Skip to main content

Liburan Seru di Rumah Ala Hikmal Dan Syifa

Liburan di rumah tak selalu membosankan. Bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaat seperti yang dilakukan Syifa dan Hikmal putri dan putra saya.
Hikmal mengisi liburannya dengan membuat dadar kentang lalu menjualnya di depan rumah. Memang sih tidak langsung ada yang membeli, tapi setelah menunggu selama satu jam, pembeli dadar kentang ala Hikmal pun berdatangan. Pertama cuman beli satu buah harganya lima ratus rupiah. Lalu berdatangan teman berikutnya membeli hingga 6 buah. dan seterusnya hingga dadar kentang tersisa 4 buah saja. Sisa 4 itu akhirnya mereka makan.  Lumayan 'penghasilan' Hikmal hari itu. sepuluh ribu rupiah, dengan modal bahan masakan yang ada di dapur. 
Bagaimana dengan Syifa? hampir sama dengan Hikmal, ketika bosan dengan liburan yang minus bermain di luar, Syifa membaca beberapa novel anak dan remaja karena umurnya sudah hampir 13 tahun. Lalu ketika semua buku sudah habis dilahap, terakhir saya mengajak Syifa untuk merapikan kamarnya. Salah satunya dengan membuat lipatan selimut menjadi beberapa bentuk yang lucu. Ada bentuk pesawat, bunga, kipas dan bebek. Ternyata sangat asyik melakukan kegiatan yang tidak biasa dilakukan selam liburan. Bagaimana dengan liburan sahabat semua? ^_*

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.