Skip to main content

Bakmi Mewah

Sudah lama sekali saya ingin mencicipi bakmi mewah. Tepatnya saat iklan pertama Bakmi Mewah muncul di TV. Ketika melihat iklan itu, air liur seolah menetes. *halah. 
Sebenarnya saya dan keluarga bukan penikmat mie instan. Kami juga tidak menyetok mie instan di rumah. Hanya sesekali saja kami membelinya. Biasanya karena malas masak. Dan itu bisa dikatakan sangat jarang. Dua bulan sekali belum tentu.

Suatu hari suami baru pulang dari belanja bulanan. Saya sudah pesan untuk dibelikan Bakmi Mewah. 
Alangkah kecewanya saya, karena suami salah mengambil barang. Beliau bukan mengambil bakmi mewah, tapi mengambil mie instan dari merk sebelah. Hhh... 
"Bukan ini. Merknya aja beda!" ujar saya kesal.
"Hah! bukan, ya? Yah saya nggak merhatiin merknya. Maaf ya. Kok bisa saya salah ambil ya. Saya hanya ingat kalau Bakmi Mewah itu dibungkus pakai kotak, bukan pakai plastik," jelasnya.
Apa boleh buat. Untung dia cuman beli satu. Setelah kejadian itu, saya lupa beberapa saat tentang Bakmi Mewah. Hingga akhirnya KEB mengadakan lomba blog Bakmi Mewah. 
Wah! Saya harus ikutan ini. Saya langsung mengisi form untuk mendapatkan sampel Bakmi Mewah. Gak masalah kalau saya nggak kebagian. Saya sudah meyakinkan diri saya untuk membeli Bakmi Mewah secepatnya. Saya pun mencatat tanggal DL lomba ini.
Ternyata saya masih saja lupa untuk membeli Bakmi Mewah. Saya baru ingat ketika hari ini, tanggal 10 Januari 2017, seorang kurir datang membawa sebuah paket. Saya bingung, merasa nggak pernah membeli sesuatu di olshop.
Begitu saya buka, ternyata isi paketnya adalah Bakmi Mewah! Dikirim oleh KEB! Alhamdulillah... tercapai juga keinginan memakan Bakmi Mewah. Oke, saya akan memasak Bakmi Mewah yang baru saja tiba ya. Insyaallah akan saya lanjutkan ceritanya setelah Bakmi Mewahnya matang. 😋

Pagi ini...


Baiklah, saya sudah berhasil memasak dan mencicip Bakmi Mewah semalam. Horeee... 😅😅 

Kebetulan anak-anak saya juga sangat ingin mencicipi Bakmi Mewah. Jadilah kami memasak bersama di dapur malam tadi. Hikmal yang merekam saya ketika memasak Bakmi Mewah, Syifa memegang lampu belajar agar pencahayaan bagus. Selesai memasak Bakmi Mewah, kami cicipi bersama.
Begini pemikiran saya setelah berhasil memasak dan mencicipi Bakmi Mewah.

1. Hal pertama adalah saya melihat ada logo Halal di kemasan Bakmi Mewah. Ini yang menjadi tolak ukur setiap muslim untuk memakan sesuatu.👍
2. Memasak Bakmi Mewah sangat mudah dan sebentar. (Hanya butuh waktu selama 2 menit) Sangat beda sama mie sebelah yang masaknya butuh waktu hampir 10 menitan. 😅
3. Mie-nya tipis sangat lembut, kenyal dan tidak mudah putus. Jadi mudah mengunyah dan menelannya.  Seperti mie handmade yang dibuat Bakmi restoran terkenal. Mungkin karena hal tersebut jadi masaknya cepat ya? Hehehe...
4. Bumbunya pas. Tidak terlalu gurih. Salah satu alasan saya tidak suka mengkonsumsi mie instan adalah karena bumbunya yang menyengat. Tapi bumbu Bakmi mewah sangat pas. Enak di lidah dan tidak sakit di tenggorokan setelah kita selesai makan. Anak kecil seperti Hauzan yang berusia 6 tahun pun mengatakan kalau Bakmi Mewah enak. 👦

5. Toping ayam dan jamur asli-nya benar-benar enak dan lembut seperti kita yang masak sendiri. Rasanya mirip dengan bakmi yang pernah saya makan di restoran ternama. Sampai Hikmal dan Syifa nanya, "ini kok rasanya sama dengan Bakmi ... ? (menyebutkan sebuah restoran bakmi ternama di Jakarta dan sekitarnya) Apa nggak takut basi ya, Bu?"
Nah bagian yang nggak takut basi-nya ini yang ingin saya tanya ke marketing atau ke pabrik Bakmi Mewah. Kok bisa masakah tradisional dibuat di pabrik dengan cita rasa asli dan tahan beberapa bulan (tahun)? Hehehe.... Top deh Bakmi Mewah. 👌😘
6. Anak saya, Hauzan yang masih 6 tahun itu suka sekali me-rating segala sesuatu. Termasuk makanan. Dan dia memberikan rating 9 dari 10 untuk Bakmi Mewah. (Ini rating tertinggi yang saya dapatkan untuk masakan saya yang dimakan Hauzan) 😆
Begitulah pendapat saya setelah memasak dan mencicipi Bakmi Mewah. Ohya, jika suka pedas, bisa tambahkan saus sambal atau cabe bubuk siap saji. Tambahkan sayuran, kripik atau krupuk juga oke.

Kesimpulan saya, Bakmi Mewah adalah hidangan mewah yang sangat mudah, murah dan praktis disajikan untuk keluarga kita. 
Silakan mampir di channel Youtube saya untuk melihat keseruan saya dan anak-anak memasak Bakmi Mewah. Jangan lupa subscribe ya... 😉





Comments

  1. Asiiik ada tim khusus kameramennya ya. Aku juga suka nih bikin bakmi mewahnya ditambahin toping brokoli, biar tambah enak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.