Skip to main content

KUIS BUKU DETIK DEMI DETIK (“3D”) Antologi Kisah Nyata tentang Rahasia Tuhan.


Harian Republika telah mengulas buku “3D” edisi Minggu 3 Maret 2012. Ulasannya bisa dibaca pada web kami  www.rumahoren.com kolom ARTIKEL.
Semua yang membaca buku “3D”pasti akan mengatakan, “Benar-benar menyentuh, mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dan melakukan hal terbaik sepanjang hidup.”
Bahkan kalimat pertama dari Dedi Setiadi (sutradara senior) dalam kata pengantar di buku ini adalah, “Wow, luar biasa! Tidak kan bosan membacanya.”

Kini Penerbit Pena Oren mengadakan KUIS untuk para pembaca buku “3D”.
Caranya:

1.       Fotolah buku “DETIK DEMI DETIK” penerbit Pena Oren, karya 11 Sahabat Pena Oren.
2.       Upload di wall FB mu dan tag ke FB Pena Oren.
3.       Tulis keterangan (caption) foto itu dengan SATU judul kisah nyata yang paling anda sukai di buku ini, dan beri alasannya. 
4.       Guntinglah logo PENA OREN yang ada di cover belakang buku “3D” bagian kiri bawah,  ATAU struk asli bukti pembelian buku “3D” di toko buku Gramedia.
Jangan lupa tulis nama akun FB mu di balik logo atau struk,
kirim ke:
          RUMAH OREN
          Perumahan Taman Sentosa blok D 8 No.85 Cikarang Selatan 17550
          Telp. 08121261015
atau ke:
          PENAOREN perwakilan Yogya
          Karang Malang  blok A 10 D Yogyakarta 55281. Telp. 081392674320
atau ke:
          UGIK MADYO 
          Jl. Karangan Jaya 1/24 Wiyung – Surabaya 60227
          Telp. 08563434248
*PILIH ONGKOS KIRIM YANG PALING MURAH supaya tidak memberatkan.
5.       Paling lambat diterima tgl 30 April 2012.
6.       Juri adalah para penulis buku “3D” (Ayunin, Santi Nur, El Syifa, Haya Aliya Zaki, Wylvera, Nelfi Syfarina, Ella Sofa, Ugik Madyo, Dian Nafi, Yulia Dwi, Lala Perdana).
7.       Nama-nama para pemenang akan diumumkan di  www.rumahoren.com  kolom EVENT pada tanggal 6 Mei 2012.
8.       Hadiah bagi  11 komentar yang terpilih berupa:
- Tiga Pemenang Utama , masing-masing mendapat hadiah berupa paket berisi  3 buku (karya Nagiga dan  penulis 3D) + uang Rp.100.000,- + pembatas buku Rumah Oren.
- Tiga Pemenang Harapan, masing-masing mendapat hadiah berupa paket berisi 3 buku (karya Nagiga dan  penulis 3D + pulsa Rp 25.000,- + pembatas buku Rumah Oren.
- Lima hadiah hiburan, masing-masing berupa paket berisi  2 buku karya Penulis 3D + pembatas buku Rumah Oren.

       Ikutlah membangkitkan dunia literasi dengan membeli buku.  Selamat membaca.

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.