Thursday, May 8, 2014

Cerpen. Gru, Sahabat Sejati



                                                Gru, Sahabat Sejati
                                                Nelfi Syafrina
            Gru seekor gurita kecil terlihat sedih. Dia bersembunyi di antara terumbu karang. Tadi dia melihat sekelompok ikan bermain riang. Ketika Gru menghampiri mereka, mereka mengusirnya.
            “Kamu bukan ikan. Tanganmu yang banyak terlihat menjijikkan!” usir salah satu ikan itu. Gru terkejut mendengar penolakan mereka. Dia berenang menjauhi anak-anak ikan itu.
            “Tak usah bersedih. Mereka pasti akan rugi jika tidak mau berteman denganmu,” sapa Uci udang.
            “Mereka mengejekku karena aku memiliki banyak tentakel,” cerita Gru.
            “Sudahlah, kamu bisa main bersamaku di sini,” sahut Uci sambil berenang di sela terumbu karang. Gru menurut. Uci benar, lebih baik dia main bersama Uci saja. Mereka pun lalu bermain di sela terumbu karang.

            Sesekali Gru masih melirik ke arah sekelompok ikan yang sedang tertawa riang. Beberapa menit mereka bermain, tiba-tiba mata Gru melihat seekor ular laut mendekati sekelompok ikan itu. Gru bergegas memperingati mereka.
            “Lari! Ada ular mendekati kalian!” teriak Gru dari jauh. Gru hampir mendekati sekelompok ikan kecil. Demikian juga dengan ular laut.
            Mereka kaget dan berenang tak tentu arah. Gru dengan kekuatan penuh mendekati ular dan memuntahkan tintanya. Dia berharap dengan begitu bisa menghalangi pandangan ular itu. Sehingga sekelompok ikan tadi bisa berenang lebih jauh untuk menghindar.
            Mendapat serangan dari Gru, ular laut pun tidak berkutik. Sementara itu Gru juga berhasil menjauh dari ular.
            “Terima kasih ya Gru. Kamu sangat pemberani dan hebat. Kalau kamu tidak memperingati kami tadi, pasti kami sudah menjadi makan siang ular itu,” ujar Lala si ikan badut menghampiri Gru.
            “Maafkan kami juga. Tadi kami sudah mengusirmu,” tambah Geo si ikan buntal.
            “Kamu adalah sahabat sejati kami,” ucap mereka serentak sambil memeluk Gru. []
                                        ***

Hikmah : Sebaiknya kita tidak membedakan teman. Karena siapa tahu teman yang kita kira buruk itu adalah yang sangat peduli dengan kita

Cerpen ini dimuat di Kompas Klasika ( Minggu,  2014

2 comments:

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^