Skip to main content

Bijak Menggunakan Gadget



Faris senang mendapat hadiah Tablet dari ayahnya. Ayahnya berjanji akan membelikan Tablet untuknya setelah Faris disunat. Tadi siang, setelah kembali ke rumah, Ayah langsung memberikan kado yang dijanjikannya.
“Ini kado yang ayah janjikan. Gunakan benda ini dengan sebaik-baiknya ya. Ayah harap tablet ini bisa membantu Faris melupakan rasa sakit bekas disunat. Tapi Faris harus ingat, jangan sampai lupa waktu. Jangan lupa waktu shalat dan belajar,” ucap Ayah.
“Siap Ayah! Pasti aku nggak akan lupa waktu. Makasih ya Yah,” sahut Faris senang. Dia lalu menyalakan Tablet barunya.

“Asyiiik... Ayah sudah men-download games kesukaanku ya,” teriak Faris girang. Dia hampir melompat kegirangan. Untung dia ingat kalau dia baru saja disunat dan masih mengenakan sarung.
“Iya, ayah download beberapa games saja. Kalau Faris mau, Faris bisa mendownload lagi nanti. Tapi ingat, pilih games untuk anak seusiamu,” pesan ayah.
“Iya dong Yah. Aku pasti milih games yang biasa dimainkan temanku,” ujar Faris. Tak lama, Faris sudah terlihat asyik dengan games di Tablet. Faris ingat, Lutfi temannya pernah mengatakan kalau mau mencari games, bisa dicari di aplikasi tablet yag sudah disediakan.
Faris pun langsung mencari aplikasi tempat mendownload games. Benar saja, ada banyak games yang terpampang di aplikasi itu. Faris memilih beberapa yang disukainya. Sayangnya games yang dipilih Faris adalah games berbayar. Karena dia tidak tahu, pulsa yang baru saja diisi ayahnya langsung habis. Sehingga Faris tidak bisa memainkan games itu lagi.
Faris kesal, lalu dia minta mama mengisi pulsa tablet barunya. “Isinya seratus ribu aja ya Ma,” pesan Faris.
“Banyak banget,” ucap mama. Memangnya untuk apa pulsa sebanyak itu?”
“Aku mau mendownload games ma. Games yang di download ayah tadi nggak seru,” sahut Faris ngotot.
“Ya ampuun Nak, kenapa harus membuang uang dengan membeli pulsa? Faris kan bisa mencari games yang tidak menyedot banyak pulsa saat mengunduhnya,” jelas mama.
“Emang ada ya Ma?” tanya Faris bingung.
“Ada dong. Mama ingat, Viki anak Tante Jeni sering mengunduh games yang tidak menyedot banyak pulsa. Nanti mama tanya Viki deh,” ujar mama.
Mama pun lalu menelepon Viki. Untungnya Viki bersedia main ke rumah Faris dan mengajari Faris cara mengunduh games tanpa menghabiskan pulsa di tablet.
***
Nah teman-teman, apakah kalian juga sering mengunduh games di tablet milik kalian? Tentu asyik ya, kalian bisa main sepuasnya tanpa perlu mengeluarkan pulsa yang banyak. Tapi tentu saja kalian tetap harus ingat waktu saat memainkan gadget kalian ini.
Ohya, apakah menurut kalian Tablet itu gunanya untuk bermain games saja? Tentu tidak bukan? Kalian bisa menggunakan Tablet untuk banyak hal. Pasti di antara kalian ada yang sudah mempunyai akun sosial media dalam tablet kalian. Atau ada yang belum punya?
Ayo kita cari tahu apa saja fungsi tablet itu! sebenarnya fungsi tablet sangat banyak, bukan hanya sekadar untuk bermain. Masa sih? Pasti itu pertanyaan yang terlintas di pikiran kalian kan?
Tentu saja benar. Kalian bisa menggunakan tablet untuk belajar loh! Lho kok bisa? Ayo kita lihat caranya nanti ya. Jadi begini. Coba kalian ingat. Bu guru pernah nggak meminta kalian membuat tugas. Tugas itu harus kalian cari di internet? Nah kalian ingat kan sekarang?
Kalau kalian punya tablet kalian bisa memanfaatkan tablet itu untuk mencari tugas yang diminta Bu Guru.
Sekarang ayo kita kelompokkan dulu fungsi dan manfaat dari tablet, atau gadget kalian yang lainnya.
1.      Sebagai alat belajar
2.      Sebagai alat bermain
3.      Sebagai peta
4.      Sebagai buku
5.      Sebagai buku alamat
6.      Sebagai majalah
7.      Sebagai Alquran
8.      Sebagai kalkulator
9.      Sebagai album foto
10.  Sebagai diari
11.  Sebagai komputer
12.  Sebagai televisi
13.  Sebagai kamera
14.  Sebagai video
15.  Sebagai alat musik
16.  Sebagai akun sosial media
17.  Sebagai jam dan alarm
18.  Sebagai kanvas untuk melukis
19.  Sebagai kamus
20.  Dan masih banyak lagi.
Tuh kan? Hal di atas baru sebagian kecil dari fungsi dan kegunaan yang akan kamu dapatkan pada tabletmu. Nanti akan kita bahas satu persatu manfaat yang sudah disebutkan di atas tadi. Ayo kita mulai!
1.      Tablet Sebagai Alat untuk Belajar.
Faris sudah mulai sekolah setelah liburan panjang. Alhamdulillah luka sunatnya sudah sembuh. Saat kembali sekolah, Faris bersemangat menceritakan pada teman-temannya tentang hadiah yang di dapatnya.
            “Kamu nggak liburan ya Faris?” sapa Tomi.
            “Aku di rumah aja. Kan aku disunat,” sahut Faris senang.
            “Yah! Nggak seru dong!” ejek Tomi.
            “Seru lah! Aku kan dikasih Tablet sama ayahku,” sahut Faris bangga. “Selama liburan, aku bisa main games sepuasnya.”
            “Yah, kalau main games aku juga bisa. Tapi kamu kan nggak main ke pantai atau ke tempat wisata lain kan?” ujar Tomi lagi.
            “Nggak apa-apa sih. Yang penting liburanku tetap seru. Kalau ke pantai kan bisa Minggu depan,” sahut Faris berusaha sabar.
            “Teeeet... “ tiba-tiba bel tanda masuk kelas berbunyi. Semua murid berhamburan duduk di kursi mereka masing-masing. Tak lama kemudian Bu Ina, wali kelas mereka masuk.
            “Assalamualaikum anak-anak? Apa kabar kalian setelah liburan?” sapa Bu Ina sambil tersenyum lebar.
            “Alhamdulillah asyiiik Bu....” sahut mereka kompak.
            “Baiklah. Hari ini kita mulai belajar lagi ya. Kita akan belajar Bahasa Indonesia. Ayo buka buku kalian halaman 30 ya,” pinta Bu Ina. Semua murid bergegas membuka buku Bahasa Indonesia mereka.
            Bu Ina menjelaskan pelajaran tentang cara membuat sebuah karangan. Hampir satu jam Bu Ina menjelaskan pelajaran sambil menyuruh murid-muridnya membuat karangan di buku tulis mereka. Setelah semua murid selesai membuat karangan mereka, untuk menutup pelajaran, Bu Ina meminta mereka membuat sebuah tugas.
            “Nah anak-anak. Dua hari lagi kita akan melanjutkan pelajaran mengarang ini. Ibu minta kalian membuat tugas di rumah. Tugas kalian nanti adalah mencari di internet, tempat wisata yang menarik di Indonesia, yang ingin kalian kunjungi. Lalu membuat cerita tentang tempat wisata itu. Serta buat alasan kenapa kalian ingin ke sana.”
            “Asyiiik... aku ingin sekali ke Borobudur,” celetuk Tomi.
            “Aku ingn ke Ngarai Sianok di Bukittinggi,” gumam Faris. “Aku bisa mencari tempat wisata itu nanti di tabletku,” tambahnya.
                                                ***
            Nah teman-teman. Kalian bisa lihat kan? Ternyata salah satu fungsi tablet atau gadget yang kalian miliki adalah untuk membuat tugas dari sekolah. Bukan tugas Bahasa Indonesia saja, bisa juga tugas PKN, tugas Sains, IPS, Agama dan lain sebagainya.
            Lalu bagaimana cara Faris untuk mencari tugasnya dengan menggunakan tablet miliknya? Mudah saja, Faris tinggal membuka layar tabletnya. Lalu cari aplikasi Search. Nah di sana nanti Faris tinggal mengetik Ngarai Sianok. Akan muncul berbagai judul artikel tentang ngarai sianok di google search ini.
            Faris tinggal menyentuh sekali judul artikel yang diinginkannya. Lalu akan terbuka web yang dimaksuk google tadi. Gampang kan? Nanti Faris bisa membaca artikel itu. jika Faris ingin membuka artikel lain di jendela baru, Faris tinggal menyentuh gambar tambah (+) di samping jendela yang sudah dibuka tadi.
            Nah Faris bisa membuka artikel baru yang menyangkut ngarai sianok di jendela baru tersebut. Jika sudah menemukan artikel yang diinginkan, Faris bisa membaca artikel itu dn menuliskan kembali di aplikasi microsoft word.
            Aplikasi microsoft word ini sebelumnya harus diunduh dulu di tablet . Selanjutnya Faris bisa menulis di microsoft word sebanyak yang diinginkannya, sesuai dengan pesan Bu Ina. Lalu sambungkan ke printer di rumah. Dan... Print deh.  Mudah bukan?
            Ohya, untuk mem-print ini, sebelumnya printer kalian harus sudah di-install ke tablet, agar bisa digunakan.
                                                            ***

Comments

  1. untuk belajar atau mencari data saya perbolehkan tiap hari tapi untuk bermain games hanya hari libur saja biasanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga begtu Mbak Lidya. Tapi kadang sesekali saya kasih juga main games paling lama sejam. Itu pun kalau PR atau belajarnya sudah selesai. ^_^

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.