Skip to main content

[Kuis Buku] YA Allah Berkahi Makanan dan Minuman Kami

         Makanan kesukaan Rasululah SAW sangat banyak. Diantaranya Rasulullah menyukai daging ayam, daging burung,daging domba, buah kurma, buah zaitun, mentimun, labu, semangka, madu, susu unta, bubur dan lain-lain.

        Sebagian makanan yang biasa dimakan Rasulullah itu sering juga kami konsumsi. Seperti ayam, kurma, labu, semangka, madu, dan bubur.
     Berikut resep masakan ayam khas keluarga kami.

     Ayam Bumbu Mentega Madu

bahan :
- Satu ekor ayam berukuran sedang dipotong 8  dan dikupas kulitnya.

bumbu yang dihaluskan : 
- Jahe 3 cm
- Lengkuas 3 cm
- Bawang merah 10 siung
- Bawang putih 5 siung

siapkan bahan lain
- Daun jeruk 3 lembar
- Daun Salam 2 lembar
-Sereh 1 batang, dimemarkan
- 1 sendok makan minyak goreng untuk menumis
- 100 gram mentega / margarin 
- 3 sendok makan madu
- Garam secukupnya
- Lada bubuk satu sendok teh
- Kecap manis 1 sendok makan 
- Air putih 300 cc ( 1,5 gelas)

Cara Memasak

Panaskan wajan. Masukkan minyak dan mentega / margarin ke dalam wajan. Lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan. Tambahkan daun salam, daun jeruk dan sereh. Aduk hingga wangi. Lalu masukkan ayam dan aduk hingga rata. Tuangkan air, masukkan garam, kecap manis dan lada. Aduk lagi dan masak hingga matang dan airnya habis. Setelah matang matikan api dan tambahkan madu, aduk lagi hingga rata.
Ayam goreng mentega madu siap untuk dihidangkan. [NS]

NB :  Maaf tidak sempat memasak ayam bumbu mentega madu ini tadi, secara mefet DL ya Mbak Nana. ^_^ Hasilnya kurang lebih seperti yang ada di foto ini ya. foto ini saya ambil dari http://resepmasakanaku.blogspot.com/


sumber foto :http://resepmasakanaku.blogspot.com/

*artikel ini diikutsertakan dalam kuis buku

Comments

  1. makasih mbak nelfi udah ikutan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih juga untuk kuisnya Mbak Nana. Sukses ya. :)

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…