Skip to main content

Profil Lily sang Ilustrator Muda di Harian Analisa Medan 19 Mei 2013



                               
                                               
                                               
Berawal dari Hobi, Lyly berhasil Keluar Negeri Melalui Ilustrasi
                                    Nelfi Syafrina
Hari ini kita berkenalan dengan seorang ilustrator buku anak. Nama aslinya Lyly, seringnya dipanggil Lyllo. Ia  lahir di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, tanggal 19 Desember. Sebelumnya dia kuliah di Universitas Widyatama Bandung jurusan Desain Grafis.  

Gadis bermata sipit ini mempunyai hobi yang lumayan banyak, daintaranya menggambar, memasak, tidur, browsing, baca komik, dan nyanyi. Sebelum memilih menjadi ilustrator profesional, hobi menggambar bagi Lyly, hanya sebatas hobi saja. Lama-kelamaan setelah lumayan banyak gambar yang dibuatnya, dia ingin menjadikan hobinya itu menjadi karya yang bermanfaat bagi orang lain.
Suatu hari tawaran pun datang. Saat itu dia masih kuliah semester 6 tahun 2009, salah satu sahabatnya meminta Lyly membuat sebuah buku anak full ilustrasi sebagai sauvenir bagi tamu yang datang ke acara ulang tahunnya. Buku itu tidak dicetak masal, hanya untuk sauvenir saja. Dari situlah Lyly semakin ingin menjadi ilustrator profesional.
Lyly mulai bekerja sama dengan penerbit ( Ehipassiko Foundation) ketika dia membuat skripsi untuk tugas akhir kuliahnya. Selesai kuliah hingga sekarang Lyly masih bekerja sama dengan penerbit tersebut.
Menurut gadis manis berambut hitam ini, prestasi terbesarnya yang sangat membuat dia dan orangtuanya bangga adalah saat dia lulus dari bangku kuliah dengan predikat Cum Laude, nilai tertinggi dan lulusan tercepat pada masa dia kuliah. Lyly sangat berterima kasih pada Ehipassiko Foundation yang telah ikut andil dalam kelulusannya ini.
Saat ini gadis penyuka makanan vegetarian ini lebih memilih tinggal ngekos di Bandung, sementara mama Lyly yang saat ini menjadi single parent bagi anak-anaknya berdomisili di Tanjung Balai. Awalnya orang tua gadis yang masih single ini menentang keinginan anaknya untuk menjadi ilustrator. Menurut mereka menjadi ilustrator  tidak bisa menghasilkan penghasilan yang besar, apalagi sampai sekarang ia masih freelance.
Tapi Lyly berpendapat berbeda, menjadi ilustrator sangat menjanjikan jika kita tekun dan disiplin dalam melakukannya. Dan dia optimis pasti bisa menghasilkan karya berikut uangnya dari menjadi ilustrator. Sama seperti pekerjaan lain, pekerjaan ilustrator punya tempat dan penggemar tersendiri. Jadi tidak perlu khawatir untuk menekuninya.
Tapi seiring dengan prestasi yang diperlihatkan Lyly pada orangtuanya, akhirnya beliau luluh dan menerima keputusan Lyly. Mama Lyly juga mulai mendukung putri ke tiganya itu untuk meraih cita-citanya. Saat ini, sudah kurang lebih 11 buku yang sudah dibuat Lyly. Ada beberapa buku dalam proses produksi dan dalam proses pengerjaan.
            Kegiatan Lyly yang lain selain menjadi ilustrator adalah membuat desain. Karena kadang beberapa klien datang padanya untuk membuat desain-desain bagi mereka. Klien lain juga pernah meminta Lyly membuat craft seperti paper cut. Karena suka, jadi Lyly tetap mengambil peluang itu.
Salah satu prestasinya di dunia ilustrasi adalah ketika 2 karyanya terpilih untuk mengikuti pameran di AFCC (Asian festival of Children's Content) pada 27-30 Mei 2012 lalu di Singapura. Gadis yang menyukai hampir semua warna cerah ini suka mengikuti kompetisi ilustrasi luar negeri. Meskipun tidak menang tapi dia  sudah sangat bersyukur bisa ikut meramaikan kancah perilustrasian buku anak.
Harapan dan keinginannya ke depan, sebagai seorang ilustrator, terus berkarya dan  belajar hal-hal baru seputar ilustrasi buku anak. Dia juga ingin belajar bahasa dan bisnis. Semoga suatu hari harapannya itu bisa tercapai.
Saat ini Lyly sedang mengerjakan ilustrasi cergam penulis Belanda Nico Smaling dari penerbit PLUIS.  Dalam ilustrasinya, Lyly kadang mencantumkan namanya  Lyllopop Dorothy Young dan Lyly Young.
Pesannya bagi kalian yang ingin menggeluti dunia ilustrasi, selalu browsing untuk melihat perkembangan dunia perbukuan di luar negeri. Jangan pernah putus asa, selalu bersemangat, karena berkarya itu yang paling penting.
Jika kalian ingin mengenalnya lebih jauh, silakan berkunjung ke blognya di lyllopop.blogspot.com atau menjadi temannya di Facebook http://www.facebook.com/l.d.yeoh . [NS]




Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.