk dalam tradisi balimau. Setelah itu saya dan suami menelepon orng tua kami di kampung. Kami memohon maaf pada mereka dengan harapan Ramadhan tahun ini bisa kami lewati dengan hati bersih dan tanpa dosa agar saat Idul Fitri nanti kami benar-benar kembali suci lahir dan batin.
       Tradisi lainnya yaitu mengunjungi mertua dengan membawa beberapa macam makanan. Hal ini kami lakukan sehari menjelang Ramadhan. Makanan itu dimaksudkan untuk santapan sahur. Isinya berbagai macam lauk pauk dan desert. Seperti ayam gulai, rendang, dendeng balado, puding, bolu dan lain-lain. Sayangnya kebiasaan yang satu ini juga tidak saya lalukan lagi sekarang karena saya berbeda kota dengan mertua. Saya dan suami hanya mengirim 'mentahnya' saja kepada mereka. Bagaimana dengan kebiasaan Anda menjelang Ramadhan?
      Untuk itu dari lubuk hati yang paling dalam, saya dan leuarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah Ramadhan ya temans. Mohon dibukakan pintu maaf untuk semua kesalahan kami. Semoga Ramadhan tahun ini ibadah kita lebih baik dari tahun sebelumnya. Semoga kita menjadi hamba yang bertaqwa dan kembali fitri ketika Syawal menjelang. Aamiin ^_^

  

Storycake for Ramadhan Rp. 50.000,- Buku ini bisa didapatkan di seluruh toko buku gramedia atau secara online di pesanbuku.indscript@gmail.com

_________________________________________________________________________________________________


Assalamu'alaikum semua... ^_^

Bulan ramadhan sebentar lagi lho!
Sudah persiapan apa, nih?

Coba perhatikan cuplikan hadits ini:

"Pada bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan pada seorang Nabi pun sebelumku. Pertama, bila datang setiap awal Ramadhan, ALLAH melihat mereka. Barangsiapa dilihat ALLAH, maka selamanya tidak akan disentuh adzab..."  (HR. Ahmad, Baihaqi dan Al-Bazzar)

Nah, bagaimana mungkin kita bakal dilihat Allah SWT di awal ramadhan, kalau kita tidak peduli terhadap datangnya ramadhan. Jadi, yuk ingatkan teman-teman kita dan bagi ceritamu mengenai persiapan ramadhanmu melalui mini kuis ini. Selain sebagai bukti perhatian kita kepada ramadhan, mudah-mudahan ceritamu memberi inspirasi pada yang lainnya.


O,ya bakal ada hadiah dari sponsor (Manajemen Penulis-INDSCRIPT CREATIVE) berupa 5 paket buku untuk 5 pemenang yang cerita persiapan ramadhannya paling unik, menarik dan menginspirasi.

Bagi yang mau ikutan, ini dia syarat-syaratnya:

  1. Cerita persiapan ramadhanmu ditulis di note fb-mu maksimal 500 kata.
  2. Di bawah ceritamu copas isi note pengumuman lomba ini
  3. Sertakan pula gambar buku Storycake for Ramadhan yang bisa di-copas dari note ini. Jangan lupa beri keterangan di bawah fotonya: Storycake for Ramadhan Rp. 50.000,- Buku ini bisa didapatkan di seluruh toko buku gramedia atau secara online di pesanbuku.indscript@gmail.com
  4. Tag sebanyak-banyaknya temanmu untuk mengingatkan ramadhan segera datang, paling sedikit 11 orang termasuk fb Yas Marina di http://facebook.com/dymarina . Bagi yang belum berteman, silakan di-add dulu.
  5. Mini kuis ini ditutup hari rabu tanggal 4 Juli 2012 pukul 23.59 WIB
  6. Pengumuman pemenang hari minggu 8 juli 2012.
  7. Catatan: peserta mini kuis ini tidak harus sudah memiliki buku Storycake for Ramadhan dan isi persiapan ramadhannya tidak harus menyangkut dengan isi buku tersebut :)

Pertanyaan silakan disampaikan melalui link ini:
https://www.facebook.com/notes/yas-marina/mini-kuis-ceritakan-rencana-ramadhanmu-bersama-buku-storycake-for-ramadhan/10150997014134086

Ditunggu ya...

PJ Mini Kuis - Ceritakan Persiapan Ramadhanmu bersama Buku Storycake for Ramadhan

Yas Marina
This entry was posted in

Thursday, June 28, 2012

Sharing Suka Duka Menjadi Penulis di Stand PBA Jakarta Book Fair 27 Juni 2012

        Bergabung di komunitas Penulis Bacaan Anak (PBA) membuat semangat menulis saya setiap hari semakin bertambah. Saya mengenal komunitas ini melalui Facebook. Kala itu saya sedang down karena beberapa tulisan saya ditolak penerbit dan media. Sempat saya merasa malas untuk menulis. Kejadian itu berlangsung sekitar tahun 2008 hingga 2010.
        Untunglah saya mengenal komunitas yang digagas penulis bacaan anak yang sangat berdedikasi dalam bidang ini yaitu  Mas Ali Muakhir dan Mas Benny Rhamdani, serta penulis bacaan anak lainnya. Masih sangat jelas dalam ingatan saya bahwa saya masuk grup facebook itu setelah saya melahirkan putra ke 3 saya. Waktu itu saya hanya ingin mencari nama Mas Ali Muakhir , karena beliau adalah guru menulis pertama bagi saya. Saya pernah mengikuti pelatihan menulis bersama beliau yang diselenggarakan Majalah Ummi. Ketika saya search di google, nama Mas Ale, demikian saya menyapa beliau, saya berhasil menemukan nama beliau dalam grup facebook tersebut. Saya minta bergabung dengan grup PBA, dan Alhamdulillah langsung diterima oleh Mas Ale sendiri. Tak terkira senangnya saya.
        Setelah bergabung, saya berkenalan dengan penulis hebat lainnya di grup ini. Saya belajar banyak dari mereka. Di grup ini juga saya mendapat kesempatan untuk mengikuti workshop menulis, salah satunya workhop menulis First Novel yang diselenggarakan penerbit Tga Serangkai. Selanjutnya guna melatih kembali insting menulis saya yang lumayan lama tertidur, saya pun mengikuti workshop menulis novel anak di Kelas Ajaib bersama Mas Benny Rhamdani. Saya juga mengikuti workshop menulis Picbook bersama Mas Ali Muakhir dengan Winner Classnya secara online. Banyak sudah ilmu yang saya dapat dari grup ini.
       Alhamdulillah setelah mengikuti beberapa workshop tersebut, saya semakin bergairah menulis. Setiap hari di grup PBA adalah hari yang menakjubkan. Bagaimana tidak, para Tim 13 (sebutan bagi admin grup) mempersilakan masing-masing anggota grup untuk mengisi grup denga karya mereka sesuai jadwal yang ditentukan. Senin untuk resensi buku anak. Selasa untuk bacaan anak remaja, Rabu untuk pamer kaver buku yang baru terbit. Kamis untuk berbagi hadiah buku melalui kuis. Jumat untuk membedah beberapa cerpen yang diposting anggota. Sabtu untuk pameran ilustrasi yang sangat memanjakan mata dengan keindahan ilustrasi tersebut.
         Lengkap sudah manfaat dari grup istimewa ini. Jadi tak salah kiranya Jakarta Book Fair memberikan penghargaan pada PBA, khususnya kepada Mas Ale yang berhasil membawa dan mengembangkan grup ini sampai sebesar ini. Penghargaan itu diterima langsung oleh Mas Ale pada acara pembukaan Jakarta Book Fair di Senayan Jakarta pada tanggal 23 Juni 2012 lalu. Sebuah award berbentuk monas itu diterima Mas Ale dengan suka cita. Beliau berterima kasih kepada semua anggota PBA yang sudah bersungguh-sungguh membesarkan grup tercinta ini. Pada kesempatan itu juga panitia JBF memberikan sebuah stand untuk PBA secara cuma-cuma

                                                    
         Saya tentunya ikut merasa bangga sebagai bagian dari komunitas ini. Apalagi kami para anggota dipersilakan mengisi dan memanfaatkan stand itu semaksimal mungkin. Saya, Kak Wylvera Windayana, Mbak Chitra Savitri dan Mbak Indah IP memilih tanggal 27 Juni 2012 sebagai "penjaga" stand. Alhamdulillah pada hari itu kami bertemu Mas Sakti Wibowo dan Mbak Nurbaiti dari FLP Pusat. Kebetulan stand itu kami manfaatkan bersama dengan komunitas FLP Pusat. Kami mengadakan bincang-bincang ringan seputar dunia penulisan cerita anak.
        Mbak Nurbaiti memandu acara ini dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB dengan sangat keren. Sehingga membuat bincang-bincang ini menjadi meriah. Beliau bertanya tentang suka duka menjadi penulis bacaan anak. Mas Sakti Wibowo juga membuat suasana bincang-bincang menjadi lebih hidup dengan pertanyaan dan banyolan yang membuat kami tak kuasa menahan tawa.

          
          "Biasanya untuk menjadi penulis yang punya 'nama' kita harus 'menabung nama'di berbagai media. Dari situ penerbit bisa dan mau menerbitkan naskah kita. Apakah ibu-ibu juga mersakan hal itu? Perasaan tercabik hingga berdarah-darah ketika naskah Anda ditolak media atau penerbit?" demikian salah satu pertanyaan Mas Sakti. Kami menjawabnya dengan pengalaman kami masing-masing. Saya sendiri memang mengalami hal itu. Awal menulis tahun 2005, naskah saya dimuat di majalah Ummi tahun 2006. Alhamdulilllah tahun yang sama terbit novel anak karya saya yang pertama yang berjudul Laptop Ajaib. Tapi saya juga mengalami penolakan dari media. Naskah cerpen yang saya kirim banyak sekali yang dikembalika. Pernah juga naskah novel anak yang saya tulis digantung dan akhirnya tidak terbit selama 2 tahun.  Jadi saya rasa mungkin semua penulis merasakan hal itu.
          Tak terasa perbincangan ini berakhir. Meskipun hanya beberapa orang yang benar-benar menyimak perbincangan kami, tapi setidaknya stand PBA ini cukup ramai dan buku-buku yang dijual di sini lumayan laris. Buku-buku itu sebagian diterbitkan penerbit FLP.  Ada juga buku-buku karya kami di sana hari itu. Ah sungguh hari yang sangat indah dan takkan pernah saya lupakan.
          Terima kasih tak terhingga saya ucapkan kepada Mas Ale dan tim 13 yang sudah menerima saya menjadi bagian grup PBA. Semoga grup ini semakin besar dan semakin menginspirasi. Semakin banyak juga lahir penulis bacaan anak berkualitas dari grup ini. Aamiin. ^_^

Tuesday, June 26, 2012

Kenapa Harus Memilih Susu Yang Halal?



       Pada dasarnya susu adalah minuman halal yang dianjurkan Allah dan Rasulnya untuk kita minum. Sebagaimana yang terdapat dalam AlQuran surah An-Nahl  ayat 66 :

  وَإِنَّ لَكُمْ فِي الأنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ

"Dan sesungguhnya bagi kalian di dalam binatang-binatang ternak ada satu pelajaran. Kami memberi kalian minum dari apa yang ada di perutnya diantara kotoran dan darah (berupa) susu yang bersih yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya."
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memberi kita minuman dari dalam perut binatang ternak yang mencakup onta, sapi, dan kambing berupa susu yang suci lagi bermanfaat bagi yang meminumnya (baik untuk anak kecil atau orang dewasa)
      Lalu kenapa sekarang susu harus dilabeli dengan label halal jika kita sudah tahu bahwa susu itu sudah jelas kehalalannya? Menurut saya lebih karena beberapa faktor yang membuat susu itu sampai ke tangan kita sebagai konsumen.
     Pada jaman Rasulullah, belum ada proses pengemasan susu seperti saat ini. Dulu Rasulullah meminum susu sesaat setelah diperah. Berikut kutipan hadist dari Rasulullah yang menyatakan hal itu. Hadis riwayat Abu Bakar As-Sidik ra., ia berkata: "Pada waktu kami keluar bersama Rasulullah saw. dari Mekah menuju Madinah, kami melewati seorang penggembala kambing. Ketika itu Rasulullah saw. benar-benar merasa haus. Lalu aku memerahkan sedikit susu untuk beliau. Susu itu aku bawa kepada beliau dan beliau meminumnya hingga aku merasa puas." (Shahih Muslim No.3749)
    Namun sekarang, susu yang fresh dari sapi itu tidak bisa langsung diminum karena beberapa sebab. Pertama karena jarak peternakan dengan konsumen yang membuat susu harus melewati proses pengemasan. Pada proses pengemasan ini, susu harus dikondisikan steril dari semua bakteri yang membuat susu cepat basi. Hal ini juga berguna agar tahan lebih lama sebelum sampai ke konsumen. Kedua, ada proses penambahan bahan-bahan tertentu yang dilakukan pabrik susu untuk menciptakan susu yang lebih enak di lidah.
Seperti  yang kita tahu, bahwa tidak semua orang menyukai susu. Untuk itulah Frisian Flag berinovasi menciptakan susu agar terasa lebih enak. Dan mungkin ada faktor lain yang membuat susu tidak bisa langsung kita minum seperti ketika di zaman Rasulullah SAW dulu.
         Lalu apa perlunya mengkonsumsi susu? Toh kita sudah makan makanan yang bergizi. Makanan kita sudah mengandung protein, vitamin, mineral dan serat. Apalagi ada yang mengatakan kalau kita sebagai manusia tidak perlu meminum susu sapi. Karena susu sapi adalah untuk anak sapi. Sementara ASI (Air Susu Ibu) yang untuk bayi, dan itu cukup sampai usia 2 tahun. Pendapat tentang ASi tidak salah. Namun untuk pertumbuhan dan perkembangan anak kita ke depannya setelah mengkonsumsi ASI, tentunya kita wajib memberikan kelengkapan gizi mereka dengan memberikan susu kepada mereka. Karena Allah dan RasulNya menyukai muslim dan mukmin yang kuat. Dengan mengkonsumsi susu, setidaknya kita akan memperoleh manfaatnya untuk tubuh kita dan anak-anak kita.
       Karena di samping sebagai minuman, susu juga berfungsi sebagai makanan. Karena biasanya setelah meminum susu, kita akan merasa lebih kuat dan bertenaga. Sebagaimana kata RasulullahSAW dalam sebuah hadist : Diriwayatkan oleh Imam Abi Daud dari hadits Ibn Abbas :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ طَعَامًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَارْزُقْنَا خَيْرًا مِنْهُ وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنِّي لَا أَعْلَمُ مَا يُجْزِئُ مِنْ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ إِلَّا اللَّبَنُ

Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa diberi makanan oleh Allah, maka ucapkanlah “ Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam makanan ini, dan berilah kami rizqi yang lebih baik lagi”, dan barangsiapa diberi Allah minuman susu, maka ucapkanlah “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam minuman ini dan tambahilah kami dari susu, karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu.“
         Jadi tunggu apalagi. Jangan salah memilih susu yang akan kita konsumsi. Perhatikan kehalalannya. Jadikan halal itu sebagai prinsip hidup kita. Baik itu makanan, minuman, pakaian dan lain sebagainya. Tanamkan dalam hati bahwa halal is my life. Ajarkan kepada anak-anak kita untuk selalu memilih makanan dan minuman yang berlabel halal di manapun mereka berada. Apalagi Allah mewajibkan kita menjaga keluarga kita dari api neraka. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan halal dan thoyyib. Makanan halal dab thoyyib itu salah satunya terdapat ada susu yang sudah teruji kehalalannya dari Frisian Flag.
           Saya mengajarkan anak saya sejak usia dini untuk menemukan label halal di setiap kemasan produk yang dikonsumsinya. Jadi ketika mereka menemukan produk yang tidak ada label halalnya dari MUI (untuk produk dalam negeri), maka biasanya mereka akan mengingatkan saya. Lalu kami akan mencari produk sejenis yang berlabel halal dari MUI. Karena banyak juga makanan dan minuman yang menggunakan label halal, tapi hanya sekadar tempelan saja. belum teruji secara klinis oleh LPPOM MUI. Bagaimana dengan Anda?*

*Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog @blogdetik.

Sumber hadist:
http://www.islam2u.net/

http://ridwanaz.com/
This entry was posted in

Monday, June 25, 2012

Ngeblog tentang Susu Halal, Bisa Dapat Motor dan iPad!


Teman-teman ikut lomba keren ini yuk. Lumayan loh hadiahnya. Ini kusalin dari blog detik infonya ya. http://food.detik.com/read/2012/06/19/153821/1945205/901/ngeblog-tentang-susu-halal-bisa-dapat-motor-dan-ipad

Ngeblog tentang Susu Halal, Bisa Dapat Motor dan iPad!


Foto: LPPOM MUI
Jakarta - Perhelatan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2012 sebentar lagi digelar. Untuk memeriahkan ajang tahunan ini, Anda bisa berpartisipasi dengan membuat tulisan bertema halal di blog Anda. Siapa tahu Anda membawa pulang sepeda motor dan iPad!

Dalam rangka memasyarakatkan susu yang berinovasi dan halal untuk pertumbuhan anak, BLOGdetik bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Frisian Flag menyelenggarakan kontes blog dengan hadiah menarik.

Pemenang pertama akan mendapatkan 1 unit sepeda motor Honda Beat (On The Road). Peserta yang menempati posisi kedua akan memperoleh 1 unit New iPad. Sementara itu, blog terbaik ketiga akan memenangkan 1 unit HP Android Samsung Galaxy S III. Tak hanya itu, sepuluh orang pemenang hadiah hiburan juga akan membawa pulang merchandise dari Frisian Flag.

Tertarik mengikuti lomba ini? Buat tulisan bertema 'Susu Inovasi Yang Sehat dan Halal Untuk Pertumbuhan Anak' di blog Anda. Berikut persyaratannya:

1. Platform bebas. Namun, jika menggunakan BLOGdetik akan dimasukkan di 'Hot Blog'

2. Warga Negara Indonesia

3. Tulisan yang mengandung kata...
* 'blog', wajib di hyperlink ke http://blogdetik.com
* 'halal', wajib di hyperlink ke http://halalmui.org
* 'susu', wajib di hyperlink ke http://frisianflag.com
* 'inovasi', wajib di hyperlink ke http://ibudanbalita.com

4. Wajib menggunakan tag 'Susu Inovasi Yang Sehat dan Halal Untuk Pertumbuhan Anak'

5. Wajib memasang banner di antara postingan atau di sidebar (widget)

6. Wajib follow @blogdetik

7. Share judul dan shortlink postingan Anda di Twitter dengan mention @blogdetik dan menggunakan hashtag #SusuHalal

8. Kirim URL lengkap postinganmu dengan mengisi form di halaman 'Daftar'

9. Tulisan tidak boleh copy-paste atau plagiat milik orang lain

10. Jika memang mengutip, harap mencantumkan sumber kutipan atau referensinya (jika ada).

11. Tulisan dalam Bahasa Indonesia

12. Tulisan minimal 500 kata

Tulisan yang masuk akan dinilai oleh Farid Mahmud (Kepala Bidang Informasi - LPPOM), Viyanthi Silvana (Corporate Communication Frisian Flag), serta BLOGdetik. Batas pengiriman hingga 4 Juli 2012 pukul 23:59. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 6 Juli 2012.

Juara pertama diharapkan kedatangannya dalam acara penutupan INDHEX 2012 tanggal 8 Juli 2012 di SMESCO Exhibition Hall Jakarta. Hadiah akan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koperasi dan UKM, Syariefuddin Hasan. Keputusan penyelenggara bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat, tidak diadakan surat menyurat, dan hadiah yang diterima tidak dapat dipertukarkan.

Tunggu apa lagi? Yuk kirimkan tulisan Anda detik ini juga!


SUMBER: LPPOM MUI


(fit/odi)