Skip to main content

Puasa-puasa Sunnah

      Tadi, sebelum subuh Hikmal terlihat repot di dapur. Ketika saya tanya, dia mau puasa Rajab. Dia ingin memasak telur sebagai lauk untuk sahur. Saya kaget dan baru ingat kalau semalam nasi sudah habis. Saya menyesal karena lupa memasak nasi semalam. Sehingga dia tidak bisa makan sahur. akhirnya Hikmal tidak jadi puasa. Karena dia khawatir nggak kuat jika tidak sahur.
     Saya bersyukur ternyata Hikmal sudah mulai menambah ibadahnya walau gagal puasa. Akhirnya pagi ini kami mulai diskusi setelah saya selesai menyiapkan sarapan dan Hikmal akan berangkat sekolah. Saya bertanya kenapa Hikmal ingin melaksanakan puasa Rajab. 

      Dia lalu memberikan sebuah link artikel yang dibacanya semalam. Apalagi dia juga mendapatkan broadcast tentang puasa sunnah di bulan Rajab. Saya baca artikel tersebut. Jujur tidak ada hadist shahih yang dicantumkan dalam artikel tersebut.
      Kami pun lalu membahas tentang puasa Rajab ini. Tapi karena waktu berangkat sekolah Hikmal sudah tiba, akhirnya pembahasan ini kami tunda dulu. Insyaallah nanti setelah Hikmal pulang sekolah akan dilanjutkan.
     Tahun lalu saya dan ustadzah serta teman-teman di pengajian kami sudah pernah membahas tentang puasa sunnah di bulan Rajab. Kami tidak menemukan hadist shahih tentang puasa khusus di bulan Rajab ini. Saat itu kami menyimpulkan, kalau kita ingin berpuasa di bulan Rajab, lakukan saja sesuai dengan puasa sunnah yang biasa kita lakukan dan memang sudah jelas sunnahnya. (Sesuai dengan yang pernah dilakukan Rasulullah SAW). Niatnya tentu sesuai dengan puasa sunnah itu. Bukan niat khusus untuk puasa Rajab.
       Karena membahas segala sesuatu perlu ilmunya, maka saya pun harus mencari referensi untuk menjelaskan hal ini pada Hikmal. Bersyukur di rumah ada beberap buku agama. Saya lalu membaca salah satu buku yang membahas tentang konsep hidup ideal seorang muslim. 
       Berikut saya kutip puasa-puasa sunnah dari buku Minhajul Muslim. Konsep Hidup Ideal dalam Islam. Syaikh Abu Bakar Jabir al Jaza'iri. Penerbit Dan terjemahan Darul Haq. Hadist yang dikutip dalam buku ini, insyaallah shahih (Diriwayatkan Imam Bukhari/Muslim atau salah satu dari mereka dan imam lainnya)
   
 Puasa-puasa sunnah 
1. Puasa Arafah. Disunnahkan puasa bagi yang tidak sedang 
     melaksanakan ibadah haji. Yaitu pada tanggal 9 dzulhijjah.
2. Puasa Asyura dan tasu'a. Puasa tgl 9 dan 10 Muharam.
3. Puasa 6 hari pada bulan syawal. 
4. Puasa pertengahan pertama bulan sya'ban. (Setengah bulan) 
5. Puasa sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah. 
6. Puasa pada bulan Muharram 
7. Puasa hari2 putih setiap bulan pada tgl 13,14,15. 
8. Puasa hari senin dan kamis 
9. Puasa satu hari dan berbuka satu hari (puasa nabi daud) 
10. Puasa seorang laki-laki yang belum mampu menikah. 

  wallahu a'lam

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…