Skip to main content

Hore, Aku Tidak Takut Naik Bis!

        Hauzan pernah trauma naik bis. Awalnya mungkin karena trauma naik pesawat yang membuat kupingnya budeg saat berada di udara. Waktu itu, Hauzan menangis minta turun dari pesawat. Saya berusaha menenangkannya. Tapi dia tidak mau tenang. Saat itu usianya 3 tahun. Saya dan suami melakukan berbagai cara agar dia berhenti menangis. Sayangnya dia tetap tidam mau menghentikan tangisannya.

      Dia baru berhenti menangis ketika sudah sangat lelah dan tertidur. Saat tidur pun dia masih terisak. Saya tak tega melihat Hauzan seperti itu. Beberapa penumpang peawat juga memperhatikan kami. Ada yang melihat dengan tatapan kesal. Ada juga dengan tatapan kasihan.
     Sejak itu, kami putuskan untuk tidak naik pesawat hingga Hauzan benar2 siap.
      Suatu hari ketika usianya 4 tahun, saya mengajaknya naik bis. Dia langsung menangis dan meronta minta turun. Dia mengatakan bahwa dia nggak mau naik pesawat. Saya jelaskan bahwa yang kami naiki saat itu adalah bis bukan pesawat. Tapi Hauzan tetap tidak mau mengerti. Dia terus menangis dan minta turun.
      Saya pun mengalah. Kami tidak jadi naik bis. Saya pikir, saya akan menjelaskan pelan-pelan pada Hauzan bahwa naik bis dan pesawat itu sangat seru. Sementara itu saya terus berdoa pada Allah, agar trauma Hauzan untuk naik bis dan pesawat segera lenyap.
      Alhamdulillah perlahan saya bisa bercerita pada Hauzan bahwa naik bis dan pesawat itu sangat mengasyikkan. Hauzan pun sepertinya sudah mulai paham. Sesekali saya tanya dia apakah dia mau naik bis dan pesawat suatu hari nanti. Hauzan pun menjawab dia bersedia.
       Kesempatan itu pun akhirnya datang. Pada acara outing program ke pasar Sinpansa Sumarecon Bekasi dari sekolah Hauzan beberapa waktu lalu, Hauzan menikmati naik bis bersama teman2nya. Anak anak itu hanya ditemani guru mereka.
       Hauzan pun bercerita pada saya bahwa dia suka naik bis dan suka berbelanja di pasar.
Saya benar benar bersyukur pada Allah untuk nikmat tak terhingga ini. Trauma Hauzan sudah hilang. Ini artinya saya nggak perlu khawatir lagi jika mengajak Hauzan naik bis atau pesawat suatu hari nanti.
      Terima kasih pada Bu Guru TKIT Al Muchtar atas kegiatan outingnya yang bermanfaat. Semoga trauma Hauzan benar2 hilang dan tidak kembali lagi. Aamiin... 

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.