Skip to main content

Review Buku 200 Fakta Luka Oleh Mas Mulyoto



Judul: 200 Fakta Luka, Mengenal Luka & Penanganannya
Penulis: Nelfi Syafrina dan Nagiga
Penerbit: PT Elex Media Komputindo, Jakarta
Cetakan: I, 2013
Tebal: 64 halaman
Hampir tidak bisa dielakkan, setiap anak pasti pernah mengalami kecelakaan yang berakibat pada timbulnya luka. Berbagai aktivitas yang mereka lakukan selalu beresiko pada terjadinya kecelakaan itu: belajar berjalan, belajar bersepeda, bermain kejar-kejaran, dan masih banyak lagi.
Biasanya, jika terjadi luka –kebanyakan di lutut- kita punya jurus ampuh: diberi obat merah. Lalu diserahkan pada proses alami menuju kesembuhan. Meski memakan waktu lama dan mengakibatkan rasa sakit.
Nah, buku ini hadir untuk memberikan pedoman tentang jenis-jenis luka, penyebabnya, gejalanya, berikut penanganannya. Bukan saja buat anak-anak, melainkan juga buat orang tuanya.
Luka memar, misalnya, yang sering terjadi karena terantuk kursi, meja dan terbentur dinding. Pada luka jenis ini, terjadi pendarahan di dalam kulit tanpa ada kerusakan pada kulit. Kulit akan terlihat biru. Cara menanganinya: luka dikompres dengan es selama 20 - 30 menit.
Kelebihan buku ini, disusun secara sistematis. Tiap luka disajikan tentang penyebabnya, gejalanya, dan cara menanganinya dengan kalimat-kalimat sederhana dan gampang dipahami, disertai ilustrasi.
Meski buku panduan, toh buku ini tidak kehilangan selera humornya. Pada luka jenis luka gigitan misalnya, dijelaskan bahwa luka ini bisa disebabkan oleh gigitan hewan piaraan seperti kucing dan anjing, bisa juga oleh gigitan manusia. Misalnya teman yang nakal.
Buku ini sangat layak kita sambut kehadirannya, sebagai panduan praktis untuk menangani luka. []
 
Reviewer by Mulyoto. M

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.