Skip to main content

Memanfaatkan Produk BRI Syariah

Sudah hampir satu bulan adik ipar saya menerima kondisi kesehatannya. Pasca serangan jantung yang dialaminya tempo hari, praktis semua kegiatannya terhenti. Dia yang biasanya sebagai kepala keluarga, pergi pagi dan pulang malam untuk berjualan keliling kampung, terpaksa harus berdiam diri di rumah. Hal ini tentunya tidak membuatnya nyaman. Karena hidup terus berjalan, sementara dia juga tidak mungkin bisa menerima bantuan selamanya dari kami saudaranya. Apalagi kami juga mempunyai keluarga masing-masing.
         Hingga beberapa hari yang lalu saya memberikan saran kepada istrinya untuk membuat usaha kecil-kecilan di rumah. Entah menjual masakan lauk pauk dan dijual keliling, atau menjual mainan anak-anak di sekolah. Tentunya si istrilah yang harus lebih banyak menjalani usaha itu dibanding suaminya. Karena seperti kita ketahui, penderita sakit jantug tidak bisa bekerja berat dan kelelahan. Demikian yang dikatakan dokter pada adik ipar saya itu. Apalagi waktu itu dokter berpendapat, adik ipar saya itu harus melakukn operasi pasang cincin di saluran pembuluh darah jantungnya. Operasi dengan biaya yang tidak sedikit. Dan Hal ini belumbisa kami lakukan sekarang, karena keuangan yang belum mencukupi.

         Tapi menurut saya kondisi adik ipar itu sudah lebih baik dibanding ketika dia mendapat serangan jantung tempo hari. Saat ini dia sudah bisa jalan-jalan di sekitar rumahnya. Hanya saja karena dokter menyarankan dia tidak bisa bekerja dulu, makanya dia lebih banyak diam di rumah.
      Untuk itulah saya menyarankan istrinya yang mengambil alih tugas suaminya. Sayangnya usaha dengan modal minimal itu tidak bisa direalisasikan karena kondisi tempat tinggal mereka yang terletak di perkampungan di daerah Cibinong.
       Mereka mengharapkan bantuan kami untuk memberikan modal. Modal itu akan merek gunakan untuk membuka warung kelontong di tempat yang lebih ramai. Itu artinya mereka harus pindah dari kontrakan yang sekarang. Oleh karena itulah mereka harus punya modal yang cukup banyak. Apalagi adik ipar saya juga harus setiap beberapa  minggu sekali kontrol ke dokter jantung, untuk memperoleh pengobatan jantungnya lebih lanjut.
        Saya sebagai kakak iparnya, saya beruaha mmberi bantuan, sayangnya uang kami sudah terpakai untuk perawatan adik itu beberapa waktu yang lalu. Perawatan di ruang ICU yang membutuhkan setidaknya 3 juta perhari itu, lumayan menguras kantong kami. Sehingga untuk saat ini kami tidak punya cukup uang untuk memberi modal pada adik ipar saya tersebut.
        Saya berharap Bank BRI Syariah , bersedia memberikan pinjaman kepada mereka tanpa jaminan. Entah hal ini bisa atau tidak. Tapi hanya ini jalan yang bisa saya lihat untuk saat ini. Karena mereka mempunyai 2 orang anak yang masih kecil. Apalagi kehidupan terus berlangsung. Mereka harus tetap makan. Semua itu perlu biaya.
        Saat ini mereka masih punya moal mentah. Modal berupa dagangan yang selama ini dijual oleh Adik ipar saya keliling kmpung. Mereka masih punya satu motor. Andai saja itu bisa dijadikan jaminan untuk menerima pinjaman modal dari BRI Syariah, tentulah kami sebagai keluarganya akan sangat berterima kasih.

*Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba yang diadakan oleh @republikaonline dan BRI Syariah

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.