Skip to main content

Tip Berpuasa Ketika Flu Melanda

        Alhamdulillah sudah memasuki sepuluh hari kedua bulan Ramadhan. Semoga sahabat semua selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa. 
       Tapi jika ada di antara sahabat yang mengalami flu, sariawan dan sakit tenggorokan dan gejala panas dalam lainnya, saran saya lanjutkan puasa sahabat. Berikut tip yang saya lakukan ketika flu melanda beberapa hari lalu.

      Pertama, langsung minum air hangat satu hingga dua gelas begitu bangun tidur. Lanjutkan melakukan shalat tahajut, menyiapkan makan sahur. Di sela kegiatan itu minum lagi air hangat.Tambahkan satu sendok madu ke dalam segelas air hangat lalu minum.
       Sebelum sahur, makan dulu buah yang mengandung vitamin C tinggi. Seperti pepaya, jeruk, mangga, dan lainnya. Baru makan nasi, lauk dan sayur secukupnya. Usahakan dalam rentang bangun sahur hingga azan subuh, sahabat sudah meminum setidaknya 4 gelas air ukuran standar. Itu artinya sekitar 1 liter air minum.
       Lalu lakukan kegiatan seperti biasa. Bekerja dan melakukan aktivitas fisik ringan lainnya. Jangan tidur setelah makan. Jika mengantuk sekali, tidurlah sekitar satu jam sebelum atau sesudah shalat zuhur. 
        Ketika maghrib tiba, berbukalah dulu dengan segelas air putih. Lalu satu sendok madu yang ditambahkan ke segelas air putih. Tiga butir kurma. Semangkuk kecil buah (melon, semangka dll). Lalu shalat maghrib. Jika perut masih lapar, silakan makan nasi, lauk dan sayur secukupnya. 
        Lanjutkan dengan tadarus, shalat isya, tarawih dan witir. Tidurlah lebih awal, agar sahabat bisa punya waktu tidur yang cukup. Jika tidur pukul 9.00 dan bangun pukul 03.00, artinya kebutuhan tidur kita sudah terpenuhi. Karena siang hari kita juga sudah tidur selama satu jam.
       Minum air putih hangat lagi di sela kegiatan tadarus, tarawih dan witir. Usahakan minum 4 gelas air putih selama rentang waktu maghrib hingga sebelum tidur. Saran saya jangan minum air es dan sirup. Karena akan memperparah flu dan panas dalam. Hindari juga makan gorengan. Gorengan bukan saja memperburuk panas dalam, tapi bisa juga menimbulkan penyakit baru seperti batuk dan lainnya.
       Ohya sebagai tambahan saya juga meminum air rendaman kurma. Saya merendam 3 butir kurma di dalam segelas air sore hari dan saya minum ketika sahur. Saya pernah baca bahwa air rendaman kurma (direndam selama 8-12 jam dan tidak boleh lebih dari 3 hari) sama fungsinya dengan infused water yang lain. Setelah airnya habis, kurmanya dimakan.
       Insyaallah jika hal ini sahabat lakukan, flu, sariawan dan penyakit yang berhubungan dengan panas dalam lainnya, akan segera pergi. Intinya tetap lakukan semua kegiatan Ramadhan dengan semangat. Karena jika kita bermalasan dan memilih untuk tidur saja, maka flu-nya akan lama pergi.
      Selamat mencoba dan selamat menjalankan ibadah puasa. Jika penyakit berlanjut segera hubungi dokter. Karena mungkin saja itu bukan flu ringan atau panas dalam. ^_^

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Pemulihan Pasca Operasi Kantung Empedu

Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya ya. Yang pertama bisa dibaca di sini dan yang kedua di sini. Selamat membaca... 😊
    Alhamdulillah sehari setelah operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 15-02-2018, saya sudah bisa melakukan mobilisasi. Saya bisa turun dari tempat tidur setelah kateter (selang untuk buang air kecil) dilepas. Sepertinya perawat memasang selang ini saat saya sudah dalam kondisi dianastesi.