Berkunjung ke Rumah Oren (Hebatnya Silaturrahim)



Sabtu 22 September 2012 , saya berkunjung ke Rumah Oren milik Mbak Nagiga Nurayati. Niat awal saya adalah untuk bertemu dan berdiskusi bersama Mbak Agnes salah satu editor di penerbitan Gramedia Group. Hari itu Mbak Agnes sedang berada di Rumah Oren untuk memberikan workshop menulis bagi beberapa peserta workshop menulis cerita anak yang sudah berjalan sebanyak 3 kali pertemuan. Alhamdulillah di tengah kesibukan beliau, mbak Agnes bersedia menemui saya. Kami pun berbincang seputar proposal naskah yang pernah saya kirimkan kepada beliau beberapa bulan yang lalu.
Ketika asyik berbincang, Mbak Nagiga meminta saya untuk berbagi pengalaman menulis kepada peserta workshop. Tentu saja saya bersedia. Jadilah siang itu saya berbagi pengalaman saya dari awal memilih menjadi penulis bacaan anak hingga sekarang.
Semua peserta terlihat sangat antusias mendengar kisah saya. Beberapa dari mereka bertanya tentang jatuh bangun saya di dunia kepenulisan. Dengan senang hati saya ceritakan semua pengalaman saya itu. Intinya jangan terpuruk dan  berputus asa ketika naskah kita belum diterima penerbit atau media. Dan jangan merasa puas ketika naskah kita sudah diapresiasi dengan baik. Teruslah belajar, meningkatkan kemampuan menulis.
Menulis sama dengan pekerjaan lain. Jika kita tekun dan mencintai pekerjaan ini, maka tidak akan ada yang dapat menghalangi niat kita untuk terus berada di sini. Walau seribu satu penolakan menerpa naskah yang kita tulis. Terus dan teruslah menulis. Belajarlah membuat tulisan yang lebih baik agar naskah kita diterima bahkan dicari oleh penerbit.
Nasehat ini juga saya tujukan kepada diri saya sendiri. Sebagai seorang penulis yang baru memiliki segelintir karya, saya ingin selalu menjaga atmosfir belajar ini dalam keseharian saya. Saya berusaha agar karya yang  saya hasilkan setelah proses belajar ini menjadi lebih baik dan lebih bermakna, sehingga bisa diterima oleh para pembaca.
 Kehadiran saya di Rumah Oren ini pun tak lepas dari keinginan saya yang begitu kuat untuk semakin lebih baik dalam membuat sebuah karya. Dan saya sangat senang bisa berbagi pengalaman yang sedikit ini kepada semua peserta workshop. Dua puluh menit tak terasa, waktu untuk berbagi pengalaman menulis pun berakhir. Semoga pengalaman saya bisa menjadi penyemangat bagi teman-teman peserta workshop di Rumah Oren ini.
Selanjutnya saya kembali berbicara dengan Mbak Agnes dan Mbak Nagiga mengenai proposal naskah saya tadi. Mbak Agnes menyampaikan beberapa masukannya mengenai naskah itu. Pada dasarnya beliau suka dan berencana menerbitkan naskah saya namun dengan beberapa revisi. Tak terkira senangnya hati saya mendengar jawaban dan penjelasan Mbak Agnes. 
Setelah bertemu Mbak Agnes, wawasan saya pun bertambah. Saya seperti mendapat energi baru untuk menulis. Terima kasih untuk sharingnya yang sangat bermanfaat ya Mbak Agnes. Terima kasih juga kepada Mbak Nagiga karena sudah memfasilitasi pertemuan ini.
 Saya teringat sebuah hadist Rasulullah seputar silaturrahim. Betapa hebatnya hasil dari menjaga dan menjalin silaturrahim yang sering didengungkan oleh Rasulullah SAW. Menjalin silaturrahin sama artinya dengan menambah,umur, menambah ilmu, menambah teman, hingga menambah rejeki. Hari ini saya mendapatkan ilmu baru, teman baru dan rejeki baru. Semoga Allah menambahkan umur saya untuk membuat karya yang bermanfaat bagi anak-anak Indonesia, khususnya untuk anak-anak saya.

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kejadian Aneh di Asrama

Summarecon Bekasi, Dekat di Hati