Skip to main content

Apakah Penting Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Berkala?

        Beberapa hari lalu saya mengajak si kecil Hauzan ke dokter THT. Pasalnya, saya melihat Hauzan sering sekali menggaruk telinganya. Setelah saya 'intip' ternyata banyak kooran di telinga Hauzan. Saya memang tidak berani membersihkan telinga Hauzan menggunakan catton bud hingga masuk ke lobang telinga. Paling saya membersihkannya hanya bagian daun telinga saja.

       Apalagi waktu Hauzan masih bayi, saya pernah juga mengintip telinga Hauzan, dan ternyata cerumen, atau kotoran telinga Hauzan itu kering. Tidak berminyak seperti dua kakaknya. Saya pernah mencoba sekali membersihkan liang telinga Hauzan itu. Sayangnya meskipun saya sudah melumuri catton bud dengan air atau baby oil, tetap saja kotoran di telinga Hauzan itu tidak bisa dikeluarkan.
        Akhirnya saya bawa ke dokter untuk mengeluarkan kotoran telinga Hauzan. Menurut dokter, biasanya kotoran telinga akan keluar sendiri saat anak-anak bermain atau tidur.
         Sayangnya setelah beberapa bulan dari dokter THT, saat ini telinga Hauzan kembali dipenuhi kotoran telinga. Karena saya tidak berani mengeluarkan kotoran telinga itu, akhirnya saya memutuskanke dokter THT lagi. Sebenarnya saya kasihan melihat Hauzan yang jadi takut begitu telinganya diperiksa. Apalagi saat dokter mulai menyalakan alat untuk meyedot kotoran telinga.
      Tapi mau bagaimana lagi, saya terpaksa melakukannya. Karena saya khawatir kotoran itu akan berdiam lama di telinga Hauzan dan akan mengeras sehingga mengganggu pendengaran Hauzan. Setelah dokter selesai membersihkan telinga Hauzan, saya pun bertanya.
       "Nggak apa-apa ya dok, kalau sering-sering dibersihkan dengan alat seperti ini?
       "Kan ini tidak terlalu sering Bu. Sebaiknya memang harus dilakukan setiap enam bulan sekali. Sama seperti pemeriksaan gigi, check up kesehatan, dan Pap Smear bagi ibu," sahut sang dokter.
        Saya hanya mengangguk saat itu. Karena harus membujuk Hauzan yang masih marah akibat pemeriksaan ini. Tapi belakangan saya jadi berpikir kembali. Benar nggak sih yang saya lakukan ini? Secara dulu saya nggak pernah membersihkan kotoran telinga setiap enam bulan sekali ke dokter THT. Tapi pernah kejadian saya terpaksa membersihkan kotoran telinga itu sekali saja waktu saya sudah menjadi ibu beberapa tahun lalu.
        Ah entahlah, saya harap ini tidak semata-mata untuk keuntungan pribadi sang dokter. Tapi memang untuk kesehatan kita semua. ^_^

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.