Skip to main content

Makan Sendiri? Pasti Bisa Dong


         Moms... tentunya kita ingin anak-anak aktif dan mandiri sejak kecil. Kemandirian itu kita ajarkan bertahap pada mereka. Dimulai dari makan sendiri seperti yang dilakukan Hauzan putra saya yang berumur 2.5 tahun. Awalnya saya memberikan sendok padanya ketika dia makan saat usia 2 tahun. Sendok itu hanya dijadikan untuk mengacak-acak makanan. Namun, setelah itu hampir setiap kali makan, Hauzan selalu minta sendok. Saya pun selalu memberikannya.

        Ternyata karena tiap makan memegang sendok, dia jadi ingin memasukkan makanan ke mulutnya dengan sendok yang dipegangnya tadi. Dia pun berhasil menggunakan suapan pertamanya. Setelah itu bisa ditebak, dia minta makan sendiri. Tentunya saya turuti keinginannya. Meski pun berantakan di mana-mana, saya membiarkan Hauzan makan sendiri. Saya senang berhasil membuat dia mandiri dalam hal ini makan sendiri.
       Sayangnya, ketika suatu kali dia sakit, dia mulai malas makan. Jangankan untuk menyuapkan makanan sendiri ke mulutnya, untuk membuka mulutnya ketika saya menyuapkan makanan pun dia tidak mau. Tapi saya tidak kehilangan akala. Kebetulan saya pernah merekam aksinya ketika dia makan sendiri menggunakan HP. Saya putar videonya yang sedang makan sendiri itu. Tebak apa yang terjadi! Benar! Hauzan meminta sendoknya dan mulai menyuapkan makanan kembali ke mulutnya. Walau makanan yang ada di piring saat itu tidak habis, tapi saya bersyukur dengan rekaman video itu dia mau makan sendiri lagi. Sehingga sakitnya pun cepat berlalu. Untuk pemulihannya saya memberikan Hauzan Vitamin Seven Seas dengan kandungan DHA dan vitamin A,D,E,C dan B6 yang cukup tinggi. Berguna sekali untuk mengembalikan nafsu makannya sehingga membantu Hauzan menjadi anak aktif dan mandiri lagi.
       Semoga pengalaman saya dengan Hauzan ini bisa menjadi inspirasi bagi Moms semua untuk menanamkan kemandirian pada ananda sejak dini. ^_^

NB. Karena saya gaptek, sudah beberapa kali saya coba menggunggah video Hauzan yang lagi makan sendiri ke blog, ternyata nggak bisa. Jadi sila lihat video Hauzan makan sendiri di sini aja ya. ^_^


Comments

  1. Replies
    1. alhamdulillah... makasih tante ichen... ^_^

      Delete
  2. Wih menarik idenya, mbak. Hauzan bakal bikin kreativitas apa lagi ya setelah rajin minum Seven Seas. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tante Dee, ternyata Hauzan sekarang bisa main UNO sendiri di tab milik bapaknya. Saya terkaget-kaget lihatnya. Subhanallah... walhamdulillah... ^_^

      Delete
  3. Kadang kita suka ga sabar liat anak makan sendiri. Belepotan dan tumpah sana-sini. Tapi, justru di situlah mereka belajar. Nice posting, Mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Umi Haya. harusnya emaknya kudu belajar sabar yak. secara anaknya udah mau belajar mandiri. *self reminder* ^_^

      Delete
  4. Si kembar juga sering aku biarin makan sendiri. Meski belepotan, habis banyak lho biasanya. malah kalau disuapin nggak mau :) Inspiring, Mbak Nelfi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mbak Fita. biasanya habis klo dia yang suap sendiri. ^_^

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.