Skip to main content

Siapa Bilang Caesar Itu Enak?!



                                             
Mungkin bagi sebagian orang memilih melahirkan dengan cara caesar atau operasi adalah yang terbaik. Alasannya beragam, di antaranya tidak mau merasakan sakitnya proses melahirkan normal. Tapi tidak demikian halnya denganku. Aku merasa sangat tidak nyaman dengan operasi caesar ini. Mungkin karena sebelum melahirkan putra ke tigaku ini, aku pernah melahirkan secara normal. Di mana, beberapa saat setelah bayiku lahir aku bebas beraktivitas.

Untuk alasan yang memang mengindikasikan seorang ibu hamil harus menjalani operasi caesar, hal ini adalah suatu keniscayaan. Seperti yang aku alami sekitar dua tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 9 september 2010. Pada dasarnya aku tidak pernah membayangkan akan menjalani operasi caesar ini. Namun saat itu entah mengapa tiba-tiba tekanan darahku naik sampai 150/100 mmhg dia 2 kali pemeriksaan terakhir usia kehamilan.  Dokter yang merawatku menyarankan agar aku bersiap untuk menjalani operasi tersebut demi menyelamatkan aku dan janinku. Dengan pasrah aku pun mengikuti saran dokter .
Semua persiapan operasi pun dimulai, dari pemasangan infus, pengambilan darah, dan segala hal yang wajib dilakukan bagi seorang ibu hamil yang akan menjalani operasi caesar. Sambil terus berzikir dalam hati aku menjalani tahapan proses itu dengan perasaan tak menentu. Ketika obat dalam botol infus mulai bekerja untuk menetralisir tekanan darahku agar kembali normal, entah mengapa tiba-tiba rasa hangat menjalar di sekitar mulut dan tenggorokanku. Aku pikir ini biasa, jadi ku nikmati saja proses ini.
Namun ketika aku di dorok ke kamar operasi dan dokter anasthesi mulai menambah tetesan infus itu menjadi sangat cepat, jantungku berdebar kencang. Seolah hendak meledak saking kencang dan cepatnya darah yang dipompakan oleh jantung ke seluruh tubuh. Saat itu serasa malaikat maut akan segera menjemputku. Aku terus berzikir agar Allah memberiku keselamatan dalam persalinan ini.
Untunglah Allah masih mengingatkanku agar segera bertanya kepada dokter anasthesi tentang hal yang aku rasakan. Aku segera menanyakannya. Begitu mendengar keluhanku, dokter itu pun segera mengganti infus tersebut dengan yang lain. Itu adalah hal pertama perasaan tidak nyaman yang kurasakan sewaktu di caesar.
Rasa tidak nyaman yang lain adalah setelah aku dianasthesi, rasa baal di seluruh kaki membuatku sangat tidak nyaman. Untuk hal ini pasti semua ibu yang melakukan caesar akan merasakannya. Selanjutnya ketika operasi selesai, dan aku mulai di tempatkan di recoveri room. Saat itu seluruh tubuhku menggigil. Aku merasakan kedinginan yang sangat hebat, yang belum pernah aku rasakan selama ini. Sehingga gigi-gigiku gemeretuk menahan rasa dingin yang tidak terkira itu.
Aku kembali menanyakannya kepada petugas yang sedang berada di dekatku. Lalu aku pun diberi semacam pompa yang menyalurkan hawa hangat ke dalam tempat tidurku. Suster itu berkata hal ini wajar. Karena merupakan efek dari anasthesi.
Selanjutnya ternyata setelah suster melihat perdarahan yang cukup banyak kualami pasca operasi. Dokter memutuskan bahwa aku harus mendapat 2 kantong darah melalui transfusi. Saat aku itu, sangat susah menemukan kantong darah. Karena saat itu lebaran. Apalagi bulan puasa tidak banyak orang yang mendonorkan darahnya. Aku dan suami mencari bantuan pada beberapa teman. Untunglah salah satu teman suami bersedia mendonorkan darahnya padaku. Dia membawa anggota keluarganya yang lain ke rumah sakit tempat aku dirawat.
Waktu darah selesai diproses, aku sangat senang. Darah itu langsung dimasukkan ke tubuhku melalui infus. Tapi apa yang terjadi. Baru setengah kantong darah itu mengalir, ternyata alergiku kumat. Tubuhku bentol-bentol dan sangat gatal. Dokter segera memberi anti alergi padaku. Sungguh perjuangan yang cukup menguras air mata ketika menjalani proses kelahiran ke tiga ini.
Dan yang terakhir adalah setelah rasa baal di kakiku hilang dan aku mulai mobilisasi dengan miring kiri dan kanan dulu, kemudian duduk, dan berdiri serta berjalan. Tahapan ini memakan waktu yang cukup lama dan dengan rasa sakit di daerah operasi yang lumayan susah untuk ditahan. Ketidaknyamanan yang terakhir itu berlanjut hingga usia bayiku lebih dari 2 bulan.
 Jadi, para ibu hamil yang akan menjalani proses persalinan, aku sarankan untuk tidak cepat-cepat memutuskan untuk di opeasi caesar. Jika masih memungkinkan untuk melahirkan secara normal, maka hal itu akan lebih baik. Kecuali ada indikasi yang mewajibkan anda untuk segera di caesar. [NS]

Biodata Penulis
Nama  : Nelfi syafrina
Alamat : pesona Anggrek D 12 No 16 Harapan Jaya Bekasi Utara. Bekasi Jawa Barat. 17124
HP     : 085213709664          
No rek :   Bank Muamalat cabang Bekasi,  601923 902 2752099  an Nelfi Syafrina.

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.