Skip to main content

Berbaik Sangka

       Berbaik sangka itu sangat penting. Tapi sayangnya berbaik sangka itu cukup susah. Seperti yang terjadi siang kemarin. Saya dalam perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi.
      Beberapa menit lagi mobil yang dibawa suami saya akan sampai di kampung halaman kami itu. Keadaan jalan cukup macet mungkin karena libur panjang. Ketika kami berada di tengah kemacetan itu, tiba-tiba sebuah mobil berplat Jakarta menyerobot dan menyalip menghalangi mobil kami.

       Reflek suami saya segera menginjak rem. Kami semua kaget luar biasa. Hampir saja kami mengeluarkan sumpah serapah kami pada pengemudi yang tiba-tiba menyalip dan dengan seenaknya berhenti di depan mobil kami.
       Alhamdulillah sumpah serapah itu bisa kami tahan. Lalu kami melihat sang sopir alphard putih itu keluar dari mobilnya. Seorang laki laki seusia suami saya. Berambut cepak dan terkesan sangar. Dia berjalan ke arah kami.
      Saya mulai khawatir. Ada apa gerangan? Bukankah kami tidak menabrak mobilnya? Kami juga tidak mengeluarkan kata-kata kasar. Bahkan kami ikhlas disalip dalam antrian kemacetan ini. Suami saya membuka kaca jendela. Walau bingung, kami bersiap menghadapi apa pun yang terjadi.
       Lelaki itu berjalan ke arah mobil kami dengan wajah lelahnya. Dia lalu menunjuk mobil kami dan berkata bahwa ban belakang mobil kami kempes.
Masyaa Allah... Ternyata beliau sengaja menyalip kami untuk memberitahukan hal itu.
      Kami pun buru-buru berterima kasih padanya. Lalu menepi dan keluar dari antrian kemacetan.
      Terima kasih ya pak. Siapa pun bapak, maaf sebelumnya sudah berprasangka buruk saat bapak menyalip mobil kami. Semoga bapak selamat dalam perjalanan dan kembali ke jakarta dengan selamat juga. Aamiin...

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.