Cerita Hikmal Tentang Menonton Video Porno

       Kejadiannya sudah beberapa bulan lalu. Tapi saya baru ingat menulis cerita ini, sekarang. Jadi waktu itu, Hikmal anak saya yang ke dua, sedang berada di Pare, Jatim dalam rangka belajar bahasa inggris sambil liburan. Ini memang program sekolahnya.
     Suatu hari guru pembimbing Hikmal mengirim pesan di grup WA wali murid. Beliau mengatakan ada 3 orang murid gak diizinkan menggunakan HP mereka. Kalau ortu ada keperluan, silakan hubungi  anak anak dengan menggunakan HP guru pembimbing.

     Mereka memang diizinkan memegang HP pada pukul 8.00 sampai 10.00 malam. Selain jam itu, HP disimpan pembimbing. Membaca pesan guru pembimbing tentang 3 anak yang gak boleh menggunakan HP nya, saya buru buru menelepon Hikmal. Saya tanya kenapa 3 temannya itu dihukum seperti itu? Apa salah mereka?
     Hikmal lalu menceritakan kronologi kejadiannya. Salah satu temannya menerima kiriman video porno saat memegang HP. Lalu anak itu mengajak teman sekamarnya yang berjumlah 5 orang untuk menonton bersama.
      Hikmal kaget ketika teman temannya bersemangat dan mengajaknya menonton video itu. Lalu dia memperingatkan mereka agar tidak membuka video. Ternyata anak-anak itu mengacuhkannya. Hikmal pun mengancam akan melaporkannya ke guru.
      Ternyata ancaman Hikmal tak berguna. Dengan terpaksa, Hikmal melapor pada gurunya. Dia ingin menyelamatkan teman temannya dari pengaruh burk pornografi, begitu dia memberi alasan pada saya saat dia bercerita ketika kami sudah berlumpul lagi di rumah.
      Setelah dilaporkan, guru pembimbing segera bertindak. Beliau menyita HP yang berisi konten porno. Lalu menghapus konten itu. Sebagai konsekuensinya 3 anak yang menonton konten porno tadi, dihukum tidak boleh menggunakam HP selama 3 hari.
     Saya bersyukur Hikmal mengerti dengan larangan yang selalu kami ingatkan kepadanya. Salah satu cara memberikan pemahaman anak-anak kita tentang bahaya pornografi adalah dengan cara memperlihatkan video bahayanya melihat dan menonton hal tersebut. Bersyukur beberapa waktu lalu saya mendapatkan kiriman video seperti itu. Saya langsung memperlihatkannya pada Syifa, Hikmal, dan Hauzan.
      Selain memberikan pemahaman kepada mereka tentang bahaya pornografi, Sebagai orangtua, tentunya kita juga sebaiknya berusaha lagi untuk lebih dekat dengan mereka. Memang tak mudah karena mereka sepertinya terlihat membatasi diri ketika kita ingin dekat dengan mereka. Tapi percayalah, itu hanya awalnya saja. Ketika anak khususnya remaja kita sudah merasa aman dan nyaman dengan kita, maka dia dengan sendirinya mendekat pada kita orang tuanya. 
      Semoga Hikmal selalu istiqamah dengan pemahamannya ini. Semoga Allah menjaga anak-anak dan keturunan saya di mana pun mereka berada dari pengaruh buruk di era global saat ini. Setelah memberi pemahaman dan contoh-contoh kepada mereka, hal yang paling penting kita lakukan adalah memohon perlindungan dari Allah Sang Pemilik Segala.
     Video yang saya perlihatkan pada anak-anak saya bisa dilihat di sini

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kejadian Aneh di Asrama

Summarecon Bekasi, Dekat di Hati