Saturday, January 25, 2020

Kisah Bola Yang Hilang



Khairul dan  Siti tinggal di sebuah desa kecil di pedalaman provinsi Sumatera Barat. Malam ini, ketika semua orang tidur, Siti terlihat mengendap-endap memasuki rumah Khairul. Dia mencari bola yang tadi digunakan Khairul melempar kendinya tadi pagi. Dengan menggunakan suluh, Siti berhasil menemukan bola itu di sudut ruangan rumah Khairul.  
Semua orang di rumah itu tidak mengetahui aksi Siti.  Setelah berhasil mengambil bola itu, Siti segera membawa bola itu dan membuangnya ke Batang Agam. Lalu dia bergegas kembali ke rumahnya. Sampai di rumah Siti segera tidur.  
     Keesokan harinya, Khairul menangis kehilangan bolanya. Ia mencari bola itu di semua tempat. Sayang, bola kesayangannya itu tidak ada. Lalu ia mencarinya ke luar rumah. Mungkin saja seseorang sudah mencuri bola itu, pikir Khairul. Sepanjang jalan, Khairul tidak menemukan bolanya. Ia mencari bola hingga ke Batang Agam, sebuah sungai yang melintasi desanya. 
“Semoga saja bolaku ada di sana,” harapnya.  
Benar saja ketika sampai di sungai, dari kejauhan ia melihat bola itu tersangkut akar kayu. Ia segera berenang mengambil bolanya. Ketika bola hampir diraihnya, bola itu kembali hanyut. Khairul kembali berenang mengejar bolanya. Ketika bola hampir diraihnya, bola itu kembali hanyut. Demikian terjadi hingga 3 kali. Terakhir bola itu masih tersangkut di dahan pohon yang menjorok ke sungai.  
          Tiba-tiba Khairul ingat sesuatu. Mungkinkah karena ia jahat pada Siti kemarin? Sehingga bolanya hanyut berulang kali. Khairul pun memutuskan kembali ke rumah.  
        “Siti, maafkan aku karena sudah melempar kendimu hingga pecah. Aku akan menggantinya,” ujar Khairul lemah. Siti tersenyum. 
         “Aku juga minta maaf. Semalam aku membuang bola itu ke sungai. Nanti aku akan mengganti bola itu,” sahut Siti menyesal. 
       “Aku sudah tahu, aku mencari bola itu tadi. Aku menemukannya di sungai. Maukah kamu membantuku mengambil bola itu?”  
        Siti menggangguk. Mereka pun berlari ke sungai. Mereka melihat bola itu masih tertahan dahan  kayu yang menjulur ke sungai. Khairul masuk ke dalam sungai lalu mengambil bolanya. Ia melempar bola itu ke pinggir sungai. Siti menangkap bola dan memegangnya agar tidak jatuh lagi ke sungai. 
       “Terima kasih Siti.” Mereka pun kembali ke rumah sambil bernyanyi.  

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^