Skip to main content

Sinopsis Kania's Dream

Kania seorang anak perempuan berumur 11 tahun. Ia suka memasak dan suka memanjat pohon. Pada suatu hari Kania melihat iklan lomba memasak di Tabloid Menu. Kania berniat mengikuti lomba itu, karena hadiahnya adalah berlibur ke Pulau Socotra. Pulau yang ditumbuhi pohon-pohon berbentuk aneh. Apalagi jurinya adalah Pak Bondan dan Chef Rex yang terkenal itu.

Kania memikirkan resep yang akan dimasaknya pada saat lomba nanti. Salah satu persyaratan lomba adalah harus resep ciptaan sendiri dan harus resep tradisional, mudah dan murah. Bersama Daren sepupu sekaligus sahabatnya, Kania mengumpulkan berbagai resep masakan tradisional dari internet. Namun ia belum menemukan kombinasi yang sesuai untuk menciptakan masakan baru.

Karena suka memanjat pohon, Kania pun mencari inspirasi di atas pohon jambu milik Pak Rahman. Pak Rahman sebenarnya tidak mengijinkan Kania memanjat pohon itu, tapi Kania berhasil memberi alasan yang tepat, sehingga Pak Rahman bersedia memberi ijin.

Ketika Kania sedang mencari ide memasak di atas pohon, Pak Rahman menawarkan Kania untuk memasak bekicot yang baru diambilnya di sawah. Kania menyanggupinya. Kania berterima kasih kepada Pak Rahman karena telah memberi ide kepadanya. Kania berniat akan membuat masakan berbahan dasar bekicot. Pangek bekicot itulah satu resep yang terlintas dalam pikirannya.

Kania bertemu dengan Helga dan mengajak Helga untuk ikut dalam lomba masak itu. Helga adalah teman Kania, namun Helga selalu iri melihat apa yang dilakukan Kania dan berusaha mengalahkan Kania. Ia meresa lebih hebat dari Kania. Helga sering meledek dan membentak Kania. Kania selalu bisa memaafkan Helga.

Kania bercerita pada ibun tentang keinginannya untuk ikut lomba dan memasak pangek. Saran ibu, jika Kania ingin membuat pangek, maka sebaiknya Kania menggunakan periuk belanga. Kaniapun mencari belanga di pasar hingga ke kampungnya.
Berhasilkah Kania mengikuti lomba? Lalu apa Kania mampu memenangkan lomba masak itu? Untuk mengetahui jawabannya ayo baca novel terbaru saya ini ya.

Berikut endorsemen dari Pak Bondan Winarno, pakar kuliner, penulis dan jurnalis untuk novel anak Kania's Dream ini.

Saya senang melihat inisiatif Nelfi Syafrina menulis novel yang diperuntukkan bagi anak-anak. Kebiasaan atau budaya membaca memang perlu ditumbuhkan sejak anak-anak memasuki awal masa tumbuh-kembangnya.
Seorang anak yang membaca pastilah akan mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih luas daripada mereka yang tidak membaca.

Saya makin senang membaca novel anak ini karena Nelfi ternyata memasukkan satu sisi kehidupan yang jarang digarap sebagai thema tulisan berbentuk novel, yaitu: kuliner. Semoga pilihan Nelfi ini dapat ikut meluaskan wawasan anak-anak untuk mempunyai cita-cita yang tidak sekadar menjadi dokter atau insinyur.

Selamat atas terbitnya novel ini. Semoga Nelfi akan menulis lagi, lagi, dan lagi.
 Bondan Winarno

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.