Skip to main content

Hadiah Sarung Dan Peci Dari Bunda Idhayu Kusuma

Kira-kira bulan Juni 2014 lalu, saya mengikuti kuis di FB Komunitas Penulis Bacaan Anak (PBA). Kuis kali ini hadiahnya cukup banyak. Sehingga saya pun memberanikan diri untuk ikut. Apalagi tantangannya sangat mudah.Semua peserta diminta memposting cerpen anak di wall FB mereka masing-masing. Sebagai penulis bacaan anak, saya pikir saya harus ikut. Apalagi tidak ada syarat khusus bahwa cerpen yang kami buat harus baru. Tema-nya pun bebas.

        Saya segera mencari cerpen jadul yang pernah saya tulis. Kenapa saya memilih cerpen jadul? Agar cerpen itu dibaca orang. Cerpen itu berupa fabel. Saya pernah mengirimkan ke Kompas Anak dan sukses ditolak. Dari pada cerpen saya tidak ada yang membaca. Makanya saya posting aja di FB untuk lomba ini. Saya memang tidak mengharapkan hadiahnya. Bukan karena saya nggak niat, tapi karena saya pikir sayang saja cerpen itu di file saya tanpa sempat dibaca orang lain.
       Apalagi saya yakin, pasti banyak yang memposting cerpen bagus. Jadi saya sudah yakin saja, cerpen saya hanya untuk meramaikan kuis ini. Beberapa waktu kemudian, pengumuman kuis pun digelar. Ternyata cerpen saya lolos. Walau di nomor urut ke sekian. Panitia mengizinkan saya memilih hadiah setelah pemenang utama dan pemenang sebelum urutan judul cerpen saya memilih hadiah mereka masing-masing.
      Saya sabar menunggu. Hingga pada akhirnya saya berkesempatan memilih salah satu hadiah yang tersisa. Yaitu buku dari beberapa penulis dan sarung dari salah satu penulis. Awalnya saya memilih buku, ternyata buku itu sudah keburu dipilih peserta yang nilainya lebih tinggi dari cerpen saya. Akhirnya, saya pun memilih sarung dari Mbak Idhayu Kusuma.
     Pada bulan Juli, sarung itu sampai di rumah. Alangkah senangnya saya dan anak-anak, ternyata sarung yang dikirim Mbak Idha sangat keren. Sarung itu cocok sekali untuk Hikmal, putra kedua saya. Rasa bahagia saya bertambah karena ternyata Mbak Idha menambahkan peci dan songkok sebagai hadiahnya. Hebatnya lagi, masing-masing peci da songkok itu dikirimkan dua buah. Satu untuk Hikmal dan satu untuk Hauzan. Lihat saja gaya naka-anak saya saat mengenakan hadiah dari Mbak Idha. Keren kan? hehehe....

      Pantasan Mbak Idha bertanya tentang anak laki-laki saya ketika beliau menanyakan alamat pengiriman hadiah. Mbak Idha juga menanyakan ukuran kepala 2 putra saya itu. Ah, Mbak Idha sangat baik ya. Terima kasih atas kiriman sarung, peci dan songkoknya ya, Mbak Idha.
       Semoga toko pakaian muslim milik Mbak Idha dan keluarga, makin banyak pembeli ya. Semoga usahanya berkah dan rezekinya mengalir seluas-luasnya. Maaf baru sempat mengucapkan terima kasih lewat postingan ini ya, Mbak Idha.
         Ohya, peci yang untuk Hikmal setiap hari dikenakannya ke sekolah. Karena Hikmal diwajibkan mengenakan peci atau songkok. Sedangkan sarung digunakan Hauzan untuk shalat di rumah, tentunya sepaket dengan pecinya juga. ^_^
     
    

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.