Skip to main content

Review Novel Anak Panser Little Coobic





 Judul : Panser Little Coobic
  Penulis: Kay Arikunto
  Penerbit : DAR Mizan
  Format : Softcover 
  Harga : Rp 39000 


Setiap selesai ulangan semester pasti anak-anak mengadakan berbagai macam lomba di sekolah mereka. Lomba itu biasa dikenal dengan classmeeting. Kali ini Ken ditunjuk menjadi wakil kelasnya untuk mengikuti lomba masak pada acara tersebut.
Lomba masak! Bagaimana mungkin? Ken kan laki-laki, apalagi hobinya membuat desain dan mengutak-atik sepeda, tak ada hubungan sama sekali dengan memasak. Tapi tidak ada waktu untuk berdebat. Ken harus segera mencari cara agar dia bisa mewakili kelasnya dengan sebaik mungkin.
Untung Bi Min mau mengajarinya memasak. Tapi Bi Min meminta beberapa syarat untuk menjadi guru masak Ken. Ken pun menyanggupinya. Hasilnya, Ken berhasil memasak serabi yang enak.
Sayangnya ada Neil, salah seorang temannya dari kelas lain, yang hampir saja membuat masakan Ken tidak dinilai oleh juri. Kenapa Neil melakukan itu? Lalu ada apa dengan sepeda Alexs salah satu juri pendamping ? Berhasilkah Ken memenangkan lomba masak? Lalu apa maksud dari Jak-Jaguar dan beberapa nama ‘ajaib’ lainnya dalam cerita ini?
Cerita ini secara tidak langsung mengajarkan anak-anak untuk berkompetisi secara sehat dan juga menghargai pengasuh mereka layaknya orang tua mereka sendiri. Cerita ini juga membawa anak-anak untuk berpetualang ke Desa Sidomulyo, Sungai Brantas dan Pemandian Air Panas Hutan Cangar.
Satu hal yang membuat cerita ini bertambah asyik adalah penamaan pada setiap bab. Dalam novel ini setiap bab dinamakan dengan nama alat masak, mulai dari spatula, mixer dan lain sebagainya. Anak-anak benar-benar merasa menjadi seorang koki andal ketika membaca ini, karena di dalamnya disertai resep masakan yang dibuat Ken. Anak-anak pasti bisa mempraktikannya di rumah. Apalagi ceritanya seru dan lucu membuat mereka tidak akan mau melewatkan setiap bab-nya
Di akhir cerita penulis membuka tabir dari judul novel ini. Jika ingin tahu arti dari Panser Little Coobic, ayo baca novel ini. Karena artinya tidaklah seperti yang kita bayangkan!
Selamat membaca.

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.