Skip to main content

Tugas 1 B2B 2017

Fisik           
          Aku dipanggil Jihan. Lengkapnya Jihan Farhana. Usiaku 24 tahun bulan september lalu. Orang-orang mengatakan kalau aku mirip artis Shiren Sungkar. Mungkin karena warna kulit kami yang sama-sama sawo matang. Atau mungkin juga karena aku memiliki tinggi sekitar 165 cm dengan berat badan 56 kg. Mungkin juga karena bibirku. Tapi Umiku mengatakan aku lebih mirip beliau daripada Shiren. 

         Sehari-hari aku mengenakan pakaian muslimah. Aku lebih menyukai warna pastel seperti Aqua Marine. Tapi sesekali aku juga suka warna-warna tua seperti cokelat dan hitam. Warna tua biasanya kukenakan untuk rok atau kulot. Untuk jilbab aku lebih suka warna pastel. 
      Untuk riasan sehari-hari, aku hanya suka mengenakan pelembab dan bedak padat. ditambah sapuan tipis lipglos. Aku memang tidak begitu menyukai berdandan. Mungkin karena Umi juga tidak berdandan. Atau memang aku tidak tertarik mengenakan riasan aneh-aneh itu. Rasanya terlalu rumit dan memakan waktu jika aku harus mengenakan blush on, eye liner, mascara, eye shadow dan lainnya itu. 
       Ukuran sepatuku, 40. Aku lebih menyukai sepatu yang tumitnya setinggi 2 cm saja. Pernah juga aku mengenakan sepatu dengan tumit setinggi 5 cm. Tapi aku jadi sering melepas sepatu di kantor, ketika mengenakan sepatu bertumit 5 cm itu. Aku sama sekali belum pernah mencoba mengenakan high heels yang tingginya mencapai 10 cm atau lebih.

Internal
    Sifatku sedikit tertutup, ramah, sedikit pemalu, mudah memaafkan, tidak peduli dengan apa kata orang atau cuek. Tapi jika aku sudah dekat dengan seseorang, maka aku pasti akan menjadi sangat banyak bicara dengan orang itu.
       Aku sangat suka membaca. Khususnya novel. Kadang aku membaca novel bergenre horor, kadang romantis, bahkan aku juga suka membaca novel fantasi. Aku bisa menghabiskan membaca novel setebal 300 halaman dalam beberapa jam saja. Mungkin karena hobiku ini, aku juga kadang punya ide membuat novel sendiri.
      Selain novel, aku juga suka membaca buku tentang sains. Yang paling penting, aku mewajibkan diriku membaca Al Quran tiap hari. Setidaknya mendengarkan muratal Al Quran dari HP atau dari Mp3.
      Walau tidak begitu pintar memasak, sesekali aku membantu di dapur. Membantu Umi dan asiten RT kami menyiapkan sarapan atau makan malam. 
      Yang paling tidak kusuka dengan sifatku adalah, aku sangat mudah percaya pada orang. Tak peduli siapa pun orang itu. Jika aku merasa sudah dekat dengannya, maka aku percaya semua yang diucapkannya. Kadang hal ini membuatku mudah dibohongi seseorang.
      Aku sangat menyayangi Umi dan Buyaku. Walau mereka orangtua angkatku. Orangtua kandungku meninggal sejak aku berusia 9 tahun. Umi dan Buya mengadopsiku ketika aku berusia 10 tahun. Sebenarnya ibu kandungku masih saudara jauh Umi. Aku juga menyayangi kakekku atau ayahnya Umi. Karena kakek dan nenek kandungku juga sudah meninggal. Jika sedang libur, aku kadang lari pagi di komplek perumahanku. Setiap pagi kuusahakan untuk jogging di sekitar rumah. Karena aku ingin selalu sehat.
      Makanan yang kusukai adalah makanan yang dimasak di rumah. Mungkin karena Umi juga selalu meminta ART kami untuk memasak dan menyiapkan sarapan dan makan malam. Hanya makan siang saja aku makan dari jajan di dekat kantor. Biasanya aku memilih yang tidak berminyak. Karena aku gampang sekali terkena radang tenggorokan kalau aku memakan makanan berminyak.
   
Eksternal
      Aku bekerja di sebuah percetakan milik keluarga kami di Bekasi. Tepatnya di Harapan Jaya, Bekasi Utara. Umi adalah salah satu anak dari pemilik percetakan Salam Grafika di Jakarta. Kakekku lalu membuka cabang di Bekasi. Umi dan Buya-lah yang mengembangkan percetakan keluarga di Bekasi ini. 
      Aku bekerja di sini sebagai editor merangkap marketing. Aku sengaja mengambil jurusan Sastra Indonesia di UNJ, agar aku bisa meneruskan usaha Umi. Apalagi aku memang suka membaca dan menulis. 
      Percetakan kami hanya memiliki dua editor, aku dan Buya. Dulu, sebelum Umi meninggal, Umi yang mengurusi keuangan kantor kami. Tapi setelah Umi meninggal, adik Umi yang mengurusnya. Jumlah karyawan di CV kami tidak begitu banyak. Ada 4 orang karyawan yang bekerja mengawasi mesin cetak. Dan 4 orang tenaga menyusun kertas. Satu orang supir dan satu orang keuangan. Sesekali, jika kami sedang mendapat banyak order, Buya akan meminta tenaga lepas dari orang-orang yang tinggal di sekitar percetakan kami untuk menyusun buku-buku , majalah, buletin atau undangan yang baru selesai dicetak. 
     Sejak bekerja, aku jadi jarang membaca dan apalagi menulis. Impianku menulis dan menerbitkan buku kayaknya sudah terkubur. Apalagi sejak Umi meninggal (umiku meninggal ketika aku kuliah), Aku jadi lebih suka menyibukkan diri di kantor daripada berada di rumah.
      Letak kantor kami tidak begitu jauh dari rumah. Kadang aku berangkat ke kantor dengan berjalan kaki sejauh dua Km. Jika aku kesiangan, aku akan naik angkot yang juga lewat di jalan utama perumahanku menuju kantor. 


                                         foto dari sini

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.