Skip to main content

Berjauhan Jarak, Mengembalikan Cintanya.

 
           Mungkin anak-anak selalu berpikir bahwa jika kita orangtuanya melarangnya melakukan sesuatu, maka orangtua dibilang cerewet. Atau sebaliknya, ketika anak-anak, apalagi ABG, melakukan sesuatu yang menurut kita tidak pantas, kita menanggap mereka bandel, tidak penurut dan berbagai pikiran menghujat lainnya. Takpelak hal ini membuat cinta kita pada mereka atau cinta mereka pada kita langsung berkurang drastis. Karena kesal dan kecewa dengan sikap masing-masing. Hal ini juga yang baru-baru ini terjadi pada keluarga kami.

      Sulung saya yang sudah hampir menyelesaikan SMP-nya, mulai agak berjarak dengan kami ketika 'mengenal' cowok. Bapaknya yang lumayan saklek, malah menentang habis-habisan. Perang dingin pun terjadi antara bapak dan anak.
      Saya menyarankan untuk mengajak sulung saya itu bertukar pikiran dengan berlibur. Suami pun setuju. Kami berlibur untuk mengembalikan 'kerukunan' kami. Hal ini cukup berhasil. Perang dingin pun mulai mencair. Tapi tidak sepenuhnya pulih seperti sedia kala. Dulu sulung saya ini anak yang sangat terbuka. Tapi sejak perang dingin dengan bapaknya, dia jadi tertutup mengenai teman cowoknya itu. Saya masih mencari cara agar dia kembali terbuka seperti dulu lagi.

                                                         Berlibur salah satu cara menyemai cinta.
 
      Dua Minggu lalu, Alhamdulillah dia diterima di sekolah yang diinginkannya. Awalnya suami saya tidak setuju dia sekolah di sana karena tidak mau berjauhan dengan putri kami. Sekolah barunya itu beda kota dengan tempat tinggal kami. Mau tak mau putri kami harus tinggal di tempat kost. Hal ini nyaris memicu perang dingin kedua, karena putri kami itu sangat ingin bersekolah di sana. Apalagi untuk masuk sekolah itu perjuangannya lumayan susah, karena harus menyisihkan 900an peserta lainnya.
       Saya berusaha memberikan pengertian pada suami, agar ikhlas menerima keputusan putri kami itu. Kami pun mengantarnya ke sekolah baru untuk daftar ulang. Lalu mencari kostan untuk tempat tinggalnya. Kami menemukan tempat kost yang juga ada teman-temannya satu sekolahan di sana. Saya pikir ini akan membuatnya lebih mandiri dan mengerti, bahwa kami sangat menyayanginya. Kami akan berusaha melakukan apapun yang terbaik untuknya.
     Sesuai dengan perkiraan saya, baru dua malam dia menginap di kosannya, dia mengatakan kalau dia sangat merindukan kami. Dia kangen dengan kecerewetan ibu dan bapaknya. Kangen dengan celoteh adiknya yang masih balita. kangen dengan kejahilan adiknya yang suka berebutan komputer. Sehingga dia mulai bercerita tentang semuanya. Dia kembali terbuka dan bercerita tentang sekolah, teman, mau pun masalahnya pada saya. Tiap hari kami berkomunikasi lewat BBM atau telepon.
       Bukan putri kami saja yang merasakan kerinduan itu, saya, bapaknya dan adik-adiknya pun merasakan hal yang sama. Hari ini kami sekeluarga kembali bertemu dengannya. Bertemu dengannya setelah seminggu berpisah, terasa sangat mengharu birukan hati kami. Kami saling berpelukan. Bapak dan anak, adik dan kakak, ibu dan anak. Semua rindu dan kangen tumpahlah sudah. Putriku semakin dewasa. "Terima kasih ya Bu," ujarnya sambil memelukku ketika kami pertama kali bertemu setelah seminggu berpisah. Aku balas memeluknya erat. Kutatap putriku yang sudah lebih dewasa dari sebelumnya. Ah ternyata berjauhan jarak cukup ampuh untuk mengembalikan rasa cinta itu.
       "Kenapa ibu, bapak dan adik-adik jadi kurusan sekarang?" tanyanya.
       "Mungkin karena kita semua kangen sama kakak," ujar adiknya. Hari ini benar-benar penuh cinta. Saya berharap selamanya seperti ini. Aamiin... 
       Tetap semangat ya sayang. Kami insyaallah akan mengunjungimu setiap akhir pekan. Belajarlah yang rajin. Gapailah cita-citamu. Kami sangat menyayangimu seperti kami menyayangi Allah yang menciptakanmu.

                                            Jauhnya jarak kami sekarang ternyata membuat cinta itu kembali bersemi.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

Comments

  1. Sukses GA nya uni.. Mo ikutan juga ah.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... makasih Wid. Ayo ikutan, mumpung belum DL ;)

      Delete
  2. Bisa merasakan bagaimana punya anak remaja. Harus bisa tarik ulur ya mbak. Semoga Allah selalu melindungi anak-anak kita.

    Terima kasih partisipasinya, tercatat sebagai peserta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah Mbak Niken ;) makasih juga untuk GA nya ya... sukses selalu ntuk mbak niken.

      Delete
  3. Replies
    1. aamiin... makasih udah mampir dan untuk doanya ya Mbak Enny. ^_^ sukses jua untuk Mbak Enny. :)

      Delete
  4. datang berkunjung....
    memang perpisahan kadang mengubah segalanya. dulu juga aku begitu, saat pertama kali merantau, lima hari rasanya sudah setahun, ingin sekali pulang ke rumah buat bertemu keluarga... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung Mas Muhammad Ridwan. Benar, saya dulu juga pernah merasakan hal ini. Saya juga merantau di Bekasi. ^_^

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.