Skip to main content

Rasulullah Is My Doctor by Jerry D. Gray


 


   Sebenarnya sudah lama buku karya Jerry D. Gray ini saya beli. Namun baru beberapa hari ini saya sempat membacanya dengan seksama. Buku yang berjudul Rasulullah Is My Doctor itu membuka mata saya terhadap pengobatan modern yang selama ini saya jalani. Saya mnderita penyakit maag kronis. Entah sudah berapa puluh botol obat maag saya minum demi menyembuhkan penyakit saya itu. Namun penyakit itu tak kunjung hilang. Yang ada saya sering bertambah lemah. Perasaan pusing dan hampir jatuh sudah menjadi bagian dari hari-hari saya.   



 Waktu saya beli buku ini, saya hanya sekilas membaca tentang pengobatan penyakit maag. Alhamdulillah setelah mengkonsumsi madu tiap pagi, sesuai saran Jerry, maag saya sudah mulai membaik. 
Lalu kenapa baru sekarang saya membaca buku ini dengan serius dan memperhatikan saran yang ada di dalamnya dengan sangat detil? Tak lain karena putra bungsu saya yang baru berusia 2 tahun divonis menderita flek paru oleh dokter.
      Tak terbayangkan terkejutnya saya mendengar penjelasan dokter itu. Bagaimana bisa? Saya dan suami serta semua anak kami baik-baik saja. setiap 6 bulan sekali suami mengikuti medical check up. tidak ada masalah dengan paru-parunya. Saya pun demikian. Alhamdulillah batuk pun jarang saya derita. Lalu kenapa anak saya bisa terserang flek paru?
    Lingkungan rumah kami bersih, meskipun tidak bebas debu seratus persen. Gizi anak-anak pun Alhamdulillah terpenuhi. Hanya saja memang berat si bungsu tidak naik secara signifikan sesuai tabel KMS. Makanya dokter menganjurkan bungsu kami itu untuk mantoux test. Tes kulit yang akan memperlihatkan apakah seorang anak terindikasi flek paru alias TBC.
    Karena ini saran dokter, maka saya pun mengikuti saran itu. Hasilnya ternyata positif. Bungsu saya kena flek dan harus mengikuti serangkaian pemeriksaan laboratorium dan Radiologi. Walau tidak terima dengan vonis ini, saya tetap melakukan saran dokter. 
    Hari pertama saya memberikan bungsu saya obat TBC yang diberikan dokter. Namun apa yang terjadi, bngsu saya terlihat lemah, tidak mau makan dan bahkan sangart rewel. Tidak pernah dia seperti itu sebelumnya. Walau sakit seperti apa pun, biasanya bungsu saya masih aktif dan masih suka tertawa.
     Karena itulah saya memutuskan untuk menghentikan pemberian obat TBC tersebut. Saya mencari tahu obat herbal untuk penyakit anak saya. Salah satunya melalui buku RAsulullah Is My Doctor. Alhamdulillah saya mendapatkan banyak hikmah dalm buku itu. Saya memberikan pengobatan ala Rasulullah SAW sesuai dengan saran dalam buku tersebut. 
     Selain itu saya juga membeli Habbatussauda yang sudah diracik bersama madu dan herbal lainnya untuk mengobati penyakit anak saya. Alhamdulillah sekarang bungsu saya sudah kembali ceria. Sudah mau makan lagi seperti biasa. Saya berharap beratnya akan bertambah dengan cepat. Aamiin...
   

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.