Skip to main content

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

        Belakangan ini sering kali kita mendengar kejadian tawuran remaja di mana-mana. Sungguh miris mendengar dan melihat berita ini. Saya sebagai ibu dari 3 orang anak, ikut merasa deg-degan membesarkan anak-anak saya. Apa sesungguhnya yang terjadi dengan bangsa ini? 

      Lepas dari itu semua, saya berpikir mungkinkah Pemerintah menetapkan peraturaran wajib militer bagi seluruh anak laki-laki di negara ini? Seperti yang dilakukan pemerintahan Korea, Cina dan negara lain.

       Pikiran seperti itu muncul dari pemikiran saya setelah melihat energi remaja yang butuh penyaluran. Mungkin saja setelah mereka mengikuti wajib militer, energi mereka menjadi lebih terkontrol. Atau mungkin saja setelah wajib militer, mereka akan lebih menghargai hidup. Lebih menghargai orangtua mereka dan orang lain.

       Mungkin di rumah kita sudah menerapkan dan mengajari nilai-nilai moral pada mereka. Nilai agama yang akan menuntun mereka. Sayangnya nilai yang kita berikan tidak lebih kuat dari dampak media , internet dan lingkungan di luar rumah.

       Para psikolog dan pemerhati anak mungkin menyarankan agar kita sebagai orangtua lebih memperhatikan dan memberi kasih sayang untuk anak-anak kita. 

        Sepertinya perhatian dan kasih sayang dari kita para orang tua saja tidaklah cukup. Kita harus masuk ke dunia mereka. Kita harus menjadi bagian dari dunia mereka. Sementara kita tidak bisa sepenuhnya menjadi bagian dari dunia mereka. Anak kita sekarang dibombardir perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya teknologi yang sangat pesat.

       Sementara kita orangtuanya tidak bisa mengejar ketertinggalan kita dalam bidang ini. Saat kita baru mengerti tentang A dalam bidang IT ini, anak kita mungkin sudah mempelajari tentang L sehingga kadang anak merasa nggak nyambung ngomong sama kita orangtuanya.

       Saya bukan pesimis dalam mengikuti perkembangan jaman ini. Hanya saja kita perlu realistis menyikapi keadaan ini. Itulah sebabnya muncul ide di kepala saya andai saja semua anak laki-laki diwajibkan ikut wajib militer seperti di negara lain. Semoga saja hal ini bisa membuat energi mereka yang sangat besar itu bisa tersalurkan. Mungkinkah?

       Ah entahlah ini hanyalah pemikiran sesaat yang muncul ketika melihat situasi negara kita yang semakin parah ini. Dulu para pahlawan bekerja dan berjuang memperoleh kemerdekaan negara ini dengan sekuat tenaga. Sehingga mereka tidak memikirkan kepentingan mereka sendiri.

       Kenapa kita tidak mencoba mengadaptasi cara mereka dengan cara menjalankan wajib militer di negara ini? Siapa tahu ini bisa menjadi solusi yang setidaknya bisa mengurangi keinginan untuk tawuran dan selalu galau pada remaja kita. Bagaimana menurut Anda? [NS]

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu: Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Comments

  1. anak remaja hrs byk di arahkan ke kegiatan yg positif krn energi mereka lg besar2nya.. kl gak di arahin malah jdnya suka yg negatif penyalurannya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.