Surat Untuk Ibu



Bekasi, 22 Desember 2013

Assalamualaikum wr wb

         Apa kabar Ma? Alhamdulillah Epi di rumah sehat. Begitu juga dengan cucu dan menantu Ama. Epi harap Ama sehat dan selalu bahagia juga ya Ma. Ohya Ma, Epi sengaja menulis surat ini. Karena ada suatu hal yang ingin Epi sampaikan pada Ama.

       Hari Minggu lalu Epi menonton sebuah tayangan tausiah di TV Swasta. Sebenarnya tayangan itu membahas tentang kebudayaan. Entah mengapa sang ustadz yang berdarah Arab itu melemparkan sebuah pertanyaan pada jamaah yang sedang khusu' mendengar tausiahnya. Begini pertanyaannya Ma.
      "Saya yakin sebagian dari kita yang hadir di sini memeluk islam karena kita terlahir dari orang tua muslim. Pertanyaannya, apakah kita akan memilih islam jika kita terlahir dari orangtua yang bukan muslim?"
     Ama tahu apa yang terjadi? Tak satu pun jamaah menjawab pertanyaan ustadz itu. Karena tentu saja mereka tidak bisa menjawabnya. Epi pun seperti itu Ma. Epi terdiam dan berpikir. Lalu bergumam, Wallahu a'lam.Hanya Allah yang tahu tentang itu andai saja Epi lahir dari orangtua yang bukan muslim.
    Tapi Ma, seharusnya sebagai manusia, sudah fitrahnya semua bayi yang terlahir ke dunia ini adalah seorang muslim. Karena mereka berjanji begitu pada Allah ketika Allah meniupkan ruh mereka waktu mereka berusia empat bulan dalam kandungan ibu mereka. Seperti yang pernah Epi baca, Rasulullah mengibaratkan anak-anak itu sepert sebuah kertas putih bersih. Orangtuanyalah yang menjadikan anak itu sebagai muslim atau bukan.
     Sampai di sini, Epi merasa bersyukur pada Allah, Ma. Allah telah memilih Ama sebagai ibu Epi. Ibu yang menyontohkan pada Epi cara menepati janji pada Allah. Menepati janji Epi dalam rahim Ama dulu untuk menjadi seorang muslim dan mukmin.
     Terima kasih banyak tak terkira untuk semua itu ya Ma. Walau Epi hanya bisa mengingat sedikit saja kenangan tentang menjadi muslim itu dari Ama. Epi tahu, itu semua bukan kehendak Ama. Tapi kehendak Allah yang ingin melihat Epi berusaha menepati janji itu sendiri, tanpa banyak campur tangan Ama dan Apa.
      Setidaknya Allah mengingatkan sebuah memori kecil Epi ketika Ama melantunkan ayat suci AlQuran waktu Ama mengajar murid-murid Ama dulu. Hanya itu yang bisa Epi kenang dan Epi jadikan pegangan untuk selalu berusaha menepati janji pada Allah itu Ma. Memori usia kanak-kanak yang belum genap lima tahun.
       Epi masih bersyukur, Epi mempunyai sedikit memori itu untuk diingat. Tapi Ma, tidak demikian dengan Feri dan An. Epi kasihan pada mereka Ma. Tolong ya Ma, doakan mereka agar selalu istiqamah dalam dinul islam. Doakan kami juga agar kami bisa menjalankan nikmat iman islam ini seusai perintah Allah.
        Walau begitu, Epi sangat mengerti Ma. Semua ini tak lepas dari izin Allah. Epi bersyukur Allah mengizinkan Epi untuk terus menikmati indahnya menjadi seorang muslim dan mukmin. Allah bisa kapan saja mencabut atau mengurangi semua nikmatnya. Entah itu nikmat sehat, nikmat harta, nikmat anak dan keluarga. Tapi Epi selalu memohon agar Allah tidak mencabut nikmat iman dan islam ini Ma. Epi harap doa Ama untuk Epi, Feri, An, Apa, dan cucu-cucu serta menantu Ama. Tentunya juga tidak lupa untuk Om Ril dan anak istrinya.
      Epi yakin, jika Ama yang memohonkannya pada Allah, pasti Allah akan mengabulkan permohonan Ama itu. Karena Allah sangat menyayangi Ama. Sekali lagi terima kasih ya Ma. Terima kasih sudah menjadikan Epi, Feri, dan An sebagai anak yang berusaha menepati janjinya pada Allah.
      Ma, maaf ya, sampai di sini dulu surat Epi. Insyaallah Epi akan menulis surat lagi untuk Ama. Masih banyak cerita yang akan Epi ceritakan pada Ama. Cerita tentang cucu-cucu Ama. Cerita tentang kegiatan Epi sekarang. Cerita tentang cita-cita dan harapan Epi. Cerita tentang Feri dan keluarganya, Cerita tentang An dan keluarganya dan masih banyak lagi. Semoga Ama selalu bahagia di sana bersama-Nya. Aamiin..

Billahi taufiq walhidayah, wassalamualaikum wr wb

Salam sayang dan sembah sujud ananda,


Nelfi Syafrina

















Selamat Hari Ibu untuk semua ibu-ibu di mana pun kalian berada. ^_^

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kejadian Aneh di Asrama

Summarecon Bekasi, Dekat di Hati