Skip to main content

E-Learning Masih Saya Tekuni Hingga Saat Ini

    
        E-larning bukanlah hal yang baru bagi saya. Saya sudah menekuninya selama lebih dari lima tahun. Berawal dari saya memilih kuliah di Universitas Terbuka. Cerita tentang kuliah saya itu bisa dibaca di sini.  
       Alhamdulillah sebelum saya berhasil meraih gelar Sarjana Sastra dari Universitas Terbuka, sebuah sekolah dasar dekat rumah saya meminta saya menjadi guru ekskul di klub menulis mereka. Tentu saja saya senang. Jadi ilmu yang saya dapat selama belajar di UT secara online ini, bisa saya terapkan selain untuk menulis buku, juga bisa saya sebarkan lagi dengan mengajarkan ilmu menulis itu kepada murid-murid saya.

      Awal tahun 2012, saya pun mulai mentransfer ilmu kepada calon penulis cilik. Walau saya hanya mengajar setiap hari sabtu, tapi saya sangat menikmati menjadi guru. Suatu hari, ketika saya mengajar, salah satu murid saya bertanya sebagiknya kita mencari ide untuk dituangkan dalam tulisan di mana? Saya menjelaskan pada mereka, bahwa ide bisa didapatkan dari mana saja. Bisa dari menonton acara televisi, membaca buku, bermain bersama teman. Atau saat bermain game.
      Saya jelaskan juga pada mereka tentang cara memanfaatkan internet yang saat ini sudah mudah mereka akses. Kebetulan saya dan murid-murid saya tinggal di kota Bekasi. Saat ini sangat mudah bagi mereka mengakses internet. Apalagi sebagian dari mereka mendapat fasilitas menggunakan Tablet dan Smartphone lainnya. Jadi saya pikir, saya harus mengarahkan mereka untuk memanfaatkan fasilas yang mereka dapat dari orangtua mereka dengan sesuatu yang bermanfaat.
      Saya bersyukur, ternyata murid-murid saya paham dengan yang saya maksud. Ketika saya memberikan tugas pada mereka, kadang saya meminta mereka mengirim cerpen tugas itu melalui email, dengan meminta bantuan orangtua mereka. Ketika orangtua bersedia memberikan waktu pada anak-anak mereka dengan mendampingi anak-anak menggunakan internet dengan benar, saya merasa saya berhasil mengajarkan cara memanfaatkan fasilitas itu pada mereka.
     Sesekali kami membahas cerpen tugas melalui email yang sudah mereka kirimkan. Saya juga mengajak murid-murid saya untuk mengikuti berbagai lomba menulis cerpen yang sering diselenggarakan panitia lomba dengan mengumumkannya di internet/ web mereka. Sesekali kami juga berburu ide menulis melalui berita terkini yang kami peroleh dari internet.
     Satu hal yang membuat saya sangat bersyukur, yaitu ketika cerpen yang dibuat murid-murid saya berhasil lolos dalam penjurian lomba cerpen yang ditulis oleh anak-anak. Rasa bahagia itu tak dapat ditukar dengan uang.
        Jadi, banyak sekali manfaat dari e-learning bagi guru mau pun siswa. Yang penting kita, sebagai orang tua dan guru harus selalu memberikan rambu-rambu pada mereka, apa yang boleh mereka buka di dunia maya yang sangat luas ini dan apa yang tidak boleh. Semoga anak-anak kita bisa memanfaatkan e-learning dengan sebaik-baiknya.
     
*postingan ini diikutsertakan dalam XL Lomba Blog Pendidikan, E-learning Untuk Guru dan Siswa.

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.