Skip to main content

Cerpen. Gru, Sahabat Sejati



                                                Gru, Sahabat Sejati
                                                Nelfi Syafrina
            Gru seekor gurita kecil terlihat sedih. Dia bersembunyi di antara terumbu karang. Tadi dia melihat sekelompok ikan bermain riang. Ketika Gru menghampiri mereka, mereka mengusirnya.
            “Kamu bukan ikan. Tanganmu yang banyak terlihat menjijikkan!” usir salah satu ikan itu. Gru terkejut mendengar penolakan mereka. Dia berenang menjauhi anak-anak ikan itu.
            “Tak usah bersedih. Mereka pasti akan rugi jika tidak mau berteman denganmu,” sapa Uci udang.
            “Mereka mengejekku karena aku memiliki banyak tentakel,” cerita Gru.
            “Sudahlah, kamu bisa main bersamaku di sini,” sahut Uci sambil berenang di sela terumbu karang. Gru menurut. Uci benar, lebih baik dia main bersama Uci saja. Mereka pun lalu bermain di sela terumbu karang.

            Sesekali Gru masih melirik ke arah sekelompok ikan yang sedang tertawa riang. Beberapa menit mereka bermain, tiba-tiba mata Gru melihat seekor ular laut mendekati sekelompok ikan itu. Gru bergegas memperingati mereka.
            “Lari! Ada ular mendekati kalian!” teriak Gru dari jauh. Gru hampir mendekati sekelompok ikan kecil. Demikian juga dengan ular laut.
            Mereka kaget dan berenang tak tentu arah. Gru dengan kekuatan penuh mendekati ular dan memuntahkan tintanya. Dia berharap dengan begitu bisa menghalangi pandangan ular itu. Sehingga sekelompok ikan tadi bisa berenang lebih jauh untuk menghindar.
            Mendapat serangan dari Gru, ular laut pun tidak berkutik. Sementara itu Gru juga berhasil menjauh dari ular.
            “Terima kasih ya Gru. Kamu sangat pemberani dan hebat. Kalau kamu tidak memperingati kami tadi, pasti kami sudah menjadi makan siang ular itu,” ujar Lala si ikan badut menghampiri Gru.
            “Maafkan kami juga. Tadi kami sudah mengusirmu,” tambah Geo si ikan buntal.
            “Kamu adalah sahabat sejati kami,” ucap mereka serentak sambil memeluk Gru. []
                                        ***

Hikmah : Sebaiknya kita tidak membedakan teman. Karena siapa tahu teman yang kita kira buruk itu adalah yang sangat peduli dengan kita

Cerpen ini dimuat di Kompas Klasika ( Minggu,  2014

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Pemulihan Pasca Operasi Kantung Empedu

Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya ya. Yang pertama bisa dibaca di sini dan yang kedua di sini. Selamat membaca... 😊
    Alhamdulillah sehari setelah operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 15-02-2018, saya sudah bisa melakukan mobilisasi. Saya bisa turun dari tempat tidur setelah kateter (selang untuk buang air kecil) dilepas. Sepertinya perawat memasang selang ini saat saya sudah dalam kondisi dianastesi.