Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

  Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.


    
      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

     Untuk menghilangkan kekhawatiran saya itu, saya pun menenangkan hati dengan mendengarkan muratal Al Quran sambil menjalani bedrest. Alhamdulillah dalam beberapa saat saya mulai tenang, dan kekhawatiran saya mulai hilang. Saya mulai melakukan kegiatan sehari-hari seperti memasak, dan pekerjaan rumah tangga lainnya. 
      Jika saya merasa lemas, saya kembali berbaring. Setiap hari setidaknya 4-5 jam saya menyetel muratal agar kekhawatiran saya hilang. Bukan hanya menyetel muratal al quran saja, saya juga membaca Al Quran sembari berbaring. 

      
        Saya memaksakan diri untuk mengkonsumsi apa pun. Jika tidak masuk nasi, saya makan buah atau roti. Setiap hari saya paksakan untuk minum madu atau sari kurma. Walau kadang keluar lagi. Hal ini berlangsung selama enam bulan. 
      Tibalah saatnya melahirkan. Saya terpaksa menjalani operasi sesar karena waktu kontrol terakhir, tekanan darah saya naik. Ditunggu beberapa jam dan dicek lagi, masih belum normal. Saya kembali menyalakan HP untuk mendengarkan muratal ketika berada di ruang perawatan. Saya berharap tekanan darah saya bisa kembali normal.
     Sayangnya dokter nggak mau menunggu. Beliau meminta saya untuk menyetujui operasi. Saya pasrah. Akhirnya saya pun menyetujui operasi.
     Alhamdulillah, meski berat badan saya turun (seharusnya berat badan ibu hamil naik) Hauzan lahir dengan sehat, selamat dan sehat. Hanya saya yang mengalami sedikit perdarahan, karena anemia.
       Setelah Hauzan lahir, Alhamdulillah kesehatan saya berangsur membaik. Saya masih melanjutkan membaca Al Quran dan mendengarkan muratal. Tapi waktunya tidak sebanyak saat saya hamil. Saya menyalakan muratal ketika menidurkan Hauzan, di waktu subuh dan maghrib.
      Saya pikir karena kebiasaan mendengarkan muratal Al Quran ini, saya melihat Hauzan bisa tidur di malam hari. Berbeda dengan dua kakaknya dulu. Dulu saya akui membaca Al Quran hanya sesekali. Syifa dan Hikmal agak susah tidur malam ketika bayi. Mereka selalu menangis sehingga saya harus begadang sepanjang malam.
                     Hauzan saat 5 bulan. Memilih Al Quran dibanding buku lain.
      Tidak demikian dengan Hauzan, dia tidur lelap sepanjang malam. Dia hanya terbangun ketika waktunya minum ASI setiap 3 sampai 4 jam sekali. Bayi saya jadi lebih tenang dan jarang sekali menangis. Bahkan dia tidak menangis saat mandi. Beda dengan dua kakaknya ketika bayi dulu.
      Saya pun meneruskan kebiasaan itu hingga saat ini. Karena ternyata manfaatnya bukan untuk saya dan Hauzan saja. Manfaat mendengarkan muratal dan membaca Al Quran juga berdampak pada kakak-kakak Hauzan.  
       Saya baru mengetahui bahwa ternyata banyak sekali manfaat membacakan Al Quran atau memperdengarkan muratal kepada janin, bayi dan balita. Menurut sebuah penelitian, memperdengarkan bacaan Al Quran kepada janin, bayi dan balita bisa membuat mereka jadi lebih tenang. Buktinya bisa disaksikan di channel Youtube ini 


      Berikut beberapa manfaat lain dari memperdengarkan bacaan Al Quran kepada janin, bayi dan balita menurut penelitian. Jika Al Quran dibaca atau didengar secara berulang-ulang, maka manfaat yang akan diperoleh sebagai berikut : 
  
1. Membuat janin, bayi dan balita menjadi tenang. Menurut penelitian, bayi berusia 48 jam yang diperdengarkan bacaan Al Quran memberikan respon dengan senyuman dan menjadi lebih tenang. Demikian juga dengan janin, mereka akan lebih tenang dalam kandungan ketika orangtua mereka mendengarkan atau membaca Al Quran.
2. Dapat meningkatkan kecerdasan emosi dan intelektual serta daya ingat mereka.  
3. Dapat meningkatkan kesehatan (menyembuhkan penyakit)
4. Meningkatkan kekebalan tubuh sehingga jarang sakit
5. Meningkatkan kemampuan konsentrasi
6. dll
Membaca dan mendengarkan Al Quran secara berulang-ulang tidak hanya berguna untuk janin, bayi dan balita dan anak-anak. Tapi juga bermanfaat untuk kita orang dewasa. 
Mendengarkan Al Quran secara tartil juga bisa meningkatkan kreativitas, membangun kecerdasan emosi dan komunikasi yang baik. (Sumber artikel penelitian bisa dibaca di sini)

      Saya pikir penelitian di atas sangat benar. Karena sejak saya membiasakan menyetel muratal Al Quran dan mengajak anak-anak membacanya, Alhamdulillah saya tidak pernah melihat anak-anak saya tantrum. Jika mereka marah, mereka bisa menyatakan bahwa mereka sedang marah tanpa melempar barang atau teriakan dan lainnya. Ketika diberi nasehat mereka pun mendengarkannya. 
       Satu ayat Al Quran yang sangat saya ingat artinya adalah, Sesungguhnya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang. Salah satu cara mengingat Allah adalah dengan membaca dan mendengarkan Al Quran. 
      Saya berdoa semoga dengan membaca dan mendengarkan Al Quran ini, saya dan keluarga, khususnya anak-anak saya bisa mendapatkan manfaat di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin...





Tulisan ini diikutsertakan dalam “Happy Mom - Yas Marina Give Away”


Jumlah kata :  782 kata.

Comments

  1. Alquran adalah sebaik-baik bacaan yaa Mbaa :)
    sukses untuk GA-nya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kejadian Aneh di Asrama

Summarecon Bekasi, Dekat di Hati