Skip to main content

Resensi Kania's Dream oleh Mbak Santi Nur.P

#1 Karya Sahabat

oleh Santi Nuur P pada 11 Juli 2012 pukul 8:10 ·


Kania's Dream karya Nelfi Syafrina

Kania, gadis 11 tahun berwajah oval dan berambut panjang. Anaknya ramah, pemaaf, dan suka membantu. Kania sering membantu ibunya memasak tak heran jika ia pandai mengolah masakan. Suatu hari Kania ikut lomba memasak tingkat nasional. Gadis yang suka memanjat pohon jambu itu berusaha keras untuk bisa memenangkan lomba. Hadiah berlibur ke Pulau Socotra ini mengalahkan rasa jijik Kania pada bekicot. Kemenangan hampir saja diraih Kania. Namun, ternyata selalu ada rintangan. Kira-kira, mampukah Kania menghadapi Helga, teman yang sering menghambat perjuangan Kania? Atau, apakah Kania memaafkan Daren, sepupu yang tiba-tiba terlihat bersengkokol dengan Helga?

Nelfi Syafrina, penulis yang saya kenal saat mengikuti workshop di Bandung awal 2011 ini pintar membuat penasaran pembaca. Saya tak mau beranjak sebelum 'melahab' habis buku ini. Ohya, ada baiknya sebelum menikmati buku ini, siapkan camilan. Berkali-kali saya menelan ludah dan bolak balik membuka kulkas saat menemukan kata 'kalio daging', 'gulai ayam', 'dendeng daging', 'itik lado mudo', 'rujak', hmmm, sedaaap.  'Pangek bekicot'  hiiii... eits jangan bergidik dulu. Di buku ini Nelfi Syafrina berbagi tip supaya bekicot benar-benar bersih dan tidak amis saat diolah.

Tidak hanya itu! Buku terbitan Dar! Mizan ini berhasil mengajak anak-anak untuk belajar memasak. Ketiga anak saya rajin mengolah pancake dan membuat nasi goreng setelah membaca buku ini, alhamdulillah. Yuk, segera miliki buku ini.*

Tunggu karya sahabat berikutnya :))

*resensi ini ditulis oleh Mbak Santi Nur. P di FBnya. Makasih ya Mbak Santi :*

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.