Skip to main content

Review Novel Anak Teror Hantu Ungu


Misteri di Rumah Tua

Judul Buku : Teror Hantu Ungu
Penulis : Nelfi Syafrina
Penerbit: Dar Mizan, Bandung
Thn terbit : Maret 2013
Harga :29.000

                Karenaayah dan ibunya sedang umrah, Owen dan adiknya Zeta menginap di rumah Om Wahyuadik ibu mereka yang masih kuliah
                SebenarnyaOm Wahyu tinggal dengan kakek dan nenek, berhubung kakek dan nenek juga ikut umroh, jadilah tinggal mereka bertiga yang menempati rumah yang katanya dibangun beberapa tahun setelah RI merdeka
                Saat hendak ke sekolah dengan membonceng sepeda motor Om Wahyu, Owen dan Zeta bertemu dengan anak perempuah yang usianya sebaya dengan mereka, menatap dengan sinar kebencian. Anehnya saat Om Wahyu mengenalkan Helena yang wajahnya mirip sekali dengan si anak perempuan yang misterius. Bedanya, Helena anaknya ramah dan menyenangkan
                Siapasih sebenarnya Helena? Apa hubungannya dengan si anak perempuan yang misterius itu? Mengapa kalau malam tiba-tiba Zeta dan Owen sering mendengar suara yang mirip tangisan? Dapatkah Owen dan Zeta memecahkan misteri si anak perempuanyang memakai baju ungu itu? Teman-teman bisa baca sendiri kelanjutan kisahnyadi buku berjudul Teror Hantu Ungu ini.
                Ohya selain ceritanya seru, bikin penasaran dan menegangkan, banyak hikmah yang bisa diambil dari buku ini lho.. Selamat membaca.[Sutono Suto]

* Reviewed by Sutono Suto

Secara keseluruhan, buku ini menghibur. Suasana seram memang seringkali membuat kita tergiring membayangkan sesuatu yang membuat buku kuduk merinding. Tapi kan, tidak selalu yang menyeramkan itu hantu.
Beberapa kali saya juga sempat tersenyum sendiri karena buku ini juga membuat saya teringat masa kecil saya dan adik saya. Kami suka sekali bertengkar, seperti Zeta dan Owen. Lucu, kesal, tapi ngangenin!
Meski menampilkan kata “hantu”, buku ini sama sekali tidak membuat anak-anak membayangkan sosok hantu yang mengerikan, lho. Buktinya, Keisya, putri sulung saya, bisa tidur nyenyak setelah membaca buku ini. Inilah salah satu poin plus yang paling saya sukai.
   Fitha Chakra

"Ceritanya menegangkan namun diselingi adegan lucu khas anak, seperti pertengkaran Owen dan Zeta. Cerita ini memberi hikmah sebuah pelajaran kemandirian pada anak serta mengajarkan kepada anak untuk memahami perasaan orang lain serta “care” terutama pada mereka yang dilahirkan tidak sempurn" 
Chitra Savitri (Penulis)



"Bikin penasaran, seru dan menegangkan!"-- Rane Kiran (penulis KKPK Journey of The Girls)


Sinopsis: 

"Kkk ... kamu lihat anak perempuan yang berdiri di jalan itu, kan, Owen?" tanya Zeta gugup. Dia semakin takut. Owen mengangguk dan berjalan mendekati Zeta. Cahaya senter di tangan Zeta membuatnya lumayan tenang. Zeta berpikir, anak misterius berbaju ungu itu adalah anak orang Bunian yang tersesat di dekat rumah Kakek.
"Hantu Ungu" itu sering sekali menampakkan dirinya di hadapan Zeta dan Owen. Karena tak tahan diteror terus-menerus, mereka pun mulai menyelidikinya. Siapa sebenarnya anak misterius itu? Mengapa sosoknya mirip sekali dengan Helena? Tuntaskan rasa penasaranmu dengan membaca buku yang menegangkan ini!

Comments

  1. Tante....
    Zeta itu namaku.
    aku kelas 3 SD di Sidoarjo.

    Aku sudah baca bukunya.

    terimakassssssssiiiiiiiiiiiiih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aiih Zetaaa... makasih udah baca buku Tante ya sayang. Sifat Zeta asli sama Zeta di buku Tante sama nggak yaaa ? hihihi, tante jadi pengen ketemu Zeta deh. ^_^

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.