Skip to main content

Membujuk Anak dengan Sabar


Alhamdulillah menang lomba menulis artikel mengajak anak berpuasa dari penerbit Gema Insani. Berikut artikelnya. Semoga bermanfaat ya. ^_^
                                                                        ***

          Waktu mengajak anak saya Hikmal berpuasa, usianya kala itu masih 7 tahun. Hikmal sangat antusias untuk ikut berpuasa di hari pertama Ramadhan. Apalagi saya, bapaknya dan kakaknya menceritakan bagaimana serunya kami makan sahur sebelum subuh dan berbuka ketika maghrib. Dia juga bersemangat untuk ikut shalat Tarawih berjamaah di mesjid dekat rumah ketika awal Ramadhan diumumkan.

        Hari pertama makan sahur pun datang. Kami membangunkan Hikmal dengan sangat mudah. Hikmal ikut makan sahur sambil menonton sinetron Para Pencari Tuhan yang tayang di salah satu stasiun TV swasta.
Karena awal Ramadhan, semua anak libur sekolah, selesai subuh Hikmal pun saya izinkan tidur kembali. Dia bangun ketika teman-temannya mengajak main sekitar pukul 10.00. Saya izinkan Hikmal main sambil mengingatkan padanya ahwa dia sedang puasa.
       “Hikmal mainnya jangan capek-capek ya. Takutnya jadi lapar dan haus,” pesan saya. Dia mengangguk. Lalu main keluar bersama teman-temannya.
Pukul 12.20 setelah azan zuhur, Hikmal pulang dan merengek untuk buka puasa. Alasannya temannya juga sudah buka puasa setelah azan zuhur. Saya membujuknya untuk menunda berbuka. Saya mengajaknya shalat zuhur, setelah itu bermain game interaktif di komputer. Usaha saya berhasil. Hikmal lupa meminta buka puasa lagi. Dia baru ingat saat saya sedang masak untuk buka puasa. Saya bujuk lagi untuk menunggu hingga maghrib dengan masak menu buka puasa bareng saya di dapur. Hikmal setuju. Kami masak menu buka puasa sambil menunggu beduk maghrib.Alhamdulillah Hikmal berhasil puasa hari pertama hingga akhir Ramadhan.

[Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis oleh pernerbit Gema Insani GIP]

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.