Berbagi Ilmu Menulis di FLP Kids Bekasi

Ahad 11 Maret 2012 lalu saya diminta Mbak April dari FLP Bekasi untuk memberikan motivasi menulis bagi adik-adik FLP Kids Bekasi. Acara ini diadaan di kampus Unisma Bekasi. Karena saya sudah tahu lokasi acara ini, saya seperti biasa bersama keluarga kecil saya berangkat menuju kampus tersebut jam 7.50 Wib. Saya berharap jam 8.30 sudah sampai di lokasi. Dengan demikian cukup waktu bagi saya untuk "menguasai medan". Alhamdulillah sesuai dengan rencana saya, saya pun tiba di loksi tepat waktu. Ternyata masih belum banyak peserta workshop yang datang. Apalagi saya tidak melihat satu pun anak-anak yang akan mengikuti workshop bersama saya. Sembari menghubungi Mbak April, saya melihat ruangan workshop. Kursi dan meja untuk pemateri sudah rapi berikut in fokusnya. Kursi untuk peserta workshoppun sudah rapi, ruangan ber-AC ini cukup nyaman bagi saya. Harapan saya semoga adik-adik dari FLP Kids juga nyaman dalam mengikuti sesi motivasi nanti.
Beberapa menit kemudian saya bertemu Mbak April, Mbak April memperkenalkan saya kepada pengurus FLP lainnya.Setelah itu kami berbincang sejenak. Menurut Mbak April ternyata ada lebih dari 20 anak yang akan mengikuti acara ini nanti. Karena acara ini juga berbarengan dengan workshop menulis untuk peserta dewasa, maka nanti panitia akan memberikan ruangan khusus untuk saya dan adik-adik tersebut. Ruangan itu berada di samping ruangan yang baru saja saya masuki. Karena para peserta belum banyak yang datang, akhirnya saya memutuskan untuk menunggu di dalam mobil sembari memberi ASI untuk Hauzan, putra ke tiga saya. Jam di HP saya sudah menunjukkan angka 9.30 Wib, sudah lewat dari acara yangseharusnya dimulai jam 9.00 Wib. Selesai memberi Asi, saya segera masuk ke ruangan workshop. Sudah lumayan banyak peserta yang datang. Sayangnya saya hanya melihat 4 orang anak saja saat itu. Perasaan saya sanagt sedih karena ternyata sedikit sekali anak-anak yang menghadiri acara ini. Tapi untunglah Mas Sudiyanto sebagai ketua FLP Bekasi mengatakan bahwa ada sejumlah anak yang masih dalam perjalanan. Keceriaan saya kembali muncul. Tepat jam 10.00 Wib, acarapun dimulai. Pembukaan dari MC diiring dengan pembacaan ayat suci alquran berserta terjemahannya. Selanjutnya anak-anak diminta memasuki ruangan khusus untuk mereka, dan orang dewasa tetap di ruangan tersebut. Saya pun bergabung dengan anak-anak di ruangan yang baru.
Begitu kami memasuki ruangan bar hanya ada 2 orang anak yang berseia 'lepas' dari orangtuanya. Dua orang lainnya tidak mau bergabung dan tetap ingin duduk dekat orang tua mereka di workshop menulis untuk ibu mereka. Untunglah dua menit kemudian segerombolan adik-adik dari Sanggar Matahari muncul dan bergabung bersama saya dan dua orang adik yang sudah masuk tadi. Ternyata adik-adik dari sanggar inilah yang tadi dimaksudkan oleh sang ketua FLP Bekasi. Betapa senangnya saya. Acara berbagi motivasi menulis untuk anakpun dimulai. Saya memulainya dengan bercerita pengalaman masa kecil saya waktu "dikejar" orang gila. Mereka terlihat antusias mendengarkannya. Sesekali menreka menyeletuk ketika saya menggambarkan ketakutan saya waktu itu. Saya senang melihat keingintahuan mereka tentang akhir cerita saya. Selesai dengan cerita, saya baru masuk ke dalam motivasi menulis untuk adik-adik tersebut. Saya memberikan sebuah contoh cerita yang mungkin bisa diambil dari pengalaman pribadi seperti yang saya ceritakan tadi.
Satu jam berlalu, sesi terakhir, saya minta mereka menulis sebuah cerita sesuai dengan pengalaman mereka. Saya memberikan waktu 15 menit bagi mereka untuk menyelesaikan beberapa paragraf yang mengandung 1 H dan 5 W. Adik-adik itu pun mulai menulis cerita sambil mengingat pengalaman mereka. Ketika waktu yang saya berikan sudah habis, Kak Uci yang bertugas sebagai moderator meminta kertas yang sudah mereka tulis. Ada sekitar 25 orang anak saat itu. Semua menulis cerita yang saya minta. Betapa senangnya saya, ternyata sebagian dari mereka sudah mengerti dan memahami struktur sebuah cerita seperti yang saya bahas tadi. Hanya sebagian kecil yang membuat satu atau dua paagraf saja. Sisanya sudah membuat satu cerita utuh. Saya membaca tulisan mereka. Sementara itu Kak Uci memberikan games kepada adik-adik itu sembari menunggu pengumuman dari saya. Karena saya berjanji akan memberikan satu buah Novel Anak Kania's Dream bagi cerita yang bagus.
Lima belas menit cukup bagi saya untuk membaca semua tulisan mereka. Ada 10 orang yang bercerita tentang sebuah tema. Ada satu yang bercerita dengan tokoh fabel, dan beberapa lainnya yang bercerita layaknya sebuah diari. Ada rasa haru dan sedih ketika membaca 'curhatan' adik-adik dari Sanggar Matahari itu. Betapa sangat tertekannya mereka ketika harus mengamen di jalanan. Ada yang karena diminta orangtuanya untuk mengamen, ada juga yang karena keinginan mereka sendiri untuk membantu orangtua. Ah, sungguh ini pelajaran berharga bagi saya. Saya berharap bisa memotivasi mereka untuk selamanya menulis. Saya berharap agar suatu hari nanti mereka memperoleh uang dari hasil menulis, bukan mengamen di jalanan, seperti isi curhatan mereka.
Akhirnya saya memberikan buku saya itu kepada Adik Hana, yang membuat cerita fabel.Walau saya belum menjelaskan padanya tentang tokoh fabel, ternyata adik Hana sudah bisa bercerita dengan menggunakan tokoh hewan. Selesai sudah acara motivasi menulis pada hari itu. Sebelum pulang, panitia mebawakan saya oleh-oleh berupa piagam yang sudah dibingkai dengan indah. Ternyata di belakang bingkai piagam itu panitia menyelipkan 'sesuatu' ditambah dua kotak cokelat lezat. Terima kasih atas kesempatan berharga ini. Semoga lain kali saya bisa lebih banyak berkontribusi dalam acara FLP Kids Bekasi.

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kejadian Aneh di Asrama

Summarecon Bekasi, Dekat di Hati