Skip to main content

Picbook Seri Dokter Kecil. Penerbitan Pelangi Indonesia



Judul: Tolong, Noe Pingsan!
Penulis: Nelfi Syafrina
Tebal: 24 hal
Penerbit: Penerbitan Pelangi Indonesia

Hari Minggu siang memang paling asyik ramai-ramai main sepatu roda di lapangan GOR. Lana, Noe, Putra, dan Bima tidak mau ketinggalan. Sebelum bermain, mereka memakai helm dan pelindung lutut, kecuali Noe.

Lana dan teman-teman sudah memperingatkan Noe untuk memakai helm dan pelindung lutut, tapi Noe tidak mau mendengar. Dia terus saja melaju bersama sepatu rodanya. “Ayo, kejar aku!” teriaknya girang. Sampai akhirnya ….

“Aduh, kepalaku pusing!” keluh Noe. Setelah itu, Noe terkulai. Dia pingsan! Wah, bagaimana ini? Apa penyebab Noe pingsan?

Untung saja Lana tahu apa yang harus dilakukan jika ada teman yang pingsan. Bersama Putra dan Bima, Lana cekatan menolong Noe. Hm, dari mana Lana punya pengetahuan dan keterampilan ini, ya? Selain menolong Noe, ternyata Lana juga pernah menolong teman-teman yang lain.

     Buku ini bercerita tentang petualangan Lana bersama teman-teman. Saat bertualang, kecelakaan ringan mungkin saja terjadi. Melalui bahasa yang sederhana, kita diberikan wawasan cara melakukan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan perawatan sempurna dari dokter atau tenaga medis. Selain Tolong, Noe Pingsan!, ada juga judul Aduh, Kepala Alvin Benjol!, Wah, Lutut Rey Lecet!, Tangan Putra Kena Air Panas! dan Meli Mimisan Waktu Upacara!. Ilustrasinya yang lucu membuat kita tidak bosan membacanya berulang-ulang. [] Haya Aliya Zaki
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2014/08/resensi-kompas-anak-pertolongan-pertama.html#sthash.kECCPksy.dpuf
Picbook Seri Dokter Kecil ini terdiri dari 5 judul. Diterbitkan oleh Penerbitan Pelangi Indonesia. Buku ini saya tulis agar anak-anak bisa memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan ringan pada diri mereka mau pun teman mereka.
Resensinya bisa dibaca di sini.


Judul Buku: Wah Lutut Rey Terluka
Penulis: Nelfi Syafrina
Halaman: 24 hal
Penerbit: Pelangi Indonesia

Banyak buku anak-anak tentang pertolongan pertama jika terjadi musibah atau kecelakaan. Nah buku ini salah satunya.

Dikemas dengan apik mulai dari cover hingga isi dan ilustrasi, ceritanya tentang anak-anak yang bermain sepeda. Salah satu tokoh terjatuh, Lana Keft, gadis cilik yang ingin menjadi dokter berusaha memberi bantuan pertama.

Apa saja yang dilakukan Lana dalam menolong temannya hanyalah contoh saja, ini ditegaskan sang penulis. Hal utama, tetaplah meminta bantaun orang tua atau ahli.

Dilengkapi dengan lembar aktiivitas, buku ini akan sempurna jika saja diperkaya dengan proses penutupan luka. Tidak fokus hanya pada pengobatan saja.

Nyo, Kota Magelang, 07 Juli 2014, With Ahza







Judul Buku : Tolong, Noe pingsan ! ( Seri Dokter Kecil )
Penulis : Nelfi Syafrina
Penerbit : PT. Penerbitan Pelangi Indonesia
Jumlah halaman : 24

Lana, Noe, Putra dan Bima sedang bermain sepatu roda di lapangan GOR. Setelah beberapa putaran, tiba – tiba…
“ Maaf , teman saya harus menghirup udara yang cukup “ lana memberikan alasan. Ada apakah gerangan ?

Buku seri dokter kecil ini bercerita tentang pertolongan pertama untuk keadaan yang membutuhkan perlakuan khusus , terutama yang sering dihadapi oleh anak-anak.

Disajikan dalam bentuk cerita dengan ilustrasi penuh warna, buku ini tidak berkesan menggurui dalam menyampaikan tujuannya.

Pada halaman belakang terdapat lembar aktivitas sehingga anak dapat mengingat kembali tentang isi cerita yang ada di buku.

Saya senang ada kolom himbauan bahwa isi buku hanyalah saran dan anak-anak tetap harus memberitahu kepada orang tua atau guru jika kejadian dalam cerita ini terjadi.

Untuk anak saya Jevon ( 2,5 tahun ) ceritanya yang singkat membuatnya cepat hafal tentang apa yang terjadi ketika saya menunjukkan salah satu halaman.

Sedangkan untuk putri saya , Veve ( 9 tahun ), cerita ini melengkapi pengetahuannya tentang pertolongan pertama pada kecelakaan yang diajarkan di sekolah. Hanya saja, ternyata buku ini memancing pertanyaan “ mengapa “ darinya.
Sebagai contoh “ mengapa letak kepala harus lebih rendah dari badannya “, atau “ Bagaimana jika tidak membawa parfum ?”
Jadi ada baiknya jika disertakan pula alasan-alasan untuk setiap tindakan yang dilakukan. (resensi ini ditulis mami veve)







 


 



Judul: Tolong, Noe Pingsan!
Penulis: Nelfi Syafrina
Tebal: 24 hal
Penerbit: Penerbitan Pelangi Indonesia

Hari Minggu siang memang paling asyik ramai-ramai main sepatu roda di lapangan GOR. Lana, Noe, Putra, dan Bima tidak mau ketinggalan. Sebelum bermain, mereka memakai helm dan pelindung lutut, kecuali Noe.

Lana dan teman-teman sudah memperingatkan Noe untuk memakai helm dan pelindung lutut, tapi Noe tidak mau mendengar. Dia terus saja melaju bersama sepatu rodanya. “Ayo, kejar aku!” teriaknya girang. Sampai akhirnya ….

“Aduh, kepalaku pusing!” keluh Noe. Setelah itu, Noe terkulai. Dia pingsan! Wah, bagaimana ini? Apa penyebab Noe pingsan?

Untung saja Lana tahu apa yang harus dilakukan jika ada teman yang pingsan. Bersama Putra dan Bima, Lana cekatan menolong Noe. Hm, dari mana Lana punya pengetahuan dan keterampilan ini, ya? Selain menolong Noe, ternyata Lana juga pernah menolong teman-teman yang lain.

     Buku ini bercerita tentang petualangan Lana bersama teman-teman. Saat bertualang, kecelakaan ringan mungkin saja terjadi. Melalui bahasa yang sederhana, kita diberikan wawasan cara melakukan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan perawatan sempurna dari dokter atau tenaga medis. Selain Tolong, Noe Pingsan!, ada juga judul Aduh, Kepala Alvin Benjol!, Wah, Lutut Rey Lecet!, Tangan Putra Kena Air Panas! dan Meli Mimisan Waktu Upacara!. Ilustrasinya yang lucu membuat kita tidak bosan membacanya berulang-ulang. [] Haya Aliya Zaki
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2014/08/resensi-kompas-anak-pertolongan-pertama.html#sthash.kECCPksy.dpuf


Judul: Tolong, Noe Pingsan!
Penulis: Nelfi Syafrina
Tebal: 24 hal
Penerbit: Penerbitan Pelangi Indonesia

Hari Minggu siang memang paling asyik ramai-ramai main sepatu roda di lapangan GOR. Lana, Noe, Putra, dan Bima tidak mau ketinggalan. Sebelum bermain, mereka memakai helm dan pelindung lutut, kecuali Noe.

Lana dan teman-teman sudah memperingatkan Noe untuk memakai helm dan pelindung lutut, tapi Noe tidak mau mendengar. Dia terus saja melaju bersama sepatu rodanya. “Ayo, kejar aku!” teriaknya girang. Sampai akhirnya ….

“Aduh, kepalaku pusing!” keluh Noe. Setelah itu, Noe terkulai. Dia pingsan! Wah, bagaimana ini? Apa penyebab Noe pingsan?

Untung saja Lana tahu apa yang harus dilakukan jika ada teman yang pingsan. Bersama Putra dan Bima, Lana cekatan menolong Noe. Hm, dari mana Lana punya pengetahuan dan keterampilan ini, ya? Selain menolong Noe, ternyata Lana juga pernah menolong teman-teman yang lain.

     Buku ini bercerita tentang petualangan Lana bersama teman-teman. Saat bertualang, kecelakaan ringan mungkin saja terjadi. Melalui bahasa yang sederhana, kita diberikan wawasan cara melakukan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan perawatan sempurna dari dokter atau tenaga medis. Selain Tolong, Noe Pingsan!, ada juga judul Aduh, Kepala Alvin Benjol!, Wah, Lutut Rey Lecet!, Tangan Putra Kena Air Panas! dan Meli Mimisan Waktu Upacara!. Ilustrasinya yang lucu membuat kita tidak bosan membacanya berulang-ulang. [] Haya Aliya Zaki
- See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2014/08/resensi-kompas-anak-pertolongan-pertama.html#sthash.kECCPksy.dpuf

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.